CIANJUR [KC],-Puluhan warga di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, terpaksa bertahan di bangunan rusak dan menumpang di kediaman kerabat akibat bencana pergerakan tanah. Harapan para korban untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah atau relokasi yang dijanjikan pemerintah sejak dua tahun lalu hingga kini tak kunjung terealisasi.
Kondisi dan Keluhan Warga Terdampak,Puncak Kerusakan: Fenomena pergerakan tanah di wilayah ini mulai terdeteksi sejak 2020, namun kerusakan paling masif terjadi pada 2024 yang mengakibatkan puluhan rumah warga rusak berat hingga rata dengan tanah,Bertaruh Keselamatan: Asep (32), salah seorang korban, mengungkapkan bahwa sebagian warga terpaksa menetap di bangunan yang terancam ambruk karena ketiadaan tempat tinggal lain, sementara korban yang rumahnya hancur total menumpang di rumah sanak saudara,Merasa Diabaikan: Warga merasa dianaktirikan karena melihat daerah lain yang terdampak bencana lebih cepat menerima bantuan dari Pemkab Cianjur maupun Pemprov Jabar. Padahal, warga Takokak telah melewati proses pendataan sejak lama.
Langkah Penanganan Pemerintah Daerah,Keterbatasan Pemkab: Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyatakan bahwa cakupan wilayah terdampak di Takokak sangat luas, sehingga penanganannya membutuhkan sokongan dana dan tenaga dari pemerintah provinsi serta pusat,Verifikasi BNPB: Pemkab Cianjur telah melaporkan situasi ini kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tim dari pusat dijadwalkan turun langsung ke Takokak pada awal September 2026 untuk melakukan verifikasi faktual di lapangan,Investigasi Pemprov Jabar: Merespons lambatnya progres perbaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah menerjunkan tim investigasi khusus untuk mengurai kendala di lapangan dan merumuskan langkah percepatan penanganan bencana bagi warga Waringinsari.[r]


Komentar0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.