CIANJUR[KC],- Setelah sekian lama ditunggu, akhirnya kereta api kembali melayani rute Sukabumi-Cianjur. Rangkaian kereta yang diberi nama Siliwangi itu diresmikan pengoperasiannya di Stasiun Sukabumi.
Ketua Lembaga Pengkajian Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (LP3EM) Hibar, Harry M Sastrakusumah, tersenyum lebar ketika mendengar kabar ada kereta api Cianjur-Sukabumi. Pasalnya hal itu merupakan satu bentuk kemajuan bagi perkembangan transportasi di Kabupaten Cianjur.
"Artinya masyarakat memiliki pilihan angkutan umum ketika menuju Sukabumi. Apalagi dari Sukabumi bisa ke Jakarta," ujar Harry kepada Tribun di sela acara peresmian Pusat Layanan Usaha Terpadi (PLUT) Koperasi dan UMKM di Jalan Raya Gadog, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jumat (7/2).
Akan tetapi, Harry menyebut, yang paling penting bagi warga Kabupaten Cianjur adalah pengaktifan kembali kereta api jurusan Cianjur-Bandung. Menurutnya, pengaktifan kereta api jurusan itu lebih ditunggu-tunggu lantaran mobilitas warga Cianjur lebih sering ke Bandung ketimbang Sukabumi.
"Adanya kereta api Cianjur-Bandung lebih efisien ketimbang menggunakan kendaraan bermotor. Karena bagi pelaku usaha, dengan kereta api Cianjur-Bandung bisa mempermudah langsung datang ke Kota Bandung mengingat tak perlu berhenti," ujar Harry.
Lagi pula, lanjut Harry, secara perekonomian, Sukabumi tidak begitu mempengaruhi Kabupaten Cianjur. Pasalnya, Kabupaten Cianjur dan Sukabumi merupakan daerah penghasil komoditi. Sedangkan pasar komoditas dari Kabupaten Cianjur berada di Kota Bandung.
"Belum lagi persoalan pendidikan, warga Kabupaten Cianjur juga banyak yang sekolah di Bandung. Di samping Kota Bandung sebagai pasar utama produk dari Kabupaten Cianjur, Bandung juga menjadi tempat kulakan bagi pengusaha menengah dan kecil," ujar Harry.
Rasa antusias dengan aktifnya kembali kereta api Cianjur-Sukabumi diutarakan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Cianjur, Aban Sobandi. Menurutnya, selain warga tak lagi melulu menggunakan kendaraan bermotor untuk menuju Sukabumi, kereta api jurusan Cianjur-Sukabumi juga bisa berfungsi sebagai kereta wisata.
"Kalau ke Gunung Padang tak perlu lagi naik kendaraan bermotor. Tinggal naik kereta api kemudian turun ke Stasiun Lampegan," ujar Aban kepada Tribun.
Aban menambahkan, dengan mudahnya akses menuju Gunung Padang, tingkat perekonomian warga juga meningkat. Warga sekitar Gunung Padang bisa menawarkan jasa ojek dari Stasiun Lampegan sampai ke Gunung Padang. Ia pun menyebut, jika pemerintah tengah membahas tentang pengembangan wisata dengan adanya kereta api jurusan Cianjur-Sukabumi.
"Kereta api Cianjuran memang mengembangkan pariwisata di Kabupaten Cianjur. Dan sejauh ini sudah ada kordinasi antara pemerintah dengan PT KAI meski masih tahap awal. Sebab selain mempermudah akses ke Gunung Padang, penumpang pun bisa menikmati pemandangan selama menaiki kereta api," ujar Aban.
Kepala Stasiun Cianjur, Dadang Hidayat, mengatakan, ada dua kelas kereta api jurusan Cianjur-Sukabumi, yakni kelas I dan kelas ekonomi AC. Adapun tiketnya, Rp 35 ribu untuk kelas I dan Rp 20 ribu untuk kelas ekonomi AC.
"Rangkaiannya ada dua gerbong untuk masing-masing kelas. Rencananya pengaktifannya dilakukan di Sukabumi," ujar Dadang singkat ketika dihubungi melalui ponsel. (KC.01/Tribunnews.com)***
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.