CIANJUR, [KC],- Lampu Gentur sejenis lampu hias produksi asli masyarakat Kampung Gentur Desa Jambudipa Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur tembus pasar internasional. Lampu yang berbahan dasar kuningan dan kaca itu sudah merambah kedaerah Singapura dan Turki.

Siti Mulyati (36) seorang pengrajin Lampu Gentur warga Kampung Gentur RT 03/RW 06, Desa Jambudipa, Kecamatan Warungkondang mengungkapkan, produksi lampu Gentur yang dibuat dirinya bersama para pengrajin lainnya, selain untuk memenuhi pasar lokal juga memenuhi pesanan dari luar negeri. Biasanya pesanan dari luar negeri itu meningkat pada bulan-bulan tertentu.

"Saat ini memang pasar kita tidak ahanya memenuhi pesanan pasar lokal, kita sudah mengekspor ke manca negara seperti Singapura dan Turki. Biasanya bulan Juni-Juli dan libur natal dan tahun baru pesanan ke luar negeri itu meningkat," kata Siti saat ditemui di sentra pameran Cianjur UMKM Festival 2013 Bergerak di lapang Yogja Departemen Store Jalan Arief Rahman Hakim, Rabu (2/9).

Dikatakan Siti, untuk pengiriman keluar negeri dalam satu bulan biasanya mampu mengirim sekitar satu kontainer atau taksiran omset mencapai Rp 400 juta. Kebanyakan lampu Gentur yang diekspor tersebut merupakan lampu untuk pemenuhan kebutuhan keluarga.

"Kebanyakan lampu hias dan lampu-lapu dalam rumah. Tapi kami melayani berdasarkan pesanan. Kalau konsumen menginginkan lampu sesuai dengan keinginannya kita akan produksi. Tapi pasar keluar negeri kebanyakan lampu hias untuk kebutuhan rumah tangga," katanya.

Sementara untuk pasar lokal, lampu Gentur ini memiliki pasar dikawasan wisata Puncak dan daerah Bali. Daerah wisata tersebut merupakan pasar utama bagi pemasaran lampu Gentur. "Yang di Bali kebanyakan pekerjanya orang Gentur, tapi pengusahanya orang luar. Ini memang sangat disayangkan, kami memiliki tenaga ahli, tetap saja yang berkuasa yang punya duit," kata Siti.

Untuk memasarkan lampu Gentur, pihaknya dan para pengrajin lainnya juga membuka geleri lampu Gentur di tempat asal lampu Gentur yakni di Kampung Gentur Desa Jambudipa Kecamatan Warungkondang. "Ini sebagai upaya kami agar keberadaan kami itu ada dan diakui. Kami masih berharap pemerintah bisa membantu kami para pengrajin khususnya mematenkan produksi kami," harapnya.

Mengenai harga jual, lampu Gentur bisa diperoleh dengan kisaran harga mulai Rp 70 ribu sampai Rp 4 juta bahkan lebih. Mahal dan murahnya tergantung tingkat kerumitan dalam membuat. "Semakin rumit cara membuatnya akan berpengaruh terhadap harga jualnya," tegas pengrajin yang menjadi pengepul pengrajin lainya itu.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cianjur Ridwan Ilyasin mengatakan, untuk membantu pemasaran produksi lampu Genyur yang telah menjadi icon kampung Gentur, pemerintah tengah menyiapkan bangunan galeri yang lokasinya diwilayah Kecamatan Warungkondang.

"Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah akan keberlangsungan produk lokal. Apalagi kalau produk itu sudah mendunia, tentu harus dibina dan dibantu dalam pemasarannya. Adanya galeri ini diharapkan masyarakat yang ingin mendapatkan produk-produk Gentur tinggal datang ke galeri," katanya  [KC-02]***.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.