CIANJUR, [KC].- Bupati Cianjur mentargetkan 70 persen pasar di Kabupaten Cianjur sudah terbangun selama dirinya menjabat sebagai bupati. Secara bertahap pasar-pasar yang keberadaanya sangat dibutuhkan oleh masyarakat itu saat ini tengah dibangun sebagai upaya menjadikan pasar sebagai sarana untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

"Selama menjabat bupati kami banyak membangun dan meresmikan bangunan. Besuk juga Pasar Cibeber kita resmikan. Pembangunannya menghabiskan dan Rp 9 milyar. Selanjutnya kita bangun Pasar Warungkondang dan Pasar Sukanagara, Pasar Ciranjang serta Pasar Cikalongkulon. Paling tidak 70 persen pasar di Cianjur sudah selesai dibangun," kata Tjetjep saat ditemui usai meresmikan bangunan IGD dan jembatan penghubung RSUD Cimacan, Rabu (19/2/2014).

Untuk pembangunan pasar, Tjetjep sempat dicibir lantaran kebijakannya yang menggeratiskan kios kepada pedagang. Sehingga muncul anggapan kalau kebijakan itu bohong. Namun setelah realisasinya benar adanya, masyarakat baru percaya.

Kita akan membangun RSUD untuk kota cianjur kita bangun 60 milyar termasuk pagelaran biayanya sama.
Bayak fasilitas umum yg dibangun pemerintah, selain pasar dan rumah sakit.

"Saat bangun Pasar Cipanas yang menghabiskan anggaran Rp 90 milyar, dan digeratiskan bagi masyarakat baru masyarakat dan pedagang percaya kalau saya tidak bohong. Tadinya saya ditertawakan, kalau bupati bohong, bupati tidak pernah bohong kecuali lupa. Yang salah itu kadisnya tidak mengingatkan," kata Tjetjep.

Kebijakan pasar geratis bagi pedagang itu lanjut Tjetjep baru ada di Cianjur. "Belum ada pasar mewah digeratiskan kecuali Cianjur, coba cek ke daerah lain. Cianjur kecil tapi bisa menggeratiskan pasar buat para pedagangnya," katanya.

Kedepan pihaknya ingin mempersatukan pedagang di Cianjur khususnya untuk pedagang di pasar Bojongmeron, pasar Induk dan Kaki Lima. Mereka semua akan direlokasi ke pasar di Pasir Hayam Cilaku. "Sudah disipakan 7 hektar lahan untuk pasar Pasir Hayam dibangun dengan biaya Rp 70 milyar dan digeratiskan," katanya

Secara terpisah Direktur RSUD Cimacan Dharmawan S Dahlan mengatakan, pembangunan IGD RSUD Cianjur didanai oleh Bantuan Provinsi senilai Rp 3,7 milyar. Sedangkan untuk jembatan penghubung dibangun dengan anggaran Rp 3,3 milyar dari Banprov Provinsi Jabar.

"Bangunan IGD ini progresif, untuk jembatan penghubung antara ruang inap sampai IGD panjangnya sekitar 30 meter dengan lebar luar mencapai 5,5 meter dan lebar dalam 3,3 meter," kata Dharmawan [KC-02]***.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.