CIANJUR, [KC].- Pasien rawat inap di RSUD Cianjur membludak. Sehingga seluruh ruangan rawat inap penuh terisi. Terpaksa para pasien dirawat diatas ektra bad. Itupun disiapkan diruang IGD RSUD Cianjur.

Berdasarkan pantauan, para pasien yang mendapatkan penanganan medis di ruang IGD RSUD Cianjur banyak diantaranya harus menjalani rawat inap. Tapi lantaran ruangan kamar penuhuh khususnya untuk kelas II dan III, pasien-pasien tersebut dirawat di ruang IGD.

"Kami tengah menunggu ruangan yang kosong, tapi kata petugas semua ruangan penuh. Apa boleh buat, karena tidak ada ruangan terpaksa saudara saya dirawat di IGD. Yang terpenting bisa tertangani," kata Yuda Achmad (33) keluarga pasien saat ditemui di lingkungan RSUD Cianjur, Rabu (12/2/2014).

Pihaknya mengaku sudah berupaya mencari informasi kepada petugas RSUD Cianjur, bahkan telah mengecek ruangan sendiri. Faktanya memang ruangan untuk kelas II dan III masih penuh terisi pasien. "Kalau dibilang gak enak jelas memang gak enak dibandingkan dengan diruangan. Di IGD ini kan terbuka, untuk masih kebagian ekstra bad," katanya.

Hal yang sama juga dialami oleh pasien lainya. Seperti yang menimpa keluarga dari Entin (45). Ia mengaku sudah tiga hari berada di IGD RSUD Cianjur untuk menunggu keluarganya yang dirawat lantaran sakit typus. Karena tidak ada ruangan kamar yang kosong, keluarganya tersebut terpaksa dirawat di IGD.

"Kalau dibilang sedih memang sedih, kasian kan, seharusnya yang namaya perawatan itu ditempat yang lebih layak. Tapi karena tidak ada ruangan, terpaksa dirawat bersama-sama dengan pasien lainya. Mudah-mudahan ada kamar yang kosong dan bisa dipindahkan," kata Entin yang mengaku terpaksa tidur diemperan rumah sakit.

Humas RSUD Cianjur Dicky F Wangsawidjaja, saat dihubungi terpisah mengakui membludaknya pasien yang menjalani rawat inap. Akibatnya daya tampung ruangan di RSUD Cianjur tidak mencukupi. Para pasien terpaksa harus dirawat dengan menggunakan ekstra bad.

"Kita akui saat ini telah terjadi over kapasitas pasien. Ruangan yang ada di RSUD sudah terisi semua. Terpaksa kita siapkan ekstra bad untuk pasien yang memerlukan perawatan dan tindakan medis," kata Dicky.

Meski terjadi over kapasitas, pelayanan terhadap pasien tetap terus ditingkatkan. "Kadang-kadang kita tidak boleh menolak pasien, pasien juga tidak boleh dirujuk ke RSHS Bandung, kalau masih bisa ditangani. Sehingga kalaupun dipaksakan dirujuk, nantinya akan dikembalikan lagi. Ini salah satu masalah yang membuat penuhnya ruangan rawat inap," katanya.

Saat ini kata Dicky, ada setidaknya 360 tempat tidur di berbagai ruang rawat inap. Semuanya seringkali terisi penuh oleh pasien-pasien yang menjalani rawat inap. "Kalau melihat jumlah memang cukup banyak, tapi masih belum sebanding dengan jumlah pasien. Ini merupakan dampak belum adanya rumah sakit lainya yang bisa menjadi rujukan dari puskesmas-puskesma selain RSUD Cianjur dan Cimacan," katanya.

Kedepan pihak RSUD Cianjur sudah merencanakan akan menambah fasilitas-fasilitas seperti tambah ruangan. Bahkan masalah pelayanan juga menjadi perhatian. Pihak RSUD Cianjur berencana akan mendatangkan konsultan untuk menanganinya termasuk membuat landscap perencanaan pembangunan dan pelayanan.

"Kedepan kita lakukan untuk menambah fasilitas, tambah ruangan. Salah satunya yang sangat mendesak adalah untuk ruangan di IGD dan ICU. Selain itu juga untuk ekstra bad dan fasilitas ruangan juga menjadi perhatian serius disamping yang lainnya," katanya [KC-02]***.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.