CIANJUR [KC].- Tersangka penculik mahasiswa Akademi Kebidanan (Akbid) Cianjur, R (30) warga Jalan Siliwangi, Gang H Marzuki RT 2/6 Desa Kebon Jati, Kecamatan Cikole, Sukabumi tewas setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan di IGD RSUD Cianjur, Jum'at (20/12). Pelaku sebelumnya telah menculik S (19) mahasiswi Akbid dengan meminta tebusan Rp130 juta kepada orangtua korban, namun baru dipenuhi Rp5,6 juta.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, tersangka ditangkap penyidik Polres Cianjur saat tengah menggunakan toyota Avanza warna biru bersama dengan korbannya yaitu S (19) di daerah tol jagorawi Bogor pada Jum'at (20/12) siang. Saat itu begitu ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Cianjur untuk menjalani pemeriksaan.

Belum diketahui persis penyebabnya, tiba-tiba sekitar pukul 19.45 WIB sejumlah penyidik melarikan pelaku ke IGD RSUD Cianjur dalam keadaan terluka parah dibagian leher. "Berdasarkan catatan dibuku register, dia (pelaku) masuk ke IGD RSUD pada pukul 19.45 WIB. Tapi rupanya tidak berlangsung lama, pelaku meninggal dunia meski sempat mendapatkan penanganan medis," kata Kepala Kamar Mayat RSUD Cianjur, Udin Wahyudin saat dihubung Minggu (22/12).
           
Udin mengaku, keesokan harinya Sabtu (21/12) pihaknya mendapat perintah dari pihak Polres Cianjur, untuk melakukan autopsi terhadap jenazah R yang merupakan pelaku penculikan mahasiswa Akbid Cianjur. "Dari hasil autopsi diketahui kalau penyebab kematiannya akibat tusukan benda tajam yang menyebabkan luka selebar luka 2 cm dengan kedalaman 7 cm. Benda tajam yang menusuk leher tersebut mengenai pembuluh darah arteri atau urat nadi sehingga mengakibatkan  pendarahan hebat hingga menyebabkan meninggal dunia," katanya.

Selain luka pada bagian leher, terdapat juga luka memar ditubuh korban, pelipis, ‎​pipi dan mata sebelah kanan.

Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti, membenarkan, R tewas beberapa jam setelah berhasil ditangkap. R tewas setelah sebelumnya sempat dilarikan ke RSUD Cianjur untuk diberikan pertolongan medis.

"Saat itu tersangka melakukan pencobaan bunuh diri diruangan penyidik. Tapi untuk detailnya saya akan menjelaskan dan menerangkan terjadinya kejadian yang dialami tersangka penculikan itu besok (hari ini) di Mapolres Cianjur karena memang banyak wartawan yang menanyakan masalah ini," ujar Dedy terpisah.

Komisioner Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Siane Indriani, mengatakan, kematian R sesaat setelah ditangkap akan menjadi perhatiannya. Pihaknya akan mengusut tuntas penyebab kematian R. "Kita akan mengusut masalah kematian R ini, jika ternyata pelakunya oknum aparat penegak hukum, harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku," katanya.

Selain itu pihaknya juga akan mengusut adanya tindakan oknum aparat yang berlebihan dalam proses pemeriksaan terhadap tersangka.
"Jangan sampai ada oknum polisi yang melakukan tindakan main hakim sendiri dibiarkan begitu saja. Semuanya harus mengedepankan proses hukum. Untuk mengungkapnya jenazah harus dilakukan autoposi, agar jelas penyebab kematiannya apa. Jika memang pelakunya oknum aparat seharusnya segera ditindak sesuai hukum yang berlaku," katanya [KC-02]***.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.