Iklan Sisi Kiri ×
Iklan Sisi Kanan ×
BSY0BSWiGSMpTpz9TUAoGfC7BY==

Pemkab Cianjur Jamin Ketersediaan Pupuk Bersubsidi Aman untuk Musim Tanam I 2026-2027


CIANJUR [KC],- 
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur membawa kabar baik bagi para petani di wilayahnya menjelang masa penggarapan lahan. Melalui instansi terkait, pemerintah daerah memastikan bahwa ketersediaan stok pupuk bersubsidi saat ini berada dalam kondisi sangat aman. Keamanan pasokan ini dipersiapkan secara matang guna menyambut datangnya Musim Tanam (MT) I yang akan berlangsung sepanjang periode Oktober 2026 hingga Maret 2027 mendatang.

Kepastian mengenai amannya pasokan pupuk ini didukung oleh fakta di lapangan. Saat ini, tercatat ada ribuan ton pupuk bersubsidi, khususnya jenis urea dan NPK, yang telah tersimpan rapi dan siap didistribusikan dari sejumlah gudang penyimpanan di Kabupaten Cianjur. Keberadaan stok pupuk yang melimpah ini dinilai sangat krusial untuk menunjang kelancaran seluruh aktivitas para petani tanpa harus terhambat oleh kelangkaan bahan penyubur tanaman.

Untuk memastikan kebenaran data dan kondisi fisik pasokan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Cianjur, Wahyu Ginanjar, langsung turun tangan ke lapangan. Bersama dengan jajaran dinas terkait dan para penyuluh pertanian, ia memimpin kegiatan inspeksi serta pengecekan ketersediaan pupuk di dua lokasi utama, yakni Gudang Lini III Bojong dan Gudang Lini III Pasirhayam.

Kunjungan kerja ke fasilitas penyimpanan pupuk tersebut dilakukan dengan sejumlah tujuan strategis. Selain untuk melihat langsung kesiapan stok secara fisik menjelang puncak musim tanam, langkah ini juga ditujukan untuk memperkuat sinergi serta koordinasi dengan pihak PT Pupuk Indonesia selaku penyedia utama, dan semua elemen yang terlibat dalam rantai distribusi pupuk di wilayah Cianjur.

Berdasarkan hasil pengecekan komprehensif tersebut, data menunjukkan ketersediaan stok yang sangat memadai bagi para petani. Secara keseluruhan, total pasokan pupuk bersubsidi yang siap edar di tiga titik Gudang Lini III se-Kabupaten Cianjur mencapai angka sekitar 4.271,35 ton untuk jenis urea dan 3.982,15 ton untuk jenis pupuk NPK.

Jumlah pasokan yang ada di gudang saat ini merupakan bagian dari kuota besar yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk Kabupaten Cianjur. Sebagai catatan, total alokasi pupuk bersubsidi yang diperuntukkan bagi para petani di Kabupaten Cianjur sepanjang tahun 2026 ditetapkan sebesar 42.348 ton untuk pupuk urea, sedangkan untuk pupuk NPK dialokasikan sebanyak 37.000 ton.

Dalam keterangannya usai peninjauan, Wahyu Ginanjar menegaskan bahwa ketersediaan stok yang melimpah ini menjadi instrumen paling vital dalam menjamin kelancaran jalannya musim tanam. Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada jajaran PT Pupuk Indonesia yang telah bekerja keras menjaga stabilitas ketersediaan pasokan pupuk bersubsidi agar tidak terjadi kekurangan di Kabupaten Cianjur.

"Kami mengapresiasi kesiapan PT Pupuk Indonesia dalam menyediakan stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Cianjur. Hasil pengecekan kami di lapangan menunjukkan bahwa stok tersedia di gudang dan siap untuk mendukung kebutuhan petani, khususnya dalam menghadapi musim tanam MT I," ungkap Wahyu dalam keterangannya kepada awak media.

Kendati stok dinyatakan aman, Wahyu mengingatkan bahwa keberhasilan program subsidi ini sangat bergantung pada kelancaran proses distribusi hingga ke tangan petani yang berhak. Oleh karena itu, Pemkab Cianjur berkomitmen terus memperkuat koordinasi dengan Pelaku Usaha Distribusi (PUD), Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), hingga para penyuluh pertanian guna memastikan kelancaran dan ketepatan sasaran alur pendistribusian.

Menyikapi kekhawatiran yang kerap muncul di kalangan petani saat musim tanam tiba, Wahyu secara tegas mengimbau agar masyarakat tani tidak lagi merasa waswas terhadap ketersediaan pupuk. Ia meminta para petani untuk segera melakukan penebusan pupuk bersubsidi sesuai dengan kuota alokasi yang tertera serta mematuhi mekanisme maupun ketentuan yang telah ditetapkan.

Apabila di lapangan masih ditemukan kendala teknis atau petani membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan alur penebusan, mereka diminta aktif berkoordinasi dengan penyuluh pertanian atau petugas di UPTD Pelayanan Pertanian terdekat. “Kami mengimbau kepada para petani agar melakukan penebusan pupuk sesuai kebutuhan dan alokasi yang telah ditetapkan. Mekanisme penebusan saat ini sudah semakin dipermudah. Jadi, petani tidak perlu panik,” tutur Wahyu menambahkan imbauannya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas TPHP Kabupaten Cianjur berjanji akan memantau ketat laju distribusi pupuk bersubsidi dan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal hak petani. "Dengan ketersediaan stok dan pengawasan distribusi tersebut, Pemkab Cianjur optimistis dukungan pupuk bersubsidi dapat membantu menjaga produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah," pungkas pihak dinas mengakhiri keterangan. [KC.104/Pebri]

Komentar0

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.

BERITA TERKINI KABARCIANJUR.TV
Memuat berita terbaru...

Type above and press Enter to search.