Beberapa imigran yang pernah diamankan oleh Polres Cianjur/dok
CIANJUR, [KC].-  Memasuki hari ketiga, Minggu (29/9) tenggelamnya kapal yang mengangkut para imigran diperairan Pantai Cikole Desa Sinarlaut Kecamatan Agrabinta Kabupaten Cianjur, Tim gabungan Search And Rescue (SAR) kembali  berhasil menemukan 7 jenazah imigran. Dengan demikian sudah 28 jenazah yang ditemukan atas karamnya kapal yang mengangkut para imigran.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, penemuan jenazah para imigran tersebut tidak sekaligus bersamaan. Jenazah pertama ditemukan sebanyak dua orang pada Sabtu (28/9) sekitar pukul 23.00 WIB berjenis kelamin laki-laki. Seorang masih anak-anak dan satunya lagi laki-laki dewasa. Penemuan selanjutnya pada Minggu (29/9) pagi, jenazah imigran berjenis kelamin perempuan dewasa.

Sementara empat jenazah lagi ditemukan oleh tim SAR gabungan secara berturut-turut. Empat jenazah itu berhasil ditemukan di perairan Cisalatri dan Cisokan. Lokasinya sekitar 10 kilometer arah timur lokasi pertama ditemukan korban di perairan Pantai Cikole. Jenazah-jenazah tersebut selanjutnya di evakuasi ke Puskesmas Agrabinta dan selanjutnya dibawa ke RSUD Cianjur sebelum dikirim ke RS Polri Kramat Jati Jakarta.

Danramil Agrabinta Kapten Inf Wisnu mengatakan, dua jenzah berjenis kelamin laki-laki imigran itu ditemukan di sekitar Muara Cisokan atau sekitar 2 kilometer dari lokasi pesisir Pantai Cikole. Demikian juga jenazah perempuan yang ditemukan pada Minggu pagi tidak jauh dari lokasi ditemukan kedua jenazah laki-laki yang ditemukan sebelumnya.

"Jenazah para imigran yang ditemukan itu kami evakuasi ke Puskesmas Agrabinta selanjutnya dibawa ke RSUD Cianjur sebelum dibawa ke RS Polri Jakarta. Kondisinya sudah mulai membengkak," kata Wisnu.

Wakil Ketua Bidang Kebencanaan dan Relawan PMI Kabupaten Cianjur, Rudi Syachdiar Hidajath mengatakan, pencarian terhadap para korban tenggelamnya kapal yang mengangkut para imigran tersebut terkendala cuaca laut yang kurang bersahabat. Tingginya gelombang laut yang mencapai hingga 3-4 meter membuat tim SAR melakukan pencarian dengan menyisir bibir pantai.

"Kondisi cuaca sangat berpengaruh dalam proses pencarian korban yang kami duga masih ada. Gelombang lautnya cukup tinggi, mencapai 3-4 meter. Sangat berisiko jika dipaksakan melakukan pencarian ditengah laut, sehingga pencarian dilakukan dengan menyisir bibir pantai," katanya.

Untuk mendukung pelaksanaan evakuasi terhadap korban tenggelamnya kapal yang mengangkut para imigran tersebut, PMI Cianjur menerjunakan sedikitnya 15 relawan yang sudah terlatih. Mereka telah dibekali kemampuan terutama dalam melakukan evakuasi korban meski dalam cuaca yang kurang bersahabat.

Pihaknya juga belum bisa memastikan sampai kapan pencarian terhadap para korban tenggelamnya kapal itu dilakukan. "Kita maksimalkan saja pencarian terhadap para korban yang mungkin masih ada, sampai kapan, kita menunggu intruksi. Intinya kita siagakan relawan jika sewaktu-waktu dibutuhkan," tegasnya [KC-02]***.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.