Aksi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas agama dan sektor, melibatkan jajaran pengurus FKUB Cianjur, Artha Graha Peduli, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), serta Yayasan Peduli Tunadaksa Bangsa Indonesia. Pada tahap pertama, panitia memfasilitasi 50 orang penyandang disabilitas untuk pengukuran kaki dan tangan palsu, serta melayani pemeriksaan kesehatan gratis bagi sekitar 150 orang warga dari Cianjur, Bandung Barat, Bogor, hingga Sukabumi.
Perwakilan Pengurus FKUB Kabupaten Cianjur menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat yang melampaui batas perbedaan.
"FKUB bukan sekadar melakukan kerja sama antar umat beragama untuk menciptakan harmonisasi toleransi, tetapi kita mulai peduli dengan saudara-saudara penyandang disabilitas yang kehilangan anggota tubuh akibat diabetes, kecelakaan, atau tersengat listrik. Kalau kita tidak bisa rukun dan bersatu karena beda agama, etnis, kultur, atau partai politik, mari kita rukun dan bersatu sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan," tegas perwakilan FKUB Cianjur tersebut.
Gamal Mulyana, General Manager Palace Hotel Cipanas sekaligus Perwakilan Artha Graha Peduli, menyampaikan bahwa kegiatan sosial ini menjadi pembuka dari rangkaian perayaan hari jadi hotel.
"Menyambut HUT ke-15 Palace Hotel Cipanas yang puncaknya pada bulan November 2026, kami mengadakan pengawalan acara melalui pengukuran kaki dan tangan palsu bersama FKUB dan para tokoh agama. Kegiatan ini juga diiringi semangat peringatan Hari Toleransi Umat Beragama," ungkap Gamal.
Terkait teknis pelaksanaan, Perwakilan Mitra Penyelenggara dari LKNU dan Yayasan menambahkan bahwa pengukuran bantuan prostetik ini merupakan agenda rutin tahunan yang didukung berbagai donatur. Proses pemasangan kaki dan tangan palsu yang telah diukur hari ini rencananya akan direalisasikan secara tentatif pada bulan November 2026.
Bantuan ini menghadirkan harapan baru bagi para penerima manfaat. Salah satu warga penyandang disabilitas tak kuasa menahan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya.
"Saya senang sekali. Mudah-mudahan program ini sangat membantu saya dan keluarga untuk kembali beraktivitas mencari nafkah. Dengan adanya bantuan kaki palsu ini, yang sering saya sebut 'kaki Barbie', saya bisa mengikuti kegiatan sehari-hari dan bekerja lagi. Semoga semua yang membantu diberi kesehatan dan umur panjang," tuturnya dengan penuh haru.

Komentar0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.