CIANJUR, [KC].- Meski Pemerintah belum menaikkan harga Bahan Bakar Minyak, namun harga jual BBM diwilayah pantai pesisir selatan Cianjur sudah mengalami kenaikan. Kondisi tersebut sangat dikeluhkan oleh para nelayan yang sehari-harinya melaut dan mengandalkan pasokan BBM.

Seperti yang diungkapkan seorang nelayan Pantai Jayanti, Rahmat, (50) kenaikan harga BBM belakangan ini dirasakan sangat berat bagi para nelayan. "Untuk nelayan kecil terpaksa membeli BBM dari pengepul dengan harga mahal. Di tingkat pengepul, BBM dihargai lebih mahal sekitar Rp6 ribu hingga Rp6.500 per liter,” kata Rahmat, Selasa (4/6/2013).

Dikatakan Rahmat, kebutuhan BBM bagi para nelayan terbilang tinggi. Setiap nelayan per harinya rata-rata menghabiskan BBM untuk sekali melaut mencapai 20 liter solar. Melihat harga melangit ditingkat pengepul, para nelayan ada diantaranya yang memaksa membeli BBM di SPBU.

"Hanya saja masih terkendala urusan dokumen yang harus diurus ke kepolisian, walaupun bisa mendapatkan harga murah. Karena kalau tidak ada izin, pihak SPBU tidak bisa memberikan bahan bakar, apalagi kalau jumlahnya cukup banyak," katanya.

Dadanga (45) nelayan lainya juga mengungkapkan hal serupa.Mahalnya harga BBM, tidak seimbang dengan kondisi tangkapan ikan yang dihasilkan para nelayan. Karena, dalam beberapa pekan terakhir, tangkapan ikan cenderung minim dihargakan pengepul. “Pengumpul ikan, tidak bersedia menaikkan tawaran harga meskipun ongkos produksi naik, nelayan yang jadi korban dan merugi," katanya.

Meski hasil tangkapnya dihargai tidak naik seperti harga BBM terpaksa mereka jual. Bahkan demi memenuhi kebutuhan hidup setiap harinya, para nelayan tidak sedikit menjual perabotannya dan berhutang untuk sekedar makan. "Ada juga yang terpaksa mencari pekerjaan lain, seperti menjadi kuli bangunan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tidak bisa ditunda," tegasnya.

Para nelayan berharap agar pemerintah bisa memberikan kebijakan terkait harga BBM. "Kami berharap pemerintah peduli terhadap nasib kami para nelayan. Karena kalau kondisi harga BBM mahal, para nelayaan dipastikan banyak yang tidak akan melaut," katanya [KC-02]**.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.