CIANJUR, (KC).– Sebagai bentuk antisipasi terjadinya tsunami di tiga wilayah kecamatan di Cianjur selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, menyiapkan sebanyak 60 relawan terlatih. Mereka ditempatkan ditiga wilayah kecamatan yang rawan akan terjadinya tsunami.

Kepala BPBD Kab. Cianjur Asep A Suhara melalui Sekretarisnya Ahmad Syamsudin mengatakan, tiga kecamatan yang dinilai rawan terkena tsunami yakni Kecamatan Argabinta, Sindangbarang, dan Cidaun. Perlu kesiapsiagaan sebagai bentuk antisipasi ditiga wilayah kecamatan tersebut.

"Kita sengaja merekrut relawan mitigasi tsunami untuk ditempatkan di tiga lokasi di Cianjur selatan yang dinilai rawan terkena dampak bencana tsunami. Karena, tiga kecamatan tersebut memang berpotensi terkena tsunami berdasarkan pemetaan yang dilakukan BPBD Kabupaten Cianjur, terhadap wilayah-wilayah rawan bencana alam. Ketiga kecamatan tersebut masuk zona merah rawan tsunami," kata Ahmad Syamsudin, Minggu (12/5/2013).

Tiga kecamatan yang rawan akan dampak tsunami itu berada tepat di pesisir perairan Samudera Hindia. Dengan demikian tsunami sangat mungkin terjadi jika terjadi gempa diwilayah Samudra Hindia. "Perekrutan relawan mitigasi tsunami ini merupakan langkah awal sambil menunggu persiapan awal sebelum bantuan dari pemerintah pusat berupa alat deteksi dini tsunami dipasang di beberapa titik di bibir pantai sepanjang 75 kilometer di Cianjur selatan," katanya.

Dikatakan Ahmad Syamsudin, bencana terutama gempa yang merupakan pemicu terjadinya tsunami tidak dapat diprediksi dengan alat secanggih apa pun. Untuk itu persiapan antisipasi harus sedini mungkin dilakukan agar tidak sampai terjadi korban jiwa. "Memang tidak murah untuk pengadaan alat deteksi dini tsunami. Satu alat saja bisa mencapai  Rp5 miliar. Kami sedang menunggu bantuan itu dari pemerintah. Tapi langkah awal kami melatih relawan untuk menjadi garda terdepan penyelamatan masyarakat sebelum terjadi tsunami,” ujarnya.

Para relawan yang telah direkrut tersebut  memiliki kemampuan dalam mitigasi tsunami. Selain itu, nantinya, para relawan tersebut mendapatkan pelatihan khusus dengan tujuan agar para relawan siap membantu dan menyelamatkan masyarakat ketika bencana khususnya tsunami terjadi.
"Apabila suatu saat ada informasi gempa dari BMKG yang dikomunikasikan melalui ponsel maupun alat komunikasi lainnya, para relawan ini dalam keadaan waspada dan siap siaga,” terangnya.

Setelah mendapatkan pembekalan, para relawan tersebut akan langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya didaerah yang rawan atau berpotensi terjadinya tsunami. Hal itu dilakukan agar masyarakat segera melakukan evakuasi bila tsunami benar-benar terjadi. Selain itu, mereka juga akan memandu masyarakat melakukan evakuasi dengan cepat dan tepat ke tempat yang aman.

"Yang tidak kalah pentingnya para relawan ini memiliki jiwa sosial yang tinggi dan berbadan sehat. Mereka akan langsung menjalankan tugas tanpa meminta upah karena itu indikator kami merekrut mereka menjadi relawan mitigasi tsunami,” kataya.

Sebelumya, Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep A Suhara mengatakan, setidaknya dibutuhkan lima alat pendeteksi dini tsunami sebagai peringatan dini kepada warga yang tinggal di ketiga wilayah kecamatan dipesisir pantai Cianjur selatan. Pihaknya juga berencana akan membangun jalur evakuasi agar mempermudah masyarakat menyelamatkan diri jika terjadi tsunami.

"Kita juga berencana mendirikan menara pengawas untuk mengetahui ketinggian ombak di sepanjang pantai yang ada di tiga kecamatan diwilayah Cianjur selatan. Saat ini kami menunggu kepastian dan MoU dari BPBD dan BNPB yang rencananya akan menggelontorkan dana sebesar Rp10 miliar,” ungkapnya (KC-02/rs)**.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.