CIANJUR, [KC].- Ratusan massa gabungan yang mengatasnamakan diri Front Pembela Islam (FPI) dan Gempa (Gerakan Penyelamat Aqidah) mendatangi Mapolres Cianjur, Kamis (13/6/2013). Mereka datang dengan mengendarai sepeda motor dan mobil itu sebagai buntut dari insiden pemukulan terhadap seorang santri yang diduga dilakukan oleh oknum anggota polisi.

Massa mendesak oknum anggota polisi tersebut diproses secara hukum, dan prosesnya dilakukan secara adil dan transparan. Selain itu, massa juga mendesak sejumlah santri yang ditahan karena terlibat insiden keributan dengan sejumlah anggota polisi beberapa waktu lalu segera dibebaskan.

Sebelumnya, aksi razia minuman keras yang dilakukan pihak FPI beberapa waktu lalu dikabarkan diwarnai insiden keributan. Namun pihak Polres Cianjur hingga saat ini tidak bersedia memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.

Namun dari informasi yang berhasil dihimpun, usai razia yang dilakukan massa FPI tersebut terjadi keributan antara polisi dengan sejumlah anggota FPI yang berujung pada insiden pemukulan.

"Polisi itu wajib melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat, namun ini malah santri yang seorang warga dipukuli. Mana fungsi polisi itu," ujar salahseorang pengunjukrasa dalam orasinya.

Kordinator aksi, Ustad Ujang Majudien menegaskan, selain mendesak penanganan kasus tersebut, pihaknya juga mendesak aparat kepolisian dan pihak terkait di Pemkab Cianjur segera melakukan penertiban dan penindakan terhadap para pelaku pekat (penyakit masyarakat).

"Kami mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum segera menutup tempat-tempat hiburan malam karena di sinyalir rentan dijadikan tempat prostitusi dan kemaksiatan lainnya," ungkapnya.

Jika yang dituntutkannya tidak diindahkan oleh aparat dan pihak terkait, pihaknya mengancam akan melakukan opsih (operasi bersih, red) Pekat secara terus menerus tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak pemerintah maupun aparat terkait.

Sementara Kabag Ops Polres Cianjur, Kompol Hilman Muslim mengatakan, pihaknya mengapresiasi apa yang disampaikan oleh massa FPI dan Gempa itu, dan berjanji akan menindaklanjuti aspirasi dari para para pengunjukrasa tersebut.

Sementara terkait insiden pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota, pihaknya telah memerintahkan Propam untuk melakukan penyelidikan terkait hal tersebut guna mencari duduk persoalan yang sebenarnya.

"Kita tidak akan menutup-nutupi, kita terbuka, saya sudah perintahkan kasie propam untuk menangani hal ini," ujarnya [KC-02/ft]**.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.