CIANJUR, [KC].- Buntut dari naiknya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kab. Cianjur yang signifikan, sebanyak 9 pengusaha yang semula bermaksud mau investasi ke Cianjur memilih hengkang. Investor tersebut dikabarkan memilih daerah lain yang UMKnya relatif masih dibawah dan sarana transportasi yang lebih mendukung.

Kabar hengkangnya para investor tersebut diakui Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kab. Cianjur H. Sumitra. Pihaknya mengaku mendengar informasi hengkangnya para investor tersebut setelah mengetahui kenaikan UMK Cianjur mencapai Rp 1,5 juta dari sebelumnya Rp 970 ribu.

"Memang ada kabar itu, tapi saya tidak tahu persis kebenarannya. Karena tidak tahu investor yang bermaksud berinvestasi itu siapa siapa. Yang pasti saya mendengar kabar seperti itu setelah mengetahui UMK Cianjur naik," kata Sumitra, Selasa (21/1).

Kalaupun informasi itu benar, lanjut Sumitra, cukup beralasan. Salah satu faktornya kemungkinan lantaran biaya transportasinya yang mahal. "Kami tidak tahu apakah karena biaya transportasinya yang mahal atau pertimvangan lain. Tapi untuk kepastianya sepertinya Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) yang lebih tahu," katanya.

Secara terpisah Kepala Kepala BPPTPM Kab. Cianjur Endang Suhendar, membantah adanya investor yang hengkang dari Cianjur setelah mengetahui kenaikan UMK yang cukup tinggi. Endang berkilah para investor tersebut menangguhkan untuk sementara investasinya bukan hengkang dari Cianjur.

"Bukan hengkang, tapi menangguhkan sementara waktu. Mereka masih membereskan investasinya diluar Cianjur. Tidak membatalkan tapi dipending sementara, karena mereka masih menyelesaikan pekerjaanya diluar Cianjur," kata Endang saat ditemui terpisah.

Dikatakan Endang, ada 9 pengusaha yang terpaksa mempending atau menangguhkan investasinya. Salah satu penyebabnya tidak terlepas akibat kenaikan UMK Cianjur. "Mereka belum memutuskan kapan akan berinvestasi kembali. Yang pasti para pengusaha tersebut sudah menyampaikan proposal dan sampai saat ini belum ditindak lanjuti kembali," kata Endang.

Pihaknya berharap, dampak dari kenaikan UMK tidak mempengaruhi iklim investasi di Cianjur. Karena saat ini investasi di Cianjur sangat mendorong untuk mengurangi pengangguran. "Kita tentu berharap investasi di Cianjur semakin meningkat meski UMK mengalami kenaikan," harapnya [KC-02]***.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.