Wakil Bupati Cianjur Suranto menghadiri pemebenukan WPA
CIANJUR, [KC].- Sedikitnya 370 warga Cianjur teridentifikasi terjangkit  HIV/AIDS. Jumlah tersebut terdata sejak 2001 hungga 2013. Dari jumlah itu 60 orang diantaranya meninggal akibat penyakit yang hingga kini belum ada obatnya itu.

"Untuk tahun lalu jumlah temuan ada sekitar 44 orang. Sedangkan di tahun ini hingga November baru 30 orang. Dari jumlah itu kebanyakan penderita berada di wilayah Pacet, Cipanas, dan Jangari di Kecamatan Mande," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kab. Cianjur H. Hilman disela kegiatan Pembentukan Warga Peduli Aids (WPA) di Desa Mekargalih, Kecamatan Cikalongkulon, Rabu (20/11).

Dikatakan H. Hilman, penularan HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur paling tinggi disebabkan akibat hubungan seksual yang bebas sampai pada 88 persen. Sedangkan sisanya disebabkan jarum suntik, yakni 11 persen dan penularan dari ibu kepada anaknya, yakni 1 persen.

"Penularan dengan hubungan seks bebas ini artinya dilakukan dengan berganti-ganti pasangan, lelaki seks lelaki, dan melakukan hubungan seks dengan waria," kata H. Hilman.

Pembentukan WPA
Untuk memutus mata rantai penyebaran HIV/AIDS, salah satu langkah yang dilakukan KPA Kabupaten Cianjur adalah pembentukan Warga Peduli Aids (WPA). Setidaknya 150 warga dari lima desa diberbagai wilayah kecamatan ikut dalam pembentukan WPA.

H. Hilman, menargetkan pada tahun 2013 ini sudah terbentuk WPA di lima desa, yakni Kelurahan Sayang di Kecamatan Cianjur, Desa Bobojong di Kecamatan Mande, Desa Mekargalih di Kecamatan Cikalong Kulon, Desa Gadog dan Desa Cipendawa di Kecamatan Pacet. Anggotanya terdiri dari kader Posyandu, PKK, tokoh agama, pemuda dan masyarakat.

"Tapi kami lebih sasarkan kepada peserta ibu-ibu karena, kategori ini rentan terkena HIV/AIDS dan jumlahnya juga di Cianjur mulai meningkat. Dengan adanya WPA ini minimalnya masyarakat mengetahui pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus mematikan itu," kata H. Hilman.

Wakil Bupati Cianjur yang juga selaku Dewan Pembina KPA Cianjur H. Suranto mengatakan, penularan HIV/AIDS kini mulai menyerang ibu rumah tangga. Hal itu disebabkan pasangan para ibu rumah tangga ini memiliki perilaku sering melakukan hubungan seks dengan berganti pasangan.

"Persentase ibu rumah tangga mengalami peningkatan, yakni 28 persen. Sedangkan penderita HIV/AIDS kategori untuk wanita penjaja seks sebanyak 24 persen," kata H. Suranto yang juga berprofesi sebagi dokter

Pembentukan WPA oleh Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Cianjur ini diharapkan bisa menekan angka penderita HIV/AIDS. WPA ini beranggotakan kader posyandu, PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ibu-ibu yang peduli.

"Upaya pencegahan tak bisa berjalan maksimal tanpa ada kesadaran dan kepedulian masyarakat itu sendiri. WPA ini diharapkan bisa menekan angka penderita HIV/AIDS Target KPA Cianjur sendiri hingga tahun 2015 minimal usia 15 sampai 35 mengetahui apa itu HIV/AIDS dan bahayanya, dan jumlah penderita Aids dapat dikurangi,” tegas Suranto [KC-02]***.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

1 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.