ilustrasi
PERINGATI hari anti korupsi, sejumlah elemen mahasiswa di Cianjur menggelar aksi unjukrasa disejumlah tempat. Merekapun bahkan membawa seekor tikus putih sebagai simbul koruptor.

Berdasarkan pantauan, aksi para mahasiswa tersebut pertama terpantau di areal tugu Ngaos, Mamaos dan Maenpo diperempatan arah Jalan KH. Abdullah bin Nuh. Para mahasiswa melakukan orasi tentang perlawanan terhadap tindakan korupsi. Bahkan mahasiswa juga sempat menggelar aksi teatrikal yang sempat menyedot perhatian para pengguna jalan.

Selesai menggelar aksi di bundaran tugu Ngasos, Mamaos dan Maenpo, para mahasiswa melanjutkan aksinya menuju gedung DPRD Cianjur yang berjarak sekitar 3 kilometer dengan berjalan kaki. Di sepanjang perjalanan, mereka tak henti-hentinya menggelar orasi. Setibanya di gedung DPRD Cianjur di jalan KH. Abdullah bin Nuh mereka juga menggelar orasi.

"Hukum di Indonesia itu sepertinya hanya berlaku bagi kalangan bawah, ibarat tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Kebanyakan hanya menyentuh kalangan bawah saja, sementara kalangan elite seperti tidak tersentuh," kata koordinator lapangan, Miftah disela aksi.

Para mahasiswa meminta agar kasus korupsi yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan Negeri maupun Polres Cianjur segera dituntaskan. "Termasuk kasus dugaan korupsi Mamin Gate," tegasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Gatot Subroto yang berkesempatan menerima para pendemo, menyatakan sikap serupa. Ketua DPRD dari Partai Demokrat itu setuju jika dugaan tindak pidana korupsi harus diberantas.

"Saya sependapat, kalau ada dugaan tindakan korupsi itu harus diusut dan tentunya akan ditangani pihak-pihak aparat hukum. Kalaupun di Cianjur ada kasus dugaan tindak pidana korupsi, tentunya harus ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Gatot.

Sementara itu, sebelumnya sempat tersiar kabar bahwa akan ada aksi demo ke kantor Panwaslu Kab. Cianjur di Jalan Ariawiratanudatar. Tapi ternyata aksi demo yang dikabarkan akan mempersoalkan masalah penggiringan PNS untuk memenangkan salah satu caleg tersebut urung dilakukan tanpa alasan yang jelas.

Meski demikian tak urung aparat dari kepolisian terlihat berjaga-jaga disekitar lingkungan kantor Panwaslu Kab. Cianjur. Sampai akhirnya para aparat kepolisian itu membubarkan diri setelah mengetahui aksi demo urung dilakukan [KC-02]***.

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.