Iklan Sisi Kiri ×
Iklan Sisi Kanan ×
BSY0BSWiGSMpTpz9TUAoGfC7BY==

Turun Langsung ke Desa Gekbrong, Bupati Cianjur Ingatkan Bahaya Sampah dan Bagikan Ragam Bantuan Sosial


CIANJUR [KC],- 
Pemimpin daerah Kabupaten Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, terus memperkuat kedekatannya dengan masyarakat di tingkat akar rumput melalui pendekatan dialogis. Pada Rabu, 23 September 2026, Wahyu Ferdian terjun langsung menyapa warganya dalam sebuah agenda bertajuk Rembug Warga yang dipusatkan di Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong.

Dalam kunjungan kerjanya ke wilayah tersebut, orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kabupaten Cianjur itu tidak hadir seorang diri. Ia tampak didampingi secara langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Cianjur, Najmah Nur Islami, yang turut serta menyukseskan jalannya acara dan berinteraksi dengan warga desa setempat.

Informasi mengenai lawatan dinas Bupati beserta rombongan ini dipublikasikan secara luas kepada publik melalui saluran komunikasi digital resmi pemerintah daerah. Masyarakat luas dapat memantau aktivitas Rembug Warga tersebut melalui serangkaian unggahan dokumentasi visual di akun Instagram resmi Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kabupaten Cianjur, yakni @prokopimcianjur.

Melalui media sosial resmi tersebut, pihak Prokopim mengonfirmasi kehadiran serta aktivitas Bupati secara langsung di tengah-tengah warga pedesaan. "Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Cianjur, Najmah Nur Islami, melaksanakan kegiatan Rembug Warga di Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong," tulis keterangan resmi dalam unggahan itu.

Momentum pertemuan tatap muka ini dimanfaatkan secara optimal oleh Bupati Cianjur untuk menyampaikan sejumlah pesan krusial, salah satunya terkait urgensi pelestarian lingkungan hidup. Mengingat saat ini wilayah Cianjur tengah memasuki periode musim penghujan yang sangat rawan memicu genangan, kebersihan lingkungan menjadi sorotan utama sang kepala daerah.

Wahyu Ferdian dengan tegas menginstruksikan seluruh elemen masyarakat Desa Gekbrong untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir lokal. Ia meminta warga desa untuk tidak lagi bersikap abai terhadap kondisi saluran air, gorong-gorong, maupun area resapan air di sekitar tempat tinggal mereka masing-masing.

Larangan keras terhadap kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan menjadi poin yang sangat ditekankan oleh Bupati di hadapan para hadirin. Ia mengingatkan bahwa perilaku membuang limbah domestik yang tidak pada tempatnya merupakan akar dari berbagai sumbatan drainase yang pada akhirnya akan merugikan masyarakat luas secara ekonomi maupun kesehatan.

"Jangan buang sampah di mana saja. Kalau saluran mampet, kemudian banjir, yang rugi siapa? Masyarakat semuanya," seru Bupati Cianjur dengan nada tegas, mencoba menyadarkan warga bahwa penanganan potensi bencana banjir bukan hanya tugas berat pemerintah semata, melainkan sangat membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif dari setiap rumah tangga.

Selain menjadi forum imbauan dan dialog interaktif, kegiatan Rembug Warga di Desa Gekbrong ini juga diwarnai dengan aksi kepedulian sosial yang nyata dari jajaran pemerintah daerah. Bupati Cianjur memanfaatkan kesempatan berharga tersebut untuk menyalurkan sejumlah paket bantuan langsung kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan intervensi negara.

Bantuan sosial yang disalurkan pada kesempatan itu dirancang sangat beragam agar dapat menyentuh berbagai aspek kebutuhan esensial masyarakat bawah. Paket bantuan tersebut meliputi pendistribusian perlengkapan sekolah bagi para pelajar, penyerahan santunan tunai kepada anak-anak yatim piatu, hingga implementasi program unggulan daerah bernama "Nyaah Ka Indung" yang berfokus pada penghargaan dan kesejahteraan kaum ibu lansia.

Kehadiran ruang interaksi komunal semacam Rembug Warga ini dinilai sangat krusial bagi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang inklusif dan partisipatif. Forum terbuka ini memberikan keleluasaan tanpa sekat bagi masyarakat pedesaan untuk menyuarakan aspirasi, menyampaikan kritik membangun, serta melaporkan berbagai persoalan mendesak di lingkungannya secara langsung kepada pengambil kebijakan tertinggi di tingkatan kabupaten.

Bagi Pemerintah Kabupaten Cianjur, ajang blusukan turun ke lapangan ini merupakan instrumen ampuh untuk memotret realitas sosial yang sesungguhnya terjadi di akar rumput. Melalui dialog dua arah dan observasi lapangan secara langsung, pemerintah daerah dapat memetakan kebutuhan warga secara lebih presisi, sekaligus memastikan bahwa berbagai rumusan kebijakan ke depannya benar-benar mampu menjawab tantangan yang dialami masyarakat pedesaan.[KC.101/R]

Komentar0

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.

BERITA TERKINI KABARCIANJUR.TV
Memuat berita terbaru...

Type above and press Enter to search.