CIANJUR, [KC].- Gejala alam seperti halnya gempa bumi merupakan pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang disebabkan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa Bumi akan terjadi.

Demikian salah satu bagian dari sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dan Peningkatan katahanan masyarakat di Jawa Barat yang dilaksanakan Internasional Organization for Migration (IOM) wilayah Jawa Barat. Organisasi tersebut tengah menjalankan program di tujuh kabupaten selama dua tahun sejak Mei 2012 hinga Mei 2014.

Program yang didanai Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) dan bekerjasama dengan BNPB serta BPBD adalah wujud kontribusi IOM untuk mengurangi kerentanan dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana alam khususnya di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Agus perwakilan IOM wilayah Jawa Barat menjelaskan, salah satu programnya dalam mengadakan sosialisasi pengurangan risiko bencana diantaranya berupa gelar cerdas cermat untuk tingkat sekolah menengah pertama se-Kecamatan Cianjur dan Ular Tangga. Kegiatan Siaga bencana ini digelar dilingkungan parkir Pendopo Pemkab Cianjur sekaligus dalam rangka peringatan Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional 2013 dan Hari Anak Nasional 2013.

Dalam kegiatan perlombaan Ular Tangga dengan mensosialisasikan Sekolah Siaga Bencana (SSB) mengambil tema, "Pengurangan Risiko Bencana (PRB) , Investasi Ketangguhan Bangsa". "Melalaui kegiatan ini diharapkan para siswa/i yang mengikuti perlombaan mampu menyerap ilmu tentang berbagai gejala serta antisipasi adanya bencana alam dan kebakaran yang terjadi di sekitar lingkungan mereka sendiri," kata Agus..

Perlombaan cerdas cermat tingkat sekolah menengah pertama se-Kecamatan Cianjur diikuti oleh 8 sekolah. Demi suksesnya kegiatan, IOM bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan PMI Cianjur. Mereka memberikan konsep pengetahuan untuk para peserta lomba. Pertanyaan dari juri yang harus dijawab seputar bencana alam serta proses antisipasi juga cara-cara tanggap darurat yang harus diikuti.

Seorang siswa, Sauki dan Anugrah kelas 6 siswa SDN 2 Salakopi yang mengikuti perlombaan Ular Tangga Sekolah Siaga Bencana sangat senang adanya kegiatan tersebut. Disamping senang dan menambah ilmu pengetahuan tentang apa itu bencana alam, gejala yang akan dimulai serta simulasi tentang apa yang pertama kali harus dilakukan oleh semua siwa yang mengikuti. Begitu halnya, Eka, tim pendamping sekaligus wali kelas. Bermain sambil belajar terhadap kepekaan para siswa terhadap bencana alam. Sekalipun waktu yang diselenggarakan hanya sebentar.

Wulan bersama Ismail anggota PMI Cianjur relawan, lakukan simulisasi dan sosialisasi siaga bencana dengan membentangkan gambar dengan pola siaga bencana yang didalamnya disusun beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh para siswa sampai pada penyelesaian yang harus dilakukan oleh enam sekolah dasar se-Kecamatan Cianjur.

Adapun para juara perlombaan cerdas cermat tingkat sekolah menengah pertama, untuk juara pertama diraih oleh SMPN 2 Cianjur, juara kedua SMPN 1 Cilaku dan juara ketiga diraih oleh SMPN 3 Cianjur. Untuk juara perlombaan Ular Tangga Siaga Bencana , juara pertama diraih oleh SDN Ibu Dewi 4, juara kedua SDN Sayang 3 dan untuk juara ketga direbut oleh SDN Ibu Dewi 2. Mereka masing mendapatkan piala dan hadiah lainnya yang sangat menarik [KC-02]***.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.