CIANJUR [KC],-Lonjakan drastis harga daging ayam potong hingga menyentuh Rp45.000 per kilogram di Pasar Muka, Kabupaten Cianjur, diduga kuat imbas dari pasokan yang tersedot program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tingginya serapan langsung dari peternak berskala besar membuat stok ayam di pasar tradisional mengalami kelangkaan dan memukul daya beli masyarakat selama tiga pekan terakhir.
Perbandingan Dampak Ekonomi Pedagang Ayam di Pasar Muka
| Indikator | Kondisi Normal | Imbas Program MBG (Saat Ini) |
| Harga Jual per Kilogram | Rp35.000 | Rp45.000 (Naik Rp10.000) |
| Rata-rata Omzet Harian | Rp1.500.000 – Rp2.000.000 | Rp800.000 – Rp900.000 |
| Daya Beli Pelanggan Rutin | 10 kg | 5 – 6 kg |
| Total Volume Penjualan | Stabil | Merosot hingga 40% |
Faktor Pemicu dan Situasi di Lapangan,Panen Dini Akibat Lonjakan Permintaan: Tingginya pesanan untuk memenuhi program MBG membuat stok di tingkat perusahaan (PT) terus terkuras. Hal ini memaksa peternak untuk memanen ayam lebih awal dari jadwal yang seharusnya demi memenuhi kuota,Jalur Distribusi Terpotong: Kebutuhan pasokan MBG umumnya dibeli secara masif langsung melalui bandar besar atau pihak perusahaan peternak. Akibatnya, alokasi pasokan ayam potong yang biasanya didistribusikan secara normal ke pasar-pasar tradisional menjadi terhambat dan langka,Ironi Pedagang Eceran: Danu Dwi Prasetyo (35), salah seorang pedagang, menyoroti ketimpangan yang terjadi. Pedagang kecil di pasar tidak mendapatkan cipratan keuntungan berupa pesanan dari vendor program MBG, tetapi justru harus menanggung imbas pahit dari lonjakan harga modal kelangkaan barang,Kelesuan Usaha Warung Nasi: Meroketnya harga memicu efek domino pada pelanggan tetap seperti pengusaha warung nasi dan rumah makan. Karena terbentur harga modal yang mahal, mereka terpaksa memangkas porsi belanja harian hingga separuh dari batas normal, yang berujung pada menurunnya angka penjualan pedagang pasar secara keseluruhan.[r]

.jpeg)
Komentar0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.