CIANJUR [KC],- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena di balik turunnya hujan di sejumlah wilayah di Jawa Barat sejak akhir September hingga awal Oktober. Berdasarkan keterangan prakirawan cuaca Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, Aditya Kusuma Al Arif, kemarau yang dirasakan belakangan ini "direhatkan" sementara oleh pengaruh gelombang atmosfer Rossby yang membawa banyak uap air.
Beberapa daerah terpantau mulai mendung hingga diguyur hujan meski belum merata, di antaranya wilayah Bogor, bagian utara Sukabumi, Cianjur, serta wilayah Bandung Raya yang meliputi Kota dan Kabupaten Bandung, Bandung Barat, serta Cimahi.
Kendati demikian, BMKG menegaskan bahwa hujan ini tidak akan berlangsung lama. Aditya memperkirakan durasi hujan akibat gelombang Rossby ini hanya akan terjadi sekitar dua pekan terhitung dari akhir pekan lalu. Oleh karena itu, BMKG belum dapat mengategorikan curah hujan singkat ini sebagai tanda awal musim hujan.
Berdasarkan kriteria BMKG, awal musim hujan ditetapkan apabila jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) telah mencapai minimal 50 milimeter dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya dengan total curah hujan dalam 30 hari mencapai 150 milimeter atau lebih.
Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, mengungkapkan bahwa fenomena El Niño masih aktif dengan intensitas sangat kuat hingga dasarian kedua September dan diprediksi bertahan hingga awal 2027, yang turut memundurkan waktu awal musim hujan di sebagian besar wilayah.
Secara umum, awal musim hujan di Jawa Barat diprediksi bervariasi:Oktober (24% wilayah): Meliputi wilayah Bogor, Cianjur bagian tengah, sebagian Kabupaten Bandung, Garut utara, Ciamis, dan Banjar.
November (49% wilayah): Meliputi Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, Kota Bandung, Subang, Sumedang, Tasikmalaya selatan, dan Pangandaran.
Desember (25% wilayah): Meliputi wilayah pantai utara seperti Subang, Indramayu, Majalengka, Kota dan Kabupaten Cirebon, serta Kuningan bagian barat laut.
Sementara itu, periode musim kemarau di wilayah Jawa Barat akan berangsur berakhir secara bertahap mulai pertengahan Oktober hingga Desember 2026. Puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Jawa Barat sendiri diprakirakan baru akan terjadi pada Februari 2027, di mana ketersediaan air hujan diharapkan jauh lebih melimpah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. [KC.10]**

.jpeg)
Komentar0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.