April 2013
no image
CIANJUR, (KC).- Sebanyak 446 personel kepolisian Polres Cianjur disiagakan untuk mengamankan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan SPBE yang ada diwilayah Cianjur menjelang rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah.

Kabag Ops Polres Cianjur Kompol Gatot Satrio Utomo mengatakan, pengamanan SPBU akan dilakukan baik secara terbuka maupun tertutup. Gatot mengatakan, untuk pengamanan terbuka, pihaknya menempatkan sebanyak dua hingga empat personil di masing-masing SPBU yang ada diwilayah Cianjur.

Untuk mengamankan dan menjaga antisipasi yang tidak diinginkan, jumlah personel yang dilibatkan disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah SPBU yang ada. Sampai saat ini setidaknya diwilayah Cianjur terdapat 29 SPBU dan 5 SPBE. "Masing-masing lokasi, kita tempatkan dua hingga empat personil, tergantung dengan tingkat kerawanan SPBU maupun SPBE itu sendiri," kata Gatot.

Penempatan personil dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan seperti adanya penimbunan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. "Rencana kenaikan BBM ini berbarengan dan peringatan hari buruh (my day). Tapi kita selalu siap melakukan pengamanan," tegasnya.

Terkait my day, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk para perusahaan yang mempekerjakan banyak orang. "Untuk pengamanan hari buruh kita libatkan sejumlah pihak, seperti TNI, Brimob, serta pihak instansi terkait. Untuk hari buruh, kita jamin tertib dan aman di Cianjur," katanya (KC-02)**.
no image
CIANJUR, (KC).- Puluhan orang yang tergabung dalam beberapa ormas islam menggelar unjuk rasa ke komplek Pemkab Cianjur di Jalan Siti Jenab, Cianjur Selasa (30/4/2013). Mereka datang ke Pemkab Cianjur juga mendampingi keluarga salah seorang perempuan asal Cianjur yang kabarnya dinikahi Eyang Subur.

Kedatangan mereka salah satunya untuk meminta bantuan Pemkab Cianjur agar memulangkan gadis yang dinikahi Eyang Subur. Berdasarkan informasi, gadis Cianjur yang dinikahi Eyang Subur tersebut bernama Ani. Ia dinikahi saat usianya baru 15 tahun, atau selepas lulus SMP.

Ceritanya bermula saat Ani diajak bibi dan pamannya ke Jakarta. Warga Kampung Pasirbayur Desa Cibinonghilir Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur setibanya di Jakarta dikenalkan bibinya dengan Eyang Subur yang kemudian mengajaknya menikah.

Setelah menikah keberadaan Ani seperti sulit untuk ditemui. Hingga saat ini menginjak 8 tahun Ani tidak pernah kembali lagi ke Cianjur. Anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Ade dan Lilis itu kabarnya dijadikan istri ketujuh Eyang Subur.

"Kerabat saya itu dinikahi Eyang Subur sejak keluar dari SMP. Usianya juga ditaksir baru 14-15 tahun. Semuanya terjadi berawal dari perkenalanya dengan Eyang Subur saat ia dibawa oleh bibi dan pamannya ke Jakarta," kata Hasanah (48) kerabat Ani di Kompleks Pemkab Cianjur, Selasa (30/4/2013).

Sementara itu jalannya aksi, massa yang datang mendesak Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemkab Cianjur membantu memulangkan Ani ke Cianjur karena diduga telah menjadi korban tipu daya Eyang Subur.

"Saat menikah dengan Eyang Subur, pihak keluarganya tidak tahu, apalagi sampai mendapatkan restu. Ani itu sudah menjadi korban ajaran sesat yang dilancarkan Eyang Subur," kata Kiai Paret, salahseorang pengunjukrasa dalam orasinya.

Pihaknya menilai, apa yang dilakukan Eyang Subur sudah menyesatkan. Ajaran yang disampaikan sebagaimana dikemukakan pihak MUI merupakan ajaran sesat. Dia juga sudah melanggar ajaran islam dengan memiliki istri lebih dari empat. "Kita mengutuk perbuatanya, ajaran apa itu memiliki istri delapan," paparnya.

Dalam aksinya, massa yang terdiri dari ormas Fron Pembela Islam (FPI) itu membawa berbagai atribut bergambar sosok Eyang Subur termasuk membawa replika jenazah yang dihiasi dengan foto wajah Eyang Subur. "Mudah-mudahan Eyang Subur bisa segera bertaubat," paparnya.

Aksi akhirnya bubar setelah pihak Pemkab Cianjur menerima mereka untuk beraudiensi. Aparat kepolisian, TNI dan sejumlah anggota Satpol PP sempat mengawal aksi unjukrasa yang berakhir dengan tertib (KC-02)**.
no image
CIANJUR, (KC).- Setelah menjalani pemeriksaan secara marathon hingga Selasa (30/4/2013) petang, akhirnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur menahan DK seorang pejabat dilingkungan Dinas Pendidikan Cianjur. Tersangka DK langsung digiring dengan menggunakan mobil tahanan menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cianjur sebagai tahanan titipan Kejaksaan.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan hampir lima jam oleh tim penyidik di ruang penyidikan pidana umum itu, DK diduga kuat turut terlibat dalam kasus penipuan yang menimpa seorang pengusaha asal Cianjur.

Kasie Pidana Umum (Pidum) Kejari Cianjur, Marolop Pandiangan mengatakan, DK akhirnya ditahan karena dalam bukti awal diduga kuat turut terlibat dalam kasus penipuan terhadap A.H. Marpaung senilai Rp 1,4 miliar. Dalam pemeriksaan tersangka sendiri mengaku menerima uang sebesar Rp 35 juta atas keterlibatannya itu.

"Tersangka bersama dua tersangka lainnya yakni saudara Ajat dan Nanda yang sudah di vonis pengadilan Februari lalu menjanjikan proyek pengadaan buku kepada korban. Namun proyek tersebut tidak pernah ada sehingga karena merasa dirugikan korban akhirnya melaporkan apa yang dialaminya," kata Marolop.

Sementara dua pelaku utama dalam kasus tersebut, yakni Ajat dan Nanda, sebelumnya telah di vonis Pengadilan Negeri Cianjur dengan hukuman kurungan pidana masing-masing 2,8 tahun dan 2 tahun penjara.

"Atas keterlibatannya DK ini kami akan menjerat yang bersangkutan dengan pasal 378 junto pasal 55 ayat 1 Kitap Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tandasnya (KC-02)**.
no image
CIANJUR, (KC).- Sebanyak 196 peserta mengikuti tes tertulis penjaringan bakan calon anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan yang dilaksanakan di gedung Korpri Jalan Raya Bandung, Sadewata, Kec. Karangtengah, Kab. Cianjur, Selasa (30/34/2013).

Ketua Panwaslu Kab. Cianjur Saepul Anwar mengatakan, sebanyak 20 peserta tidak hadir dalam penjaringan calon anggota Panwaslu Kecamatan itu. "Jumlah pendaftar mencapai 221 orang, dan yang lulus seleksi administrasi mencapai 216 peserta, lima orang tidak lulus. Tapi saat tes tertulis, 20 peserta tidak hadir. Mereka dengan sendirinya sudah gugur," kata Saepul.

Pelaksanaan penjaringan dan penyaringan didasarkan surat Bawaslu tentang pendelegasian ke Panwaslu Kabupaten. Dalam seleksi tahap dua ada dua pokok materi yakni penyajian pertanyaan mengenai pengetahuan ilmu politik, hukum dan informasi lokal. Selain itu juga dilanjutkan mengenai tes empat kategori yang berbeda.

"Nantinya hasil dari tes tertulis ini kan menjaring masing-masing kecamatan sebanyak 6 orang. Mereka berhak mengikuti tes tahap selanjutnya yakni tes wawancara atau fit and propertest. Tentunya mereka yang masuk ke 6 besar akan diambil dari hasil nilai tertinggi," katanya.

Menurut Saepul, pengetahuan dasar wajib diketahui oleh psetiap pengawas. "Dalam tes ini kita seleksi secara normatif tidak ada titp menitip, semuanya peluang sama, kami tidak membeda-bedakan, semua peluangnya sama," tegasnya.

Dalam kompetisi tentu akan ada yang menang kalah ada yang lolos atau tidak. "Jika yang tidak lolos agar tidak kecewa, kekalahan pada dasarnya merupakan kemenangan yang tertunda. Mudah-mudahan ada kesempatan untuk kesempatan yang berbeda. Kami berharap masih mau berpartisipasi dalam pemilu," katanya.

Seorang peserta Endang Supriatna yang sebelumnya menjadi anggota Panwas Pilgub mengaku tes tertulis kali ini dirasakan lebih sulit dan kompetitif. "Memang tes Panwaslu Pileg ini benar-benar menyita fikiran, soalnya cukup berfariasi dan membuat kita harus konsentrasi dan berfikir. Mudah-mudahan saja bisa lulus," kata Endang (KC-02)**.
no image
CIANJUR, (KC).- Daftar tunggu calon jemaah haji dari Kab. Cianjur hingga akhir April 2013 sudah mencapai sekitar 8.405 orang. Dari jumlah tersebut kebanyakan wanita, jumlahnya mencapai 4.465 orang dan laki-laki mencapai 3.940 orang.

Kepala Kementerian Agama (Kemeneg) Kab. Cianjur Dadan Ramdani melalui Kepala Seksi Urusan Haji dan Umroh Hipni didampingi pelaksananya Mamat mengatakan, para calon jemaah haji yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list) tersebut diperkirakan jumlahnya akan terus meningkat. Dalam sehari rata-rata masyarakat yang mendaftar menjadi calon jemaah haji mencapai 15-20 orang.

"Animo masyarakat Cianjur terbilang sangat tinggi. Setiap tahunnya jumlah yang mendaftar terus meningkat. Saat ini saja sudah mencapai sekitar 8.405 orang dan itu akan terus meningkat," kata Hipni.

Dari jumlah calon jamaah haji yang sudah mendaftar, diperkirakan baru tuntas akan berangkat pada tahun 2019. Hal itu jika dilihat dari estimasi keberangkatan calon jamaah haji setiap tahunnya mencapai 1.323 orang.

"Kalau dengan estimasi per tahunya kuota untuk Cianjur 1.323 orang, berarti baru pada tahun 2019 calon jamaah haji itu bisa berangkat semuanya. Kecuali jika kuota bertambah dua kali lipat, tapi itu tidak mungkin, biasanya kalau nambah dikisaran angka 100 orang," tegasnya.

Dari jumlah calon jemaah haji yang menjadi witing list, jamaah yang berasal dari kalangan pegawai negeri sipil cukup tinggi. Jumlahnya mencapai 17,73 % atau sekitar 1.490 orang. Dari jumlah tersebut calon jamaah haji dari kalangan guru terbilang tinggi.

"Sejak 2009 calon jamaah haji dari kalangan guru meningkat drastis. Semua itu tentu dampak positif dari adanya program sertifikasi," katanya.

Dari kalangan ibu rumah tangga calon jamaah asal Kab. Cianjur menduduki peringkat pertama. Jumlahnya mencapai 39 persen atau sekitar 3.330 orang. "Dari TNI/Polri juga ada, sisanya swasta, tani, nelayan, dagang, pensiun, BUMN/BUMND dan pelajar serta mahasiswa," tegasnya (KC-02)**.
no image
CIANJUR, (KC).- Polres Cianjur akan mengerahkan sedikitnya 538 personel untuk antisipasi terjadinya aksi berkaitan dengan peringatan hari buruh (Mayday) yang jatuh pada setiap tanggal 1 Mei.

Kabag Ops Polres Cianjur, Kompol Gatot Subroto mengatakan, jajarannya siap mengamankan peringatan hari buruh atau biasa dikenal dengan istilah Mayday. Meski hingga saat ini belum ada laporan terkait akan adanya aksi unjukrasa buruh di wilayah hukum Polres Cianjur.

"Namun terlepas ada atau tidaknya aksi unkjukrasa nanti, kita tetap menyiapkan personil untuk melakukan pengamanan, baik yang sifatnya pengamanan terbuka maupun tertutup," tutur Gatot.

Pihaknya telah melakukan kordinasi dengan pihak perusahaan dan serikat-serikat buruh atau pekerja yang ada di Cianjur. Sejumlah perusahaan bahkan telah menyiapkan berbagai acara untuk memeringati momentum tersebut di lingkungan perusahaannya masing-masing.

"Itu tentunya terobosan bagus, karena memeringati Mayday sebenarnya tidak harus dengan unjukrasa namun juga dengan menggelar berbagai kegiatan positif di lingkungan perusahaan," ujarnya.

Pihak polres sendiri, sambung dia, pada hari H (Rabu, 1/5/13, red) akan melakukan apel akbar di halaman Mapolres Cianjur dengan para buruh dan pihak perusahaan.

"Apel dilakukan untuk menguatkan komitmen kita dalam menjaga Cianjur agar tetap aman dan kondusif," pungkasnya (KC-02)**.
no image
CIANJUR, (KC).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Cianjur mengambil sampel makanan jamur yang dikonsumsi para korban keracunan di Kampung Sukabakti RT 01/RW 06, Ds. Kertajadi, Kec. Cidaun, Kab. Cianjur untuk diperiksa di laboratorium Depkes Bandung.

Pemeriksaan sampel makanan jamur yang sudah dimasak tersebut tidak lain untuk memastikan penyebab keracunan yang mengakibatkan seorang warga meninggal dan enam lainya menjalani perawatan medis.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Agus Haris mengatakan, kalau dilihat dari hasil gejala yang dialami para korban dengan rasa pusing, mua dan muntah indikasi kuat mereka keracunan makanan.

"Kemungkinan besar disebebkan oleh makanan jamur yang mereka konsumsi. Tapi untuk memastikan kita telah mengambil sampel sisa makanan jamur itu ke lab. Dalam mingu-minggu ini akan diketahui hasilnya," kata Agus Haris.

Menurut Agus kemungkinan besar korban yang meninggal lantaran terlambat mendapatkan penanganan, selain faktor usia. "Kemungkinan karena ketidak tahuan mereka dan terlambat melaporkannya. Apalagi kalau melihat jarak lokasi dengan puskesmas cukup jauh," katanya.

Para korban yang dirawat di puskesmas Cidaun kata Agus, kondisinya sudah mulai membaik. Meski mereka harus di infus untuk mentralisir racun yang ada pada para korban. "Kondisi ke enam korban sudah mulai membaik scara umum. Mudah-mudahan bisa segera sembuh total," paparnya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengkonsumsi jamur sembarangan. Karena jamur yang tumbuh liar biasa jadi mengandung racun dan berbahaya. "Intinya warga harus waspada dan hati-hati jangan sampai makan jamur sembarangan, apalagi jamur itu selama ini tidak lajim mereka konsumsi," tegasnya (KC-02)**.
no image
CIANJUR, (KC).- Puluhan massa yang berasal dari EK-LMND Cianjur dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Kab. Cianjur mendatangi Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur di Jalan Prof. Moch. Yamin, Senin (29/4/2013). Mereka mempertanyakan dasar penyaluran Jaminan Persalinan (Jampersal) yang tidak dilengkapi dengan Peraturan Bupati (Perbub).

Massa yang datang sambil membawa berbagai poster itu langsung merangsek kedalam halaman kantor Dinkes. Puluhan aparat keamanan terlihat mengawal jalannya aksi. Begitu tiba mereka langsung menggelar orasi. Beberapa pejabat Dinkes sempat menyambangi massa, namun kedatangan mereka tidak dianggap. Massa lebih memilih menyampaikan tuntutannya tanpa ada dialog.

Koordinator aksi Eka Pratama mengatakan, Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) pada kenyataanya belum dapat menjadi jawaban terpenuhinya hak kesehatan rakyat miskin di Kab. Cianjur. Program yang seharusnya memberikan perlindungan sosial dibidang kesehatan itu pada pelaksanaanya terdapat banyak penyelewengan.

"Itu bisa terlihat seringkali adanya peserta Jamkesmas yang menggunakan haknya dalam pemenuhan kesehatan seringkali hanya mendapatkan pelayanan seadanya. Padahal jelas dalam Permenkes 40 tahun 2012 mengamanatkan semua itu bahwa mereka harus mendapatkan pelayanan yang layak," kata Eka.

Tidak adanya transparansi anggaran kata Eka juga menjadi indikasinya adanya upaya penggelembungan data pengguna Jamkesmas dan Jampersal (Jaminan Persalinan) dilingkungan Dinas Kab. Cianjur. Selain itu adanya temuan Badan Pemeriksa Keungan (BPK) mengenai anggaran Jampersal senilai Rp 18 miliar yang seharusnya masuk ke kas daerah ternyata pelaksanaanya tidak demikian.

"Seharusnya pelaksanaan Jampersal itu harus melalui SK Bupati dan harus masuk ke kas daerah. Kenyataanya penyelenggaraan tahun 2012 anggaranya dikelola oleh Dinkes Kab. Cianjur dan anggaran tersebut disimpan di rekening Kepala Dinkes tanpa sepengetahuan bupati," tegasnya.

Melihat kejadian tersebut pihaknya menduga ada penyelewengan anggaran Jamkesmas dan Janpersal di Dinkes Cianjur. "Dari semua permasalahan tersebut telah mengindikasikan Pemkab Cianjur tidak dapat menyelenggarakan pelayanan publik dibidang kesehatan sehingga ekesesnya jaminan kesehatan rakyat tidak dapat terpenuhi," katanya.

Secara terpisah Sekretaris Dinkes Kab. Cianjur, Niswan Purwenti didampingi Kabid Pembinaan Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Yusman Faisal mengatakan, pihaknya mengakui kalau pelaksanaan Jampersal pada tahun 2012 tidak ada payung hukum berupa Peraturan Bupati (Perbub). Pihaknya mengacu pada juklak dan juknis awal yang diterima dari Kementerian Kesehatan terkait pelaksanaan Jampersal.

"Kita akui memang kita tidak ada Perbunya. Tapi kita konsultasikan ke kementerian apakah kalau dilaksanakan tidak akan menjadi temuan BPK, saat ini kami mendapatkan jawaban kalau jadi temuan, berarti seluruh Indonesia akan mengalami hal yang sama. Atas dasar itulah kami melaksanakan Jampersal," katanya.

Pihaknya juga mengakui pernah menerima Juklak dan Juknis kedua yang menyebut harus ada payung hukumnya berupa Perbub. Namun hal itu diterimanya pada Nopember 2012. "Tidak memungkinkan hal itu akan dilaksanakan, sehingga mundur pada tahun 2013 ini. Saat ini masih dalam proses dan pembahasan," tegasnya.

Anis juga membantah jika dana Jamkesmas dan Jampersal itu masuk ke rekening Kepala Dinkes, tapi yang benar masuk rekening Dinkes. Proses pencairanya yang berhak menandatangani adalah Kepala Dinkes dan Bendahara. "Pada tahun 2012 kita mendapatkan bantuan sosial dari kementerian senilai Rp 23 miliar yang terdiri untuk Jampersal sekitar Rp 19 miliar dan sisanya Jamkesmas," katanya (KC-02)**.
CIANJUR, (KC).- Sekitar 800 dari 839 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur sudah mampu membaca Al-qur’an. Hal itu tentu tidak terlepas dengan adanya pesantren didalam Lapas tersebut sejak satu tahun terakhir. Bahkan ada diantaranya yang sudah khatam membaca alqur'an beberapa kali.

Hal itu diakui oleh Kepala Lapas Kelas II B Cianjur, Tri Saptono. Menurut Yri, sejak adanya pesantren terpadu Attaubah yang ada dilingkungan lapas, perubahan drastis dialami oleh warga binaanya. Tidak hanya pengetahuan agamanya yang semakin bertambah, para warga binaan terlihat lebih santun berperilaku dan bertutur kata. Mereka juga sekarang sudah pandai mengaji dengan fasih.

"Ada juga yang sudah hafal beberapa juz Alqur'an. Padahal sebelum ada pesantren hampir 80 persen penghuni lapas tidak bisa baca dan tulis Alqur'an, saat ini kondisinya terbalik. Mereka sudah pandai membaca dan menulis Alqur'an," kata Tri Saptono, Minggu (28/04/2013).

Dikatakan Tri, tujuan adanya pesantren didalam Lapas tidak hanya mengajarkan napi agar bisa baca tulis Slqur'an saja, namun lebih dari itu tidak lain untuk membentuk kepribadian mereka agar menjadi pribadi yang lebih baik dan berakhlak mulia.

"Jelas didalam pesantren ini para napi tidak hanya diajari membaca dan menulis Alquran saja, namun juga mendapatkan pengajaran mengenai akhlakulkarimah, aqidah, fiqih, bahkan mempelajari kitab kuning," katanya.

Heri Susanto (40) seorang santri napi mengaku senang bisa mengikuti kegiatan di pesantren. Karenanya, sejak pesantren resmi dibuka, ia langsung mendaftarkan diri untuk mengikuti seluruh kegiatan di pesantren.

"Saya ikut pesantren ini karena saya ingin berubah, saya ingin tobat setobat tobatnya, saya ingin menjadi orang baik. Saya tidak mau terjurumus lagi pada lubang yang sama. Cukup kali ini saja seumur hidup saya," kata
Heri yang di vonis 6 tahun atas kasus narkoba itu.

Ikuti Ujian
Sebelumnya, ratusan napi Lapas Cianjur yang menjadi santri Pesantren Terpadu Attaubah di lingkungan Lapas Kelas IIB Jalan Ariacikondang, Cianjur mengikuti ujian evaluasi tahunan, Kamis (25/4/2013).

Berdasarkan data jumlah napi yang menjadi santri dan mengikuti ujian mencapai 839 orang. Mereka terlihat sangat serius mengikuti ujian meski harus dalam pengawasan ketat.

Sebagaimana diketahui, sejak setahun terakhir para penghuni Lapas Cianjur aktif mengikuti kegiatan pendidikan agama di Pesantren Attaubah yang sengaja didirikan khusus untuk para warga binaan tersebut. Mereka mendapatkan pendidikan agama layaknya di pesantren umum, seperti tauhid, baca tulis Alquran, tarikh Islam, fiqih, pelajaran kitab kuning dan ilmu agama lainnya.

Menurut Kepala Lapas Kelas IIB Arciko Cianjur, Tri Saptono Sambudji didampingi Kasubsi Bina Pendidikan, Mastur mengatakan, ujian dilaksanakan semata untuk melihat hasil pendidikan pesantren yang telah berjalan selama setahun itu. Nantinya, hasil ujian tersebut akan menjadi bahan evaluasi ke depan.

"Sebenarnya tanpa ada ujian pun kita sudah melihat ada perubahan drastis dalam diri mereka (napi, red). Mereka kini lebih positif dalam memandang hidup dan lebih terarah serta lebih memahami nilai dan ajaran agama," katanya.

Salahsatu bukti konkritnya, sebut Tri, terjadinya peningkatan kemampuan membaca Al-quran. "Dulu sebelum ada pesantren, sekitar 76 persen penghuni lapas ini tidak bisa membaca Al-quran. Namun sekarang alhamdulilah, hampir semuanya bisa," ungkap Tri diamini Mastur (KC-02)**.
CIANJUR, (KC).- Tidak adanya kegiatan pelayanan di kantor Dinas Binamarga pada Jum'at (26/4/2013) bukan tanpa alasan. Para pegawai di lingkungan Dinas Binamarga tersebut ternyata sedang ijin untuk tour ke Bali. Mereka rela nabung selama satu tahun untuk acara jalan-jalan ke Bali tersebut.

"Kita pergi ke Bali bukan untuk study banding, tapi jalan-jalan atau tour. Para pegawai ingin refereshing sebelum dilaksanakan lelang pekerjaan," kata Kepala Dinas Binamarga Kab. Cianjur Atte Adha Kusdinan, Minggu (28/4/2013).

Pihaknya tidak menampik, kalau kepergian dirinya dan para pegawai ke Bali itu mendapatkan sorotan. Apalagi kepergiannya berlangsung saat jam kerja. "Ini keinginan kita bersama, kapan lagi bisa pergi jalan-jalan dengan para pegawai. Lagian kita melaksanakan acara ini sudah mendapatkan ijin dari pimpinan," kata Atte.

Atte menegaskan, kepergian para pegawai Binamarga ke pulau Bali itu sama sekali tidak menggunakan uang APBD. Semua biaya hasil patungan dari para pegawai. "Tadinya tahun kemarin mau dilaksanakan, tapi karena pekerjaan sangat padat, baru tahun ini bisa dilaksanakan. Ini semua biaya ditanggung bersama hasil dari ngumpulin atau nabung [egawai selama satu tahun," tegasnya.

Pihaknya berharap, kepergiannya bersama para pegawai ke Bali tidak menjadi polemik yang berkepanjangan. Karena semua itu bertujuan untuk meningkatkan motivasi kerja para pegawai.

"Selama bekerja di Binamarga, hampir semua pegawai belum pernah di ajak rekreasi dan bar kali ini rerlaksana. Kita harapkan setelah kembali lagi pada pekerjaannya bisa memiliki motovasi yang berlebih dalam bekerja. Apalagi tidak lama lagi akan dilaksanakan lelang pekerjaan," katanya.

Secara terpisah, Aliansi Masyarakat Untuk Penegakan Hukum (Ampuh) Kab. Cianjur mendesak agar pihak Inspektorat Daerah memeriksa anggaran biaya yang digunakan oleh para pegawai Dinas Binamarga jala-jalan ke Bali. Kalau ternyata sumber dananya berasal dari APBD harus dipertanggungjawabkan.

"Sumber dananya harus diperiksa, karena kepergianya juga hampir seluruh pegawai Dinas Binamarga. Kalau ternyata menggunakan anggaran APBD saya rasa itu sudah masuk dalam kategori korupsi berjamaah. Ini harus diusut dan dipertanggungjawabkan," kata Ketua Ampuh Cianjur Yana Nurzaman (KC-02)**.
 
Seorang warga menunjukkan lokasi bekas "jamur maut"
CIANJUR, (KC).- Diduga keracunan setelah mengkonsumsi jamur, Oti Binti Acet (70) warga Kampung Sukabakti RT 01/RW 06, Ds. Kertajadi, Kec. Cidaun, Kab. Cianjur meninggal dunia. Sementara 6 anggota keluarganya harus menjalani perawatan medis.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan peristiwa yang diduga keracunan jamur tersebut terjadi pada Sabtu (27/4/2013). Saat itu korban Sukmana (39) pagi-pagi sudah pergi ke kebun tidak jauh dari rumahnya. Sepulang dari kebun sekitar pukul 15.00 WIB ia menemukan jamur. Kemudian jamur tersebut diambil dan dibawa pulang ke rumah.

Sesampainya dirumah, jamur yang dibawanya itu diserahkan kepada korban Oti untuk dimasak. Tanpa menaruh curiga, Oti langsung memasuk jamur yang diterimanya itu. Setelah matang jamur kemudian dimakan sebagai pelengkap makan secara bersama-sama.

Namun setelah memakan jamur, tidak lama berselang, tiba-tiba Oti dan ke enam anggota keluarganya merasakan pusing dan tidak lama berselang disertai muntah-muntah. Hingga akhirnya Oti meninggal dunia meski sempat mendapatkan pertolongan medis. Sementara enam korban lainya yang mengalami peristiwa yang sama langsung dilarikan ke Puskesmas Cidaun untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Cidaun AKP Nanang didampingi Kasubag Humas Polres Cianjur AKP Achmad Suprijatna membenarkan adanya korban yang meninggal diduga keracunan jamur yang dikonsumsinya.

"Begitu kami mendapatkan laporan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). Kami langsung berupaya memberikan bantuan pertolongan kepada para korban. Sayang seorang korban meninggal dunia. Sementara enam lainya berhasil mendapatkan pertolongan medis," kata Nanang.

Selain mendatangi TKP pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti bekas jamur yang sudah dimasak. Selain itu juga meminta keterangan beberapa saksi. "Untuk memastikan apakah jamur itu mengandung racun perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium. Kita sudah mengamankan bekas jamur yang sudah sebagian dimakan oleh para korban," katanya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar selalu hati-hati, jika mendapatkan jamur agar tidak langsung dimasak. Aapalagi jamur yang tidak biasa ditemukan. "Sebaiknya masyarakat lebih berhati-hati dan kalau jamur itu tidak biasa dimask, tidak usah dimasak," katanya (KC-02)**.


Saepul Anwar Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur
CIANJUR, (KC).- Sebanyak 216 pelamar calon anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan dinyatakan lulus penelitian berkas administrasi dan berhak untuk mengikuti seleksi tahap berikutnya yakni tes tertulis yang akan dilaksanakan pada Selasa (30/4/2013) mendatang.

Pelaksanaan tes tertulis bagi para pelamar calon anggota Panwaslu Kecamatan yang lulus penelitian berkas administrasi tersebut akan dilaksanakan di Gedung Korpri Kab. Cianjur di Jalan Raya Bandung, Sadewata, Kec. Karangtengah.

Ketua Panwaslu Kab. Cianjur Saepul Anwar mengatakan, para peserta yang lulus seleksi tahap pertama berupa penelitian berkas administrasi tersebut berasal dari 32 kecamatan diwilayah Kab. Cianjur. Setiap kecamatan pelamar yang memasukkan berkas untuk menjadi calon anggota Panwaslu rata-rata di atas 6 pelamar.

"Para pelamar yang lulus seleksi pertama akan dihadapkan pada seleksi berikutnya berupa tes tertulis. Dalam pelaksanaan tes tertulis ini mereka akan diuji pengetahuanya mengenai Pemilu dan pengetahuan umum," kata Saepul, Sabtu (27/4/2013).

Pihaknya berharap, para peserta yang lulus seleksi penelitian berkas administrasi mempersiapkan diri untuk menghadapi tertulis. Dalam pelaksanaanya nanti para peserta diharapkan berpakaian sopan dan rapih, serta membawa alat tulis, dan meja dada/ alas tulis.

"Kami juga menunggu masukan dan tanggapan dari masyarakat mengenai figus calon anggota Panwaslu Kecamatan yang telah kami umumkan untuk mengikuti seleksi tahap lanjutan itu. Masukan dan saran bisa disampaikan secara tertulis langsung ke Sekretariat Panwaslu Kabupaten Cianjur , Jl. Raya Bandung No. 74 Cianjur, Telp/Fax (0263) 262732, E-mail: panwaslu_cianjur@yahoo.com, atau sms ke 087 7777 003 087, nama pelapor akan kami rahasiakan," jelasnya (KC-02)**.

PANWASLU KABUPATEN CIANJUR
Alamat : Jl. Raya Bandung No. 74 Cianjur

PENGUMUMAN HASIL PENELITIAN BERKAS ADMINISTRASI
CALON ANGGOTA PANWASLU KECAMATAN
SE KABUPATEN CIANJUR
Nomor : 003/Panwaslu_Cianjur/IV/2013
  
Dalam rangka melaksanakan Undang-Undang, Nomor : 15 Tahun 2011, tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, bersama ini kami umumkan nama-nama Calon Anggota Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat yang LULUS PENELITIAN BERKAS ADMINISTRASI, adalah sebagai berikut :

No.
Nama Peserta
Kecamatan
No.
Nama Peserta
Kecamatan
1
HJ. HETTY WINDOWATI
CIANJUR
109
HILMAN JAYA PUTRA
SUKANAGARA
2
AJI DARDADARUSALAM, S.SoS.I
CIANJUR
110
TANTAN KURNIADI
SUKANAGARA
3
ANTON JOHARI
CIANJUR
111
DIKDIK WIARSA ALIBASYAH
SUKANAGARA
4
LUKMAN SYACHRUL, SH
CIANJUR
112
ASEP MULYANA
SUKANAGARA
5
HENDI SUHENDI, S.Pd
CIANJUR
113
CEP JUNAEDI
SUKANAGARA
6
AOS SUHENDAR
CIANJUR
114
INDRA SASTRA WIJAYA
SUKANAGARA
7
M. DANY MURDANY
CIANJUR
115
TETENG RUSTANDI
CAMPAKA
8
ALI CIK RADEN
CIANJUR
116
ASEP PUJA RUSWITA
CAMPAKA
9
DENI SUPENDI
CIANJUR
117
ADE SUNDARA PRAMULYA
CAMPAKA
10
SAEPUL ANWAR, S.Pd.I
CIANJUR
118
YAYAT SUPRIATNA
CAMPAKA
11
HADI JUMHADI, SH
WARUNGKONDANG
119
MAMAN SUARMAN
CAMPAKA
12
UDEN WINAJAT, S.Ag
WARUNGKONDANG
120
ASEP MULYANA, S.Os
CAMPAKAMULYA
13
DADANG UMAR SOFWAN, SH
WARUNGKONDANG
121
DERI LESMANA
CAMPAKAMULYA
14
TATANG SUDIANA,SE
WARUNGKONDANG
122
ASEP HIDAYAT
CAMPAKAMULYA
15
JUNAEDI SH
WARUNGKONDANG
123
DADAN HASANUDIN
CAMPAKAMULYA
16
DANI IRAWAN
WARUNGKONDANG
124
DARWIS NURJAMAN
CAMPAKAMULYA
17
TANTI HERAWATI
CILAKU
125
DIAN HELGAWATI
CAMPAKAMULYA
18
ELVAN HAKIM SIDIK, ST
CILAKU
126
VICKY WIGUNA, S.Pd
TAKOKAK
19
SUSI SORAYA
CILAKU
127
EMIN MUHAEMIN
TAKOKAK
20
ADI MUSJADI
CILAKU
128
M RANI PATTY, S.Pd
TAKOKAK
21
ADJIE DENDA ROBIANSYAH
CILAKU
129
ERIK HERVIANA, S.Pd
TAKOKAK
22
ASEP SOLEH MUCHLIS
CILAKU
130
HAMDAN NOOR, SH
TAKOKAK
23
AGUSTRIA ADNAN
CILAKU
131
EUIS SRI HARTINI, S.Pd
TAKOKAK
24
TOMMY BUCHMAN, SH
CILAKU
132
HERI ASMARA
PAGELARAN
25
A RAPI’UDIN, S, S.PdI
CILAKU
133
ZENI BAGJA NUGRAHA, S.KM
PAGELARAN
26
AMI ARIF HUSEN
GEKBRONG
134
ENDANG SUDARMAN, S.Pd
PAGELARAN
27
ACHMAD DIKI MUDZAKIR, SH
GEKBRONG
135
AGUS SUPIANDI, S.Pd
PAGELARAN
28
AGUS PERMANA
GEKBRONG
136
DODI SUPRIADI, S.Pd
PAGELARAN
29
ELIS DEWI HENDRAYANI
GEKBRONG
137
AIP JUNAEDI
TANGGEUNG
30
TAUFIK MISBAHUDIN
GEKBRONG
138
MIFTAH SAHIDIN, S.Pd
TANGGEUNG
31
PUPUL SAEFULLOH
GEKBRONG
139
CENG BADRI, SH.I
TANGGEUNG
32
IWA KOMARA, SH
GEKBRONG
140
KUSNADI
TANGGEUNG
33
H ASEP GINANJAR
GEKBRONG
141
RUSLAN ABDUL MALIK, SH
TANGGEUNG
34
PEPENG SUTISNA
GEKBRONG
142
IDE WAHYUDIN
KADUPANDAK
35
YAYAN SURYANA
CIBEBER
143
BASARI
KADUPANDAK
36
JOE NAKIR, SH
CIBEBER
144
REDI SETIANSYAH
KADUPANDAK
37
ROHIMAT ST
CIBEBER
145
SURYANA OMA, S.Pd.I
KADUPANDAK
38
CECE MUKSIN
CIBEBER
146
HABIB SUHANDAR, S.Pd
KADUPANDAK
39
MARWAN SETIAWAN
CIBEBER
147
HOLID
KADUPANDAK
40
SOLEHUDIN
CIBEBER
148
RUSNADI
KADUPANDAK
41
ENGKOS KOSIM
CIBEBER
149
RUSLANSAH, S. Pd. I
CIJATI
42
ASEP IZZUDIN, SE
CIBEBER
150
YOSEP RUHDIANA. E, SPd
CIJATI
43
AOS SAEPUL ADHAR
CIBEBER
151
K.H  PARHAN INAYAH
CIJATI
44
MAHPUDIN
CIBEBER
152
ASEP YUNUS MUBAROK, S.Pd.I
CIJATI
45
DIKI ARDIANSYAH, S.Pd
CIBEBER
153
HERI PERMANA, SE
CIJATI
46
DIKDIK SODIKIN, S.Pd I
CIBEBER
154
MUSADAD, A.Ma
CIBINONG
47
SYARIFUDIN, S.Pd.I
CIBEBER
155
RUSMAWAN FELANI
CIBINONG
48
TIBYANUL ARIFIN, S.Pd.I
SUKALUYU
156
HERI AHDIAT S, S.Pd
CIBINONG
49
LANLAN MAULANSYAH, SE
SUKALUYU
157
SITI HABSOH
CIBINONG
50
AGUS NURODIN, S.IP
SUKALUYU
158
RUDI HERNAWAN, S.Pd
CIBINONG
51
H. ASEP HOLILUDIN
SUKALUYU
159
HAPIDIN, A.Ma
CIBINONG
52
ASEP RULLY RAMDHAN, SH
SUKALUYU
160
AGUS MULYANA A.Ma
CIBINONG
53
MOCHAMAD FADLI
SUKALUYU
161
SURYANA
CIBINONG
54
M. HAFIIZ ABDUL BAASITH
KARANGTENGAH
162
AGUS MUBAROK
SINDANGBARANG
55
TATEN SURYANA, S.Pd I
KARANGTENGAH
163
AGUS JAELANI
SINDANGBARANG
56
U. HANDOKO, SH
KARANGTENGAH
164
RUSLAN ADI MULYADI, S.Pd
SINDANGBARANG
57
RIDWAN MULYANA
KARANGTENGAH
165
SUHANDI
SINDANGBARANG
58
UUS SAEFULLOH, SE
KARANGTENGAH
166
ADE HIDMAWAN, SH
SINDANGBARANG
59
ANDRY NUGRAHA, ST
KARANGTENGAH
167
SOPIAN ANDI RUHKYAT, SH
SINDANGBARANG
60
ZAYINI YANUAR HUZNY
CIRANJANG
168
EDI RUSMIADI
AGRABINTA
61
YANTO MURDIANTO, S.Pd.I
CIRANJANG
169
SURANTO
AGRABINTA
62
ASEP SUHERMAN
CIRANJANG
170
MANSUR
AGRABINTA
63
BEDRIYONO SUGIHARTO
CIRANJANG
171
ASEP SUHENDAR RINANDA
AGRABINTA
64
HELMY EMALY HUSNI
CIRANJANG
172
PAHRUDIN
AGRABINTA
65
DEDEN SUMIRAT,SE
BOJONGPICUNG
173
ASEP DARSONO, S.Pd
AGRABINTA
66
AIH SOLIHAT,S.Ag
BOJONGPICUNG
174
ACEP LOMRI
LELES
67
SAEPUROHMAN, SH
BOJONGPICUNG
175
SUTANSA
LELES
68
ZAMZAM HAMIDI,SH.I
BOJONGPICUNG
176
ELANG SUTISNA
LELES
69
DEKI MAULANA
BOJONGPICUNG
177
IRA ROHAYATI, S.Pd
LELES
70
JALALUDIN
MANDE
178
NANANG SUHERMAN
LELES
71
NONO KARYONO
MANDE
179
KHAERUL SYAH
LELES
72
WAWAN GUNAWAN
MANDE
180
J. ABDULAH, S.Pd
LELES
73
RUDI MUHAMAD HASAN
MANDE
181
HERRUL ASMARA S.Pd.I
CIDAUN
74
ANDI FAZRI ZULFIKAR
MANDE
182
SARIP HIDAYAT
CIDAUN
75
ENDANG SURYATNA
PACET
183
KURNIA
CIDAUN
76
R. SURAHMAN
PACET
184
APIP SUHERLI
CIDAUN
77
MOCHAMAD IQBAL
PACET
185
YUDI MULYADI
CIDAUN
78
ELIN MUSLIMAH
PACET
186
BAMBANG RUDIANTO
CIDAUN
79
BADRUDIN, SH
PACET
187
DIKI ALISA
CIDAUN
80
DENI SAPRUDIN, SH
PACET
188
ACDIAT DJAYA P
CIDAUN
81
DIKDIK  SADIKIN
CIPANAS
189
SOLEH BUDIMAN, SH
CIDAUN
82
AAT ATIKAH, S.So.S
CIPANAS
190
DIAT MULYANA
NARINGGUL
83
DEDEN SARIF HIDAYAT
CIPANAS
191
SETIAWAN
NARINGGUL
84
UJANG HASBULLOH
CIPANAS
192
AJAH HASMIN D
NARINGGUL
85
BENI GUNAWAN
CUGENANG
193
JAJANG ABDUL HALIM, S.Pd
NARINGGUL
86
IYUS JAYUSMAN
CUGENANG
194
NUGRAHA AZIZ, S, SH
NARINGGUL
87
BISRI MUSTOPA
CUGENANG
195
DENI HENDRIK
CIKADU
88
ANON MULIDAH
CUGENANG
196
JAELANI
CIKADU
89
AYI HIKMAT PERMANA
CUGENANG
197
ROPANDI
CIKADU
90
EKA HERU HADIYANTO
CUGENANG
198
YAHYA JALIL S.Pd
CIKADU
91
IRWAN PAMUNGKAS
CUGENANG
199
DABI BIN TATANG
CIKADU
92
DEDI NASRUDIN, SH
CIKALONGKULON
200
ASEP SURYA PURNAMA G
CIKADU
93
DEDI SUHENDI
CIKALONGKULON
201
RUSDI RUSWANDI
CIKADU
94
RULI BAKHTIAR R.S S.Pd
CIKALONGKULON
202
DADANG FAISAL
CIKADU
95
SUHERMANSYAH
CIKALONGKULON
203
ASEP SAEFUL MALIK
HAURWANGI
96
TEDI EDIANA
CIKALONGKULON
204
ENDANG HIDAYAT
HAURWANGI
97
RUDI RAHMAN, S.Pd
CIKALONGKULON
205
YAYAT HIDAYAT
HAURWANGI
98
DENI SANTIKA MAULANA, S.Pd
CIKALONGKULON
206
SYARIFURROHMAN, SH
HAURWANGI
99
NIKMAH HOERIYYAH
CIKALONGKULON
207
ANWAR DZAKI HIMAWAN, S.pd
HAURWANGI
100
E. RASDJA
SUKARESMI
208
NURODIN
HAURWANGI
101
RULLI PARDIANSYAH
SUKARESMI
209
YAYAH SAJIDIN, SH
HAURWANGI
102
YANA
SUKARESMI
210
SAFITRI ANDINI ALI, SE
HAURWANGI
103
ANI NURLAELA
SUKARESMI
211
NANAN HERMAWAN
PASIRKUDA
104
JALALUDIN
SUKARESMI
212
RENDI MULYADINATA, ST
PASIRKUDA
105
ERNA RAHMAWATI
SUKARESMI
213
HINDAN SUPIANDI, S.Pd
PASIRKUDA
106
AYI HUSEN TAUFIK
SUKARESMI
214
IWAN SETIAWAN, S.Pd
PASIRKUDA
107
DEDI AMBARI
SUKARESMI
215
MIPTAH
PASIRKUDA
108
DODI SOPYAN RAMDAN
SUKARESMI
216
IRAWAN HADI, S.Pd
PASIRKUDA

Nama-nama yang lulus penelitian berkas administrasi berhak mengikuti Test Tertulis, yang akan dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 30 April 2013, pada Pukul 08.00 Wib, bertempat di Gedung KORPRI Kab. Cianjur, Jl. Raya Bandung (Sadewata-Cianjur), dengan ketentuan, sbb : (1) Berpakaian sopan & rapih; serta (2) Membawa alat tulis, & meja dada/ alas tulis. Dan kepada masyarakat, dapat memberikan tanggapan tertulis terhadap figur Calon Anggota Panwaslu kecamatan, yang ditujukan kepada Sekretariat Panwaslu Kabupaten Cianjur , Jl. Raya Bandung No. 74 Cianjur, Telp/Fax (0263) 262732, E-mail: panwaslu_cianjur@yahoo.com, atau sms ke 087 7777 003 087.
(Nama pelapor akan dirahasiakan)

Cianjur, 27 April 2013
PANWASLU KAB. CIANJUR
KETUA

Ttd,

SAEPUL ANWAR, SS