CIANJUR, (KC).- Penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai menyebar di Kab. Cianjur. Dalam sebulan terakhir saja berdasarkan data dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur sedikitnya 15 pasien positif terjangkit DBD. Perlu kewaspadaan untuk pencegahan terhadap penyebaran penyakit yang mematikan itu.

Menurut Kepala Ruang Arben RSUD Cianjur, Itang Hidayat, dari 15 pasien yang dinyatakan terjangkit DBD tersebut keluhan utamanya adalah mengalami panas tinggi disertai nyeri sendi. "Gejalanya pasien mengalami panas tinggi dan mengeluhkan nyeri sendi. Tapi untuk memastikannya harus diambil darah untuk diperiksa di laboratorium," kata Itang, Minggu (31/3/2013).

Melihat kondisi tersebut, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya. Dengan menjaga kebersihan diharapkan penyebaran jentik nyamuk Aedes Aegepty tidak menyebar luas. "Kuncinya sebenarnya adalah PHBS (Prilaku Hidup Bersih dan Sehat), selain itu harus pula memggiatkan 3 M (menguras, mengubur, dan menutup).  Nyamuk penyebab DBD ini lebih suka berada di air bersih," katanya.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Agus Haris mengatakan, jumlah penderita DBD pada 2012 mencapai 100 orang dengan satu orang meninggal dunia, sedangkan pada 2011 mencapai 200 orang. Meskipun begitu, tingkat penyebaran DBD di Kabupaten Cianjur masih tergolong rendah dibandingkan Kabupaten/Kota Bogor.

"Penyebaran DBD ini memang harus selalu diantisipasi dengan PHBS. Selama ini ada tiga wilayah yang endemik penyebaran DBD, yakni Kecamatan Cianjur, Ciranjang, serta Karangtengah. Kita selalu memberikan penyuluhan sebagai langkah antisipasi untuk pencegahan terhadap penyebarannya," katanya.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat, jika sampai ada masyarakat yang sakit dengan gejala-gejala demam tinggi dan tidak kunjung turun serta nyeri persendian segera dibawa ke Puskesmas, Rumah Sakit atau dokter. Karena jika sampai ternyata penyakit tersebut DBD dan telat penanganannya akan berakibat fatal.

"Kasus DBD yang berakibat fatal seringkali terjadi lantaran terlambat mendapatkan penanganan. Masyarakat juga harus cepat jika menderita sakit dengan gejala-gejala seperti DBD dibawa untuk berobat. Ini merupakan salah satu langkah untuk pencegahan lebih dini," katanya (KC-02)**.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.