CIANJUR, (KC).- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kab. Cianjur saat ini tengah membangun beberapa rumah singgah atau rumah tinggal di sekitar areal situs megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kec. Campaka, Kab. Cianjur. Pembangunan tersebut terkait dengan semakin meningkatkatnya jumlah pengunjung ke situs Gunung Padang terutama pengunjung yang berasal dari luar negeri.

Kepala Disbudpar Kab. Cianjur, Teddy Artiawan mengatakan, untuk tahap awal pembangunan rumah tinggal (home stay) tersebut baru bisa dilaksanakan sekitar 10 unit rumah. Rumah tersebut merupakan rumah masyarakat setempat yang dibangun sesuai dengan standar untuk home stay.

"Desainnya dari kita yang mengatur, rumahnya tetap milik dari masyarakat setempat. Kita hanya membantu mengarahkan agar rumah yang dijadikan home stay memenuhi standar, baik tempat tidurnya maupun WCnya. Sehingga jika ada turis yang ingin menginap tidak sulit mencari tempat, tinggal datang kerumah warga yang telah kita jadikan home stay," katanya.

Pembangunan home stay tersebut baru bisa dilaksanakan di 10 unit rumah milik warga. Kedepanya akan terus diupayakan seiring dengan penataan kawasan situs Gunung Padang. "Rumah tinggal itu disetting adat sunda dijadikan home stay. Rumah yang panggung dipertahakan diberibantuan kasur, closet, agar rumah itu ada kamar minimal satu. Sehingga ada tamu ingin menginap bisa tinggal. Targetnya sebanyak mungkin, karena tamu semakin bertambah. Termasuk water closed harus bagus dan standar bule, karena banyak yang nginap adalah orang bule," katanya.

Selain membangun rumah tinggal, pihaknya juga tengah berupaya agar pemerintah desa setempat membuat Peraruran Desa (Perdes) tentang pengelolaan Gunung Padang. Pelakunya adalah elemen masyarakat setempat. "Selama ini Pemda hanya pembina. Seperti kelompik penggerak priwisata, pembinanya Kades, Ketuanya masyarakat. Ada juga juru pelihara (jupe) yang memelihara Gunug Padang dibawah pembinaan dari BP3S Serang, ada juga PNPM mandiri pariwisata, semuanya orang lokal disana terutama kompebar, tidak ada urang luar. Ini suatu bukti pemberdayaan kearifan lokal," tegasnya.

Semua itu dilakukan tidak lain untuk meningkatkan ekonomi masyarakat lokal agar berdaya. Diharapkan masyarakat bisa sejahtera. "Kerifan lokal lainya meningkatkan budaya dan seni lokal diantaranya Cianjuran, jaepongan, calung, semuanya sudah kita bina dan alatnya juga kita belikan melalui PNPM dibawah binaan Pemda Cianjur," katanya (KC-02)**.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.