CIANJUR, [KC].- Pencarian korban terbawa banjir bandang yang terjadi di Desa Cidamar Kec. Cidaun Kab. Cianjur masih terus dilakukan. Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Cianjur, Polisi, TNI dan masyarakat hingga Kamis (5/12) masih menyisir seputar pantai Cidaun. Hingga siang hari kedua korban belum berhasil ditemukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Cianjur mengatakan, pencarian terhadap dua orang warga masih difokuskan disepanjang aliran sungai yang mengarah ke pantai. Namun hasil pencarian yang dilakukan belum berhasil menemukan korban.

"Kita berusaha semaksimal mungkin, hari ini (kemarin) kita menyisir pantai. Ada kemungkinan korban terbawa arus ke pantai. Tapi tidak menutup kemungkinan juga korban tergulung sampah bercampur lumpur. Makanya kita melakukan pencarian," kata Asep saat dihubungi Kamis (5/12).

Selain melakukan pencarian terhadap korban yang terbawa arus, pihaknya juga fokus kepada penanganan para korban pasca terjadinya banjir bandang. Hasil dari pendataan terakhir sedikitnya 16 rumah mengalami rusak berat, satu rumah rusak ringan dan 20 hektar tanaman padi di sawah rusak akibat terendam.

"Rumah yang kita kategorikan rusak berat itu adalah rumah yang hanyut diterjang banjir. Sedang rumah yang rusak ringan yang masuk dalam kategori masih ada rumahnya dan mengalami kerusakan dibeberapa bagian," katanya.

Sementara jumlah warga yang menjadi korban banjor bandang tersebut mencapai 44 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 134 jiwa. "Mereka berasal dari Kampung Cisalak, Bobojong, Babakan Desa Cidamar. Saat mereka mengungsi ditempat sanak saudaranya yang lebih aman," tegasnya [KC-02]***.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.