CIANJUR, (KC).- Untuk memperbaiki jalan di Kab. Cianjur yang kini mengalami kerusakan sekitar 60 persen dari total panjang jalan 1.290,347 kilometer, dibutuhkan sedikitnya Rp 200 miliar.

" Saat ini jalan Cianjur yang berstatus mantap hanya 40 persen saja dari total panjang jalan. Kalau jalan kabupaten ingin bagus semua setidaknya kami butuh Rp 200 miliar," ucap Kepala Dinas Bina Marga dan Pekerjaan Umum (PU) Kab. Cianjur, Athe Adha Kusdian.

Athe mengatakan menuturkan jalan rusak di Cianjur dipicu keberadaan drainase tidak berfungsi baik, menyebabkan kondisi jalan cepat rusak.

"Selain itu, kerusakan jalan di lokasi-lokasi galian C yang juga membuat jalan cepat rusak. Percuma juga kami perbaiki, jika masih ada aktivitas penambangan yang setiap harinya mengangkut hasil tambang hingga mengakibatkan jalan cepat rusak," ujarnya.

Seharusnya, kata Athe, pengusaha galian dibebani dengan terjadinya kerusakan jalan. Pasalnya, jalan rusak yang terjadi karena tidak mampu menanggung kelebihan beban tonase dari truk-truk pasir mereka.

"Ada kelas-kelas jalan yang mengatur kekuatan kapasitas kendaraan. Dari hasil pemantauan kami di lapangan, kelas jalan yang biasa dilintasi truk pengangkut penambangan pasir seharusnya untuk muatan 6 ton, tapi kenyataannya bisa mencapai 10 ton," tuturnya.

Padahal kekuatan kondisi jalan menggunakan aspal diprediksi bisa memiliki durasi selama 5 tahun. Sedangkan jika dibeton bisa mencapai 20 tahun. Namun kekuatan kondisinya tidak akan berjalan selama itu, ketika tidak ditunjang faktor lainnya.

"Untuk kerusakan akibat galian C, selama ini tidak pernah ada bentuk kepedulian dari para pengusaha galian C ikut memikirkan kerusakanjalan. Padahal, kerusakan jalan," katanya.

Kerusakan jalan, kata Athe tersebar hampir di semua wilayah kecamatan. Rata-rata berada di daerah selatan yang berstatus jalan kabupaten.

"Dibanding tahun kemarin, anggaran kami turun signifikan. Anggaran tahun lalu mencapai Rp 75 miliar, sedangkan tahun ini sekitar Rp 45 miliar, pun tak hanya jalan namun juga jembatan dan perbaikan drainase," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), Neneng Eri Ganarsih mengatakan tahun ini anggaran lebih difokuskan untuk pembangunan Pasar Induk Cianjur yang baru di Pasir Hayam yang saat ini pembangunannya mandeg.

"Untuk anggaran lainnya seperti pendidikan dan kesehatan sama dnegan tahun lalu. Infrastruktur masih lumayan besar meski dikurangi karena harus dibagi ke anggaran sektor lainnya. Untuk pasar diperbanyakn karena ditargetkan selesai tahun ini," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Cianjur, Rudi Sjachdiar Hidajat mengatakan persoalan anggaran memang persoalan klasik dalam pembangunan infratsruktur. Hal itu, hampir terjadi di semua daerah.

"Kalau mau difoksukan anggarannya untuk jalan juga akan emmakan sektor lainnya. Jadi pemerataan anggaran juga tidak akan tercapai. Memang hanya Rp 45 miliar itu tidak cukup. Namun, setidaknya dinas bina marga lebih bijaksana memprioritaskan perbaikan jalan. Keluhan jalan rusak yang sudah belasan tahun seharusnya menjadi prioritas," katanya. (KC01/PRLM)**
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.