CIANJUR, [KC].- Hujan yang mengguyur beberapa hari terakhir diwilayah Kab. Cianjur mengakibat sejumlah tempat terjadi bencana alam longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat sedikitnya dua kejadian longsor terjadi di Cianjur utara, Selasa (21/1).
Menurut Kepala BPBD Kab. Cianjur Asep Achmad Suhara, longsor pertama terjadi di jalan raya Cugenang tepatnya di Kampung Pos RT 01/RW 01 Desa Cijedil Kec. Cugenang. Tebing setinggi 10 meter tiba-tiba longsor dan sempat mengurug setengah bahu jalan. Akibat longsor tersebut arus lalu lintas yang menghubungkan Cianjur-Cipanas dan sebaliknya sempat tersendat beberapa saat. Selain itu juga terjadi pergeseran tanah di Kampung Cangkuang, Desa Cipanas, Kec. Cipanas.
"Longsor yang terjadi di Cugenang itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB setelah terjadi hujan yang terus menerus. Untuk menyingkirkan longsoran kami turunkan alat berat untuk mempercepat menyingkirkan material longsoran tanah dan batang pohon yang tumbang. Bersyukur tidak sampai ada korban jiwa," kata Asep.
Sedangkan pergeseran tanah di Kampung Cangkuang, lanjut Asep, terjadi Selasa (21/1), sekitar pukul 08.30 WIB. Menurutnya, pergerakan tanah itu sudah terjadi sejak Senin (20/1). Hanya saja pergerak tanah itu betambah parah setelah pagi harinya terus diguyur hujan dikawasan Cipanas.
"Laporan sementara yang kami terima ada lima rumah yang rusak akibat pergeseran tanah ini. Sedangkan rumah yang terancam cukup banyak sekitar 30 rumah. Kami juga telah kirim surat ke Badan Geologi untuk mengecek kondisi tanah di Kampung Cangkuang," katanya.
Diakui Asep, pergeseran tanah ini bukan untuk pertama kalinya terjadi. Sejak 2012 dan 2013 juga pergeseran pernah terjadi. Hanya belum separah saat ini. "Petugas kami yang ada di lapangan juga sudah mengevakuasi warga yang rumahnya rusak untuk ditempatkan di Wisma Depsos," ujarnya.
Selain dua kejadian itu, Asep juga menegaskan pergerakan tanah juga terjadi di RT 03/RW 03 Kampung Cigedogan, Desa mekarmulya, Kecamatan Cikalongkulon, Kab. Cianjur pada Selasa (21/1). Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, diperkirakan 40 rumah mengalami rusak berat dan ringan.
"Yang kejadian Cikalongkulon ini sebenarnya sudah sejak seminggu lalu, tapi waktu itu baru lima rumah yang mengalami rusak dan 25 rumah terancam. Seiring dengan intensitas hujan yang cukup tinggi rupanya kemali terjadi dan melebar," katanya.
Untuk menuju lokasi terjadinya pergerakan tanah di Cikalong cukup sulit, lantaran akses jalan menuju lokasi ikut amblas. Jalan tersebut amblas untuk kedua kalinya setelah dilakukan penimbunan ketika terjadi pergeseran tanah pertama kali di kampung tersebut.
"Kami sudah turun kelokasi. Saat ini tengah dilakukan pendataan baik rumah yang rusak maupun terancam. Sedangkan bantuan baik berupa makanan dan lainnya sudah dikirimkan. Kami juga berkordinasi dengan berbagai pihak untuk penangan pergeseran tanah di kampung itu, termasuk mengungsikan penghuni rumah yang terdampak ketempat aman," katanya.

Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti melalui Kasubag Humas AKP Achmad Suprijatna menegaskan, petugas dari Polsek dan Polres turut membantu mengevakuasi warga yang rumahnya terdampak bergeseran tanah. "Kami juga telah memberikan sedikit bantuan berupa mie instan sebanyak 40 dus kepada para korban. Semoga bisa sedikit membantu," katanya [KC-02]***. 










Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.