March 2014
CIANJUR (KC),- Sedikitnya 1500 warga ikut memeriksakan kesehatan pada kegiatan bakti sosial pengobatan gratis yang digelar Yayasan Cindev  di Gelanggang Olah Raga PTPN VIII Agrabinta, Desa Jatisari Sindangbarang ,Cianjur, Minggu (30/03).
Dalam bakti sosial yang bekerja sama dengan  Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Yayasan Hijau Putih dan PTPN VIII Agrabinta, ada tiga poli kesehatan yang disiapkan oleh tim medis untuk melayani masyarakat, yakni Poli Umum, Poli Gigi dan Pelaksanaan Operasi bedah minor seperti khitanan, bibir sumbing, penganggkatan benjolan,  Kegiatan pemeriksaan kesehatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Sekitar 30 menit sebelum bakti sosial dimulai, warga dari berbagai wilayah di Kecamatan Sindangbarang dan Agrabinta yang sebelumnya mendapatkan kupon maupun yang tidak memiliki kupon sudah berbondong-bondong mendatangi GOR PTPN VIII Agrabinta..
Ketua Yayasan Cindev, Ir.H. Doddy Imron Cholid,MS, yang ditemui di sela-sela acara mengucapkan terima kasih kepada SIKIB, Yayasan Hijau Putih,  yang menjadikan Cianjur sebagai sasaran kegiatan pengobatan gratis.
"Kegiatan bakti sosial semacam ini sangat membantu masyarakat, terutama mereka dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pelayanan kesehatan secara cuma-cuma, selain  itu tujuan dilaksanakan pengobatan gratis ini antara lain untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan , dan diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sekaligus untuk menanggulangi berbagai penyakit  yang diderita oleh masyarakat.  Diharapkan masyarakat akan terbantu dengan adanya pengobatan gratis ini, walaupun tidak mungkin secara menyeluruh minimal bisa memberikan pelayanan kesehatan secara baik bagi masyarakat yang membutuhkan " katanya.
Koordinator Pelaksana Pengobatan Gratis, Irvan Helmi Khadafi  menjelaskan acara bakti sosial ini merupakan agenda rutin Yayasan Cindev di bidang kesehatan yang dilaksanakan 2 bulan sekali dibeberapa Wilayah di Cianjur, pengobatan gratis kali ini adalah kegiatan yang kelima yang digelar Yayasan Cindev di semester pertama di Tahun 2014" ujarnya. (KC.01)***

CIANJUR, [KC].-  Warga Kampung Cidogdog RT 03/RW 03 Desa Neglasari Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur gempar menyusul ditemukannya mortir yang diduga peninggalan jaman Belanda, Minggu (30/3/2014) sekira pukul 15.30 WIB. Mortil yang sudah berkarat itu diduga masih aktif.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, mortil dengan panjang sekitar setengah meter tersebut pertama kali ditemukan oleh Endang Supriatna alias Adi (40). Saat itu Endang bermaksud menggali lubang untuk tiang buat olahraga. Namun saat tengah menggali, tiba-tiba cangkul yang digunakannya membentur benda keras.

Penasaran terhadap benda yang mengenai cangkulnya, ia kemudian menggali benda tersebut. Alangkah terkejutnya saat setelah digali dan diangkat, ternyata benda yang membentur cangkulnya itu adalah mortir. Kawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan ia kemudian melaporkan kewarga lainya dan meneruskan ke pihak kepolisian.

Petugas yang mendapat laporan langsung menuju lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Untuk menghindari warga yang mendekat, sekitar mortil tersebut dipasang garis kepolisian. Untuk mengamankan mortil yang diduga masih aktif tersebut petugas kepolisian harus mendatangkan unit jibom Gegana Brimob Polda Jabar.

"Kita belum bisa memastikan apakah mortil itu masih aktif atau tidak. Kelihatannya mortil itu peninggalan jaman Belanda. Untuk proses lebih lanjutnya kita sudah serahkan penangananya ke unit jibom Gegana Brimob Polda Jabar," kata Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti melalui Kasubag Humas AKP Achmat Suprijatna. [KC-02]***.


CIANJUR, [KC].- Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Cianjur pada Sabtu (29/3/2014) malam mengakibatkan terjadinya pergeseran tanah di Desa Cihea Kecamatan Haurwangi (Hawai) Kabupaten Cianjur. Akibatnya dua rumah warga mengalami rusak berat dan sebuah jembatan penghubung desa putus.

Kedua rumah yang mengalami rusak berat tersebut diantaranya milik Tanu (53) di Kampung Muara RT 03/RW 06 Desa Cihea dan rumah milik Ade (46) di Kampung Sampih RT 02/RW 07 Desa Cihea. Kedua rumah tersebut sudah tidak layak huni lagi. Selain beberapa bagian bangunannya hancur, rumah tersebut nyaris roboh.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Penghuni rumah yang rumahnya rusak berat akibat pergeseran tanah diungsikan ketempat yang lebih aman. Sejumlah aparat kepolisian dan desa serta kecamatan telah mendatangi lokasi kejadian dan membantu warga yang menjadi korban.

Peristiwa pergerakan tanah di dua lokasi tersebut terjadi hampir bersamaan. Di Kampung Muara terjadi sekitar pukul 20.00 WIB yang mengakibatkan rumah milik Tani tembok dindingnya retak-retak dan lantai rumah retak serta kayu atap bagian belakang rumah condong ke belakang.

Sedangkan pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Sampih terjadi sekira pukul 22.00 WIB. Akibatnya rumah milik Ade mengalami retak- retak di dinding serta laintai. Tiang rumah miring  akibat pergeseran tanah sepanjang 45 meter dengan lebar 30-40 cm.

Sementara jembatan desa yang menghubungkan antar kampung di Kampung Pasangrahan RT 02/ RW 05 Desa Cihea Kecamatan Haurwangi juga terputus akibat meluapnya sungai Cihea. Jembatan sepanjang 45 meter itu terbawa hanyut oleh derasnya arus sungai.

"Kami langsung terjun kelokasi, kami kerahkan anggota untuk membantu masyarakat yang memerlukan penanganan segera setelah kami melakukan koordinasi dengan pihak pemerintahan setempat," kata Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti melalui Kasubag Humas AKP Achmad Suprijatna, Minggu (30/3/2014) [KC-02]***.

CIANJUR, [KC].- Dihapuskannya zona kampanye satu sisi dianggap sangat menguntungkan partai politik peserta pemilu untuk mendekatkan diri pada konstituennya. Namun sisi lain dengan dihapuskannnya zona kampanye dikawatirkan terjadinya gesekan antar pendukung partai politik.
Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur Saepul Anwar mengatakan, Keputusan KPU Provinsi Jawa Barat Nomor. 81/Kpts/KPU.Prov-011/III/2014 tentang tanggal dan tempat pelaksanaan kampanye rapat umum dalam Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD ada kekurangan dan kelebihannya.
"Satau sisi ini membuat kesempatan lebih buat parpol yang ingin berkampanye, karena dihilangkannya zona kampanye. Sehingga parpol cukup melakukan koordinasi dengan partai lain dan memberitahukan pelaksanaan kampanye rapat umum yang akan digunakan," kata Saepul saat ditemui Minggu (30/3/2014).
Selain itu dengan penghapusan zona kampanye akan menimbulkan potensi gesekan antar pendukung parpol semakin tinggi. Karena pada saat bersamaan dan diwilayah yang sama bisa terjadi pertemuan antar pendukung parpol. "Inilah salah satu kekawatirannya, bisa saja terjadi gesekan antar pendukung jika masing-masing tidak bisa menahan diri," katanya.
Namun demikian, pihaknya yakin jika semua parpol dan pendukungnya sama-sama dewasa, gesekan itu tidak akan terjadi. Pelaksanaan kampanye rapat umum akan bisa berjalan sebagaimana mestinya meski tidak lagi menggunakan zona kampanye.
"Memang harus dibangun koordinasi yang bagus antar parpol, penyelenggara dan aparat kepolisian. Intinya kegiatan kampanye itu yang bertanggungjawab ketua tim kampanye. Agar tidak terjadi bentrok, ketua tim kampanye harus baik mengatur sistem, jalur dan komunikasi dengan aparat kepolisian. Kalau tidak begitu akan terjadi tabrakan massa," katanya.
Pihaknya mengaku sudah menyarankan ke parpol disetiap kecamatan itu harus bertanggungjawab. "Ketika terjadi masalah dilapangan itu mudah, selain dari ketua tim kampanye kabupaten. Kalau ada masalah kita klarifikasi tingkat kabupaten. Artinya kabupaten memiliki tanggungjawab yang berat dengan sistem terbuka sekarang," tegasnya.
Sementara itu hingga Minggu (30/3/2014), hampir semua parpol melakukan pelanggaran, terutama dalam pelibatan anak-anak dalam kampanye rapat umum. Mereka melibatkan anak dibawah umur atau yang belum memiliki hak pilih itu dengan berbagai alasan.

"Bloking kampanye wajib menghimbau agar tidak melibatkan anak-anak. Ada alasan klasik, seperti anak tidak ada yang ngasuh, sehingga anak diikutsertakan. Selain itu alasan lapangan terbuka itu dekat sekolah dan masyarakat sudah barang tentu, hanya apakah spontan pakai baju partai atu tidak," katanya. [KC-02]***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!







GAYA blusukan, sepertinya masih dianggap paling tepat untuk menarik simpati warga dalam Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD tahun 2014. Blusukan dianggap lebih tepat sasaran dan dekat dengan masyarakat dibandingkan dengan kegiatan kampanye rapat umum.

Itulah salah satu alasan yang dipilih Dian Wisdianawati, Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia  Perjuangan (PDIP) Daerah Pemilihan Jabar III (Kabupaten Cianjur-Kota Bogor). Caleg nomor urut 3 ini memilih blusukan demi menyerap aspirasi masyarakat. Meski harus banyak meluangkan waktu, tenaga, fikiran, namun semua itu sudah menjadi pilihan demi kepentingan masyarakat.

"Dengan mendatangi masyarakat langsung kita bisa lebih tahu banyak apa saat ini tengah dibutuhkan oleh masyarakat. Banyak hal yang selama ini kita hanya tahu dipermukaannya saja, ternyata setelah kita dekat dengan masyarakat kondisinya jauh berbeda," kata perempuan yang masih aktif sebagai dosen MK leadership dan kepemimpinan entrepreneurship program pasca sarjana ini.

Dikatakan Dian, keinginannya untuk maju dalam Pileg 2014 tidak lain semata-mata ingin menjadi pelayanan masyarakat. Banyak kepentingan masyarakat yang harus diperjuangkan. Salah satu yang menjadi keprihatinannya adalah masih tingginya angka kemiskinan di Cianjur khususnya dan Jawa Barat pada umumnya.

Harus ada langkah strategis untuk menuntaskan kemiskinan yang mendera dibumi ini. Seluruh komponen harus bergerak bersama-sama, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kepedulian antar sesama harus terus ditanamkan pada setiap warga masyarakat dan selalu dijaga.

"Banyak masyarakat kita yang masih kurang beruntung tersebar hampir diseluruh pelosok negeri ini. Saya sedih saat melihat seorang ibu yang tinggal sendirian di Kampung Babakan Cangklek Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang dalam kondisi sakit struk. Rumahnya juga sangat tidak layak dihuni, ini salah satu potretnya yang perlu mendapatkan penanganan serius," kata perempuan yang aktif di organisasi sufi dan UNICEF ini.

Dia bertekad jika kelak mendapat amanat dari masyarakat untuk duduk di kursi Legislatif di Jawa Barat, masalah penuntasan kemiskinan akan menjadi prioritas perjuangannya selaian masalah pendidikan dan kesehatan. Perempuan yang 10 tahun tinggal di USA ini bertekad ingin memperjuangkan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi jika kelak duduk di kursi legislatif.

"Figur Jokowi menginspirasi saya untuk tetap berjuang untuk kepentingan masyarakat. Dekat dengan masyarakat, mengabdi kepada kepentingan masyarakat menjadi tekad saya. Mudah-mudahan tekad saya ini bisa terwujud, meski harus tetap berjuang," kata perempuan yang pernah menjadi relawan di Cebu Philippine untuk membina anak-anak jalanan ini  [KC-02]***.
CIANJUR, [KC],- Ketua DPC PPP Kabupaten Cianjur Abdullah, memenuhi undangan klarifikasi yang dilakukan Panwaslu Kabupaten Cianjur di Kantor Panwaslu Jalan Ariawiratanudatar, Sabtu (29/3/2014).
Ia masuk kedalam ruangan Divisi Hukum dan Hubungan Antar Lembaga sekitar pukul 13.00 WIB dan baru keluar sekitar pukul 14.30 WIB.

Abdullah diundang klarifikasi oleh Panwas terkait adanya dugaan kampanye yang dilakukan oleh seorang PNS RSUD Cianjur pada kampanye rapat umum dilapang Prawatasari Joglo, Kamis (27/3/2014). 
"Saya datang memenuhi undangan Panwaslu terkait adanya dugaan kampanye yang dilakukan PNS pada saat kampanye rapat umum PPP. Sebagai warga negara yang baik, saya datang memenuhi undangan klarifikasi," kata Abdullah saat ditanya seusai keluar dari Kantor Panwaslu Kabupaten Cianjur.

Dalam klarifikasi yang dilakukan, ia mengaku ditanya seputar keberadaan PNS saat kampanye rapat umum PPP. Pihaknua menegaskan bahwa keberadaan PNS tersebut tidak direncanakan dan tidak diundang. Kapasitasnya juga bukan sebagai PNS tapi sebagai anggota organisasi.
"Kita tidak pernah mengundang, kita tahu juga setelah kegiatan kampanye. Saat itu acaranya sambutan dari salah satu organisasi sebagai bentuk apresiasi. Kebetulan ketua organisasi berhalangan, dan menugaskan sekretarisnya yang tidak lain adalah PNS tersebut," jelas Abdullah.
Dikatakan Abdullah, dalam sambutan itu tidak ada kata kampanye, apalagi mengarahkan ke PPP. "Itu hany bentuk penghargaan antara unior kepada seniornya. Kebetulan pak JP itu seniornya di organisasi, sehingga seperti istilah sistem komando saja," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Panwaslu Kabupaten Cianjur kembali mendapati Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diduga melakukan kampanye salah satu partai politik. PNS tersebut berasal dari lingkungan RSUD Cianjur berinisial ES. Ia kedapatan saat digelar kampanye rapat umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di lapang Prawatasari Joglo Cianjur, Kamis (27/3/2014).
Divisi Hukum dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kabupaten Cianjur Abar Tasry Amarulloh membenarkan adanya PNS yang kedapatan melakukan dugaan kampanye saat dilakukan pengawasan. "Ada yang melaporkan juga dari salah satu lembaga," kata Abar saat dihubungi, Jum'at (28/3/2014).
Menurut Abar, hari ini (kemarin) PNS yang bersangkutan telah memenuhi undangan klarifikasi. Namun hasil klarifikasi tersebut masih perlu pendalaman. "Masih perlu pendalaman apakah PNS itu melakukan kampanye atau tidak, minimalnya harus ada dua alat bukti dan barang bukti," tegas Abar.
Abar juga menegaskan, nantinya setelah terpenuhi dua alat bukti dan barang buktinya, selanjutnya akan dibawa ke Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu). "Nantinya akan diputuskan perkaranya dalam pembahasan di Gakkumdu," katanya.
Secara terpisah ES mengakui, kalau hari ini (kemarin) telah melakukan klarifikasi ke Panwaslu Kabupaten Cianjur. ES mengakui kalau dirinya disangka kampanye, pada hal ia mengaku hanya memberikan sambutan.

"Saya disangka kampanye, padahal itu hanya sambutan apresıası ada keluarga besar FKPPI darı pusat menyalonkan untuk legislatif pusat. Kapasıtasnya pada waktu ıtu sambutan yang seharusnya oleh ketua, dan belıau lgı dı kantor Kesbang, jadı dı lımpahkan ke saya selaku Sekretarıs PC , ıtu berdasarkan arahan dan persetujuan ketua," jelasnya [KC-02]***.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!









CIANJUR, [KC].- Setelah dilakukan pengecekan, jumlah logistik Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD tahun 2014 yang rusak akibat mobil bok milik PT. Pos Indonesia yang mengakut logitik tersebut terjun bebas ke jurang sungai Cikundul di Kampung
Kampung Bojong RT 03/RW 02 Desa Ciloto Kecamatan Cipanas Kab. Cianjur, Kamis (27/3/2014) sekira pukul 02.30 WIB jumlah cukup banyak.

Dari hasil pendataan setidaknya 62 dus logistik pemilu yang sempat diamankan di Mapolsek Pacet itu dinyatakan tidak layak digunakan atau rusak. Sehingga perlu penggantian segera agar kebutuhan logistik pemilu bisa terpenuhi.

Divisi Logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur, Hilman Isnaeni mengatakan, logistik pemilu yang rusak akibat kendaraan pengangkutnya terlibat kecelakaan itu diantaranya terdiri dari formulir C1, 39 dus formulir D/D1 DPR, 4 dus formulir D/D1 DPD, 5 dus formulir C1 DPR, 3 dus formulir C1 DPD, 1 dus formulir C, C1/DPR, 6 dus formulir C, C1/DPD, 3 formulir DA dan DA.1/DPR, dan 1 dus formulir DA dan DA.1 DPR.

"Setelah dicek total keseluruhan kerusakan fomulir tersebut sebanyak 62 dus. Penggantian formulir yang rusak akan dialokasikan dengan formulir lainnya yang belum sempat dikirim, yakni sebanyak 78 dus," kata Hilman saat dihubungi, Jum'at (28/3/2014).

Sementara formulir C1 yang bisa diselamatkan atau dalam keadaan baik sebanyak 1.037 dus, diantaranya 51 dus formulir D/D1 DPR, 56 dus formulir D/D1 DPD, 212 dus formulir C1 DPR, 106 dus formulir C1 DPD, 282 dus formulir C, C1/DPR, dan 303 dus formulir C, C1/DPD.

Selain itu yang kondisinya masih utuh sebanyak 9 dus formulir C1 DCT/DPR (1 dus 500 lebar), 9 dus formulir C1 DCT/DPD, 4 dus formulir DA dan DA.1/DPR, dan 5 dus formulir DA dan DA.1/DPR. "Kita harapkan penggantiannya dari KPU pusat untuk formulir yang rusak bisa dikirim sebelum 31 maret 2014," kata Hilman.

Dikatakan Hilman, saat diketahui logistik pemilu yang dikirim melalui jasa antar kendaraan PT. Pos Indonesia mengalami kecelakaan dan logistik pemilu mengalami kerusakan, pihaknya langsung langsung membuat laporan kepada KPU pusat terkait kerusakan formulir C1 itu.

"Waktunya memang sangat mendesak, kami berharap formulir pengganti itu bisa diusahakan secepatnya. Sebab, pengepakan untuk mendistribusikan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Cianjur membutuhkan waktu dua hari," paparnya  [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Selama berlangsungnya masa kampanye Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD tahun 2014, setidaknya sudah ada lima Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Cianjur yang diduga melakukan kampanye salah satu calon anggota legislatif. Ke lima PNS tersebut saat ini perkaranya tengahdidalami oleh Panwaslu.

Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur Saepul Anwar mengatakan, PNS yang diduga melakukan kampanye tersebut saat ini masih dalam pembahasan pengkajian di Panwaslu terhadap perbuatan yang dilakukan. "Kita masih lakukan kajian hukumnya, baik pelanggarannya maupun sanksinya," kata Saepul saat dihubungi, Jum'at (28/3/2014).

Kajian hukum atas pelanggaran yang dilakukan para PNS itu nantinya akan menjadi sebuah rekomendasi yang akan disampaikan kepada isntansi yang berwenang. Karena untuk pemberian sanksi atas perbuatan kampanye yang dilakukan PNS tersebut bukan menjadi domain Panwaslu.

"Kalau sanksi itu bukan kami yang memberikan, tapi kami merekomendasikan untuk diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang dilanggarnya. Tadinya hari ini (kemarin) kami akan menyampaikan rekomendasi itu ke Inspektorat Daerah, tapi tertunda lantaran Kepala Inspektoratnya tengah ada urusan di Bandung," katanya.

Dari lima PNS yang diduga melakukan pelanggaran kampanye tersebut kata Saepul, satu diantaranya merupakan Camat Cugenang berinisial DG. Camat tersebut sudah diundang untuk klarifikasi selama dua kali, namun yang bersangkutan tidak hadir.

"Ketentuanya dua kali diundang klarifikasi tidak hadir, selanjutnya kami memberikan rekomendasi. Rekomendasi inilah yang seharusnya dilaksanakan, karena kita tidak main-main saat memberikan rekomendasi, perlu pengkajian yang mendalam dari aspek hukumnya," paparnya.

Divisi Hukum dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kabupaten Cianjur Abar Tasry Amarulloh mengatakan, dalam menentukan rekomendasi tidaklah mudah. Perlu pengkajian yang mendalam. Dari beberapa PNS yang saat ini terindikasi melakukan kampanye, kemungkinan besar bisa saja bertambah.

"Ada beberapa temuan yang saat ini tengah diproses sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Sehingga nantinya bisa menjadi dasar yang kuat, baik dari aspek hukumnya maupun aspek lainya untuk mengeluarkan rekomendasi. Semuanya masih dalam proses," tegasnya  [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur saat ini masih kekurangan sarana dan prasarana. Sebagai kantor pelayanan dukungan sarana dan prasarana sangat penting dan tidak bisa ditunda. Akibat kekurangan sarana prasarana tersebut pelayanan kepada masyarakat seperti pelayanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) menjadi terhambat.

Hal itu tidak dibantah oleh Kepala Disdukcapil H. Hilman Kurnia. Menurut Hilman, saat ini pihakn masih banyak kekurangan sarana dan prasarana. Selain gedung yang masih kurang representatif, juga masih kurangnya jumlah pegawai negeri sipil (PNS).

"Kalau melihat pelayanan yang harus kita berikan kepada masyarakat, jumlah PNS yang ada di Disdukcapil masih sangat terbatas. Ini harus ditambah agar pelayanan bisa lebih maksimal. Bayangkan saja kita harus melayani kependudukan yang jumlahnya tidak sedikit, sementara pegawai kita terbatas, ini tidak akan maksimal," kata Hilman, saat ditemui Jum'at (28/3/2014) pagi.

Selain itu masalah sarana seperti peralatan tekhnis yang dimiliki saat ini masih ketinggal jauh dengan daerah lain. Hal ini mempengaruhi pelayanan terhadap masyarakat tidak bisa dilakukan dengan cepat. "Alat-alat kita harus ada pengembangan inovasi yang terbaru, ini erat kaitannya dengan sarana dan prasarana. Kita melayani 2,8 juta penduduk, seharusnya sudah megah," katanya.

Hal lainya yang menjadi keterbatasan adalah gudang juga masih minim, gedung pelayanan. "Kita sudah usulkan masalah keterbatasan ini setiap tahunnya. Berdasarkan musrennbang tahun ini mendapat prioritas 1 sudah ditanda tangani oleh Bappeda provinsi. Bahkan di I'd nya juga sudah ada, ternyata hingga saat ini belum ada," katanya.

Sementara itu, petugas pelayanan KTP dan KK Kecamatan Cugenang Bambang, mengaku sejak pembuatan KTP dan KK ditarik ke Disdukcapil, banyak masyarakat yang mengeluh lantaran proses pembuatannya terbilang cukup memakan waktu. Selain itu biaya yang harus dikeluarkan masyarakat juga bertambah.

"Banyak yang mengadu bahwa prosesnya cukup lama. Data yang ada dikami saja ratusan orang dalam sebulan pemohon. Banyak diantaranya juga yang belum selesai. Kami tidak tahu persis penyebabnya, kemungkinan akibat terbatasnya sumber daya manusia yang ada," kata Bambang saat dihubungi terpisah.

Tidak hanya cukup memakan waktu, proses pembuatan KTP dan KK di Disdukcapil banyak yang harus ngantri, karena harus melayani warga dari 32 kecamatan. "Keluhan warga kebanyakan kalau ingin cepet harus memberikan uang tip, ini jelas berbeda saat ada di kecamatan," katanya  [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Panwaslu Kabupaten Cianjur kembali mendapati Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diduga melakukan kampanye salah satu partai politik. PNS tersebut berasal dari lingkungan RSUD Cianjur berinisial ES. Ia kedapatan saat digelar kampanye rapat umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di lapang Prawatasari Joglo Cianjur, Kamis (27/3/2014).

Divisi Hukum dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kabupaten Cianjur Abar Tasry Amarulloh membenarkan adanya PNS yang kedapatan melakukan dugaan kampanye saat dilakukan pengawasan. "Ada yang melaporkan juga dari salah satu lembaga," kata Abar saat dihubungi, Jum'at (28/3/2014).

Menurut Abar, hari ini (kemarin) PNS yang bersangkutan telah memenuhi undangan klarifikasi. Namun hasil klarifikasi tersebut masih perlu pendalaman. "Masih perlu pendalaman apakah PNS itu melakukan kampanye atau tidak, minimalnya harus ada dua alat bukti dan barang bukti," tegas Abar.

Abar juga menegaskan, nantinya setelah terpenuhi dua alat bukti dan barang buktinya, selanjutnya akan dibawa ke Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu). "Nantinya akan diputuskan perkaranya dalam pembahasan di Gakkumdu," katanya.

Secara terpisah ES mengakui, kalau hari ini (kemarin) telah melakukan klarifikasi ke Panwaslu Kabupaten Cianjur. ES mengakui kalau dirinya disangka kampanye, pada hal ia mengaku hanya memberikan sambutan.

"Saya disangka kampanye, padahal itu hanya sambutan apresıası ada keluarga besar FKPPI darı pusat menyalonkan untuk legislatif pusat. Kapasıtasnya pada waktu ıtu sambutan yang seharusnya oleh ketua, dan belıau lgı dı kantor Kesbang, jadı dı lımpahkan ke saya selaku Sekretarıs PC , ıtu berdasarkan arahan dan persetujuan ketua," jelasnya. [KC-02]***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Diduga kelebihan muatan, truk pengangkut semen dan besi terbalik persis ditikungan Cugenang Raya Cugenang Desa Cijedil Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, Kamis (27/3/2014). Akibatnya sopir truk Nomor Polisi F 8704 WC itu mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Cijedil.

Menurut keterangan saksi mata, truk milik Indo Grosir itu melaju dari arah Cianjur menuju Cipanas. Akibat beban muatan yang berat, laju kendaraan terlihat terseok-seok. Saat memasuki tikungan tajam dan kondisi jalan yang banyak berlubang, tiba-tiba truk terbalik.

"Kelihatannya sopir truk berupaya menghindari lubang jalan. Karena bebannya terlalu berat dan kondisi tikungan jalan yang miring truk akhirnya terbalik," kata Dede Ivan (38) warga Cugenang.

Terbaliknya truk di tengah jalan itu mengakibatkan arus lalu lintas yang mengarah ke Cipanas maupun ke Cianjur sempat mengalami kemacetan beberapa saat. Sejumlah petugas kepolisian dari Polsek Cugenang terlihat mengatur arus lalu lintas terutama kendaraan bermotor.

Dibutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menyingkirkan material semen dan besi. Bahkan harus mendatangkan tiga unit kendaraan derek untuk membalikkan truk yang terbalik itu. Hingga arus lalu lintas bisa kembali normal  [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Mobil box milik PT. Pos Indonesia yang mengangkut logistik Pemilihan Umum (Pemilu) DPR, DPD dan DPRD tahun 2014 terjungkal kedalam sungai Cikundul di Kampung Bojong RT 03/RW 02 Desa Ciloto Kecamatan Cipanas Kab. Cianjur, Kamis (27/3/2014) sekira pukul 02.30 WIB.

Akibatnya dua orang penumpangnya tewas termasuk sopir. Sementara logistik pemilu diantaranya Formulir C1 yang untuk kebutuhan Kabupaten Cianjur sementara waktu diamankan di Polsek Pacet yang hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian. Belum diketahui persis seberapa banyak kerusakannya.

Kecelakaan yang menimpa kendaraan pengangkut logistik pemilu tersebut bermula saat kendaraan milik PT. Pos Indonesia itu datang dari arah Jakarta dengan kecepatan tinggi. Saat memasuki jalan yang menurun dan menikung kendaraan yang mengangkut lebih dari satu ton logistik pemilu itu menyeruduk truk yang ada didepanya persisi sebelum jembatan Cikundul.

Tanpa bisa dihindari kedua kendaraan tersebut terbang kedalam sungai Cikundal dengan kedalaman sekitar 30 meter. Kerasnya benturan membuat kedua kendaraan ringsek. Sementara dua orang penumpangnya di kendaraan PT. Pos Indonesia meninggal dunia. Sedangkan penumpang mobil truk mengalami luka berat.

Hingga berita ini ditulis proses evakuasi masih berlangsung. Logistik pemilu diamankan ke Polsek Pacet, sementara sejumlah aparat Kepolisian dan TNI berupaya membantu proses evakuasi. Arus lalu lintas yang melintas masih berjalan lancar. [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Polres Cianjur dipraperadilkan oleh seorang tahanan, Sri Rahayu (16), lantaran dianggap salah tangkap dan salah menetapkan status dalam kasus perdagangan manusia. Berkas permohonan praperadilan Rabu (26/3) telah didaftarkan oleh kuasa hukumnya Rachmat Prijohartono ke Pengadilan Negeri (PN) Cianjur, Jalan Dr Muwardi.

Menurut Rachmat Prijohartono, Kuasa Hukum Sri Rahayu, kliennya menjadi tahanan Polres Cianjur selama 25 hari pasca penangkapannya di daerah Cisarua, Kabupaten Bogor pada 27 Februari 2014. Ia ditangkap bersama tiga orang lainnya, yakni Nana, Cibeng, dan Mudir.

"Klien saya itu dituduh telah terlibat dalam perdagangan manusia untuk dijadikan wanita penghibur di rumah bordil milik Mudir," ujar Rahmat ketika ditemui sejumlah wartawan di di PN Cianjur, Rabu (26/3).

Dikatakan Rachmat, kliennya tersebut sebenarnya merupakan korban dari tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan oleh Mudir. Karena perempuan yang akrab disapa Ayu itu disekap untuk menjadi wanita penghibur di rumah bordil yang beroperasi di Cisarua, Bogor sejak Januari 2014.

"Awalnya klien saya itu dijanjikan bekerja sebagai penjaga rumah. Ia ke Cisarua diajak oleh Selvi. Melalui Selvi ayu dikenalkan kepada Mudir alias Iwel lantaran sudah lama bekerja di tempatnya. Tapi di tempat Iwel Ayu justru dijadikan wanita penghibur," ujar Rachmat.

Selama didalam penyekepan, Ayu tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan keluarganya. Apalagi dengan pihak luar, tindakannya selalu dalam pengawasan. Setiap harinya dipaksa terus untuk melayani tamu yang membutuhkan pelayanannya.

"Informasi yang diapat Polres Cianjur sepertinya tidak menyelur. Ayu dianggap sudah berusia 19 tahun. Padahal Ayu juga berkedudukan sebagai korban yang dilakukan Mudir. Dalam UU No 21 tahun 2007 pun disebutkan jika anak dan perempuan di bawah umur 18 tahun diutamakan dalam hal perlindungannya," ujar Rachmat.

Pihaknya juga berencana akan membawa kasus Ayu tersebut ke Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Jawa Barat (Jabar) dan Komnas Perempuan dan Anak. "Kita juga akan adukan masalah ayu itu kesana," jelasnya.

Ayah kandung Ayu, Nawawi Mawardi (44), mengaku, selama ini tidak mengetahui pekerjaan apa yang dilakukan anaknya di Cisarua Bogor. Ia hanya mengetahaui jika anaknya diajak seseorang untuk menjadi pembantu dan penjaga anak di Cisarua Bogor. 

"Anak saya itu sebelum kerja di di Bogor sempat kerja di Depok, tapi pada Desember tahun lalu ia pulang ke rumah dan ingin bekerja di pabrik wig. Tapi Ayu belum punya KTP karena memang belum cukup umur sehingga perlu proses. Lantas tiba-tiba ia mengaku sudah bekerja di Cisarua setelah diajak temannya itu," ujar Nawawi ketika ditemui di PN Cianjur.

Nawawi pun terkejut ketika mengetahui Ayu masuk bui pada 5 Maret 2014 dan menjadi tersangka kasus perdagangan manusia. Pasalnya tidak ada surat pemberitahuan ataupun surat penangkapan terhadap anaknya.

"Saya tahu kalau anak saya ditahan setelah ada orang yang besuk tahanan dan mengenali anak saya memberitahukan kepada saya. Saat bekerja di Cisarua Ayu juga baru pulang sekali ke rumah pada Januari lalu dan pada 23 Maret ia pulang ke rumah alasannya kangen ibunya. Dia datang dengan dikawal pria dan langsung kembali lagi ke tempat kerjanya," ujar Nawawi.

Ia yakin kalau anaknya tersebut tidak terlibat dalam kasus perdagangan manusia. Sebaliknya anaknya justru menjadi korban perdagangan manusia. Apalagi Ayu usianya masih 16 tahun dan ia akan berjuang membebaskannya atas sangkaan yang ditetapkan Polres Cianjur.


"Anak saya itu saat ditahan merasa ketakutan karena ada ancaman. Pengakuan kepada saya, Ayu itu disekap Iwel. Ayu diminta Iwel untuk mengakui jika rumah kosan dan rumah bordil itu milik Ayu," kata Nawawi.

Humas PN Cianjur, Singgih Wahono, membenarkan, pihaknya telah menerima permohonan praperadilan atas nama Sri Rahayu melalui kuasa hukumnya. Permohonan praperadilan dengan nomor perkara 01/pid.prad/2014/PNCianjur itu ditujukan termohon, yakni Polres Cianjur lantaran tidak sah secara hukum melakukan penangkapan dan penahanan.

"Ya benar permohonannya telah kami terima dan telah diregister praperadilan atas nama Sri Rahayu. Sudah ditetapkan juga hakim tunggal untuk menyidangkan perkara ini. Sidangnya nanti akan ditetapkan tiga hari atau seminggu setelah permohonan ini kami terima," ujar Singgih singkat.

Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti, juga mengakui telah menerima permohonan praperadilan yang dilayangkan kuasa hukum Sri Rahayu, yakni Rachmat Prijohartono. Upaya praperadilan itu merupakan hak kuasa hukum sebagai warga negara.

"Pada saat kami menentukan status itu tidak tidak sembarangan. Ada pertimbangan hukum yang bisa dipertanggungjawabkan. Kami tidak berani kalau tidak memenuhi unsur pidana dalam menentukan tersangka. Kalau ternyata ada gugatan praperadilan silahkan saja. Kami akan tetap proses kasus perdagangan orangnya," ujar Dedy singkat [KC-02/tm]***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi, Satinah (41), binti Jumadi Ahmad, yang akan dihukum pancung oleh pemerintah Arab Saudi, mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Partai Demokrat. Pada saat kampanye rapat umum yang dilaksanakan di Lapang Ciherang Kecamatan Pacet, Rabu (26/3) seluruh peserta melaksanakan doa bersama untuk keselamatan Satinah.

"Kita ikut prihatin atas hukuman yang dijatuhkan kepada Satinah. Melalui doa yang kami sampaikan bersama ribuan tim pemenangan Demokrat, mudah-mudahan Satinah segera dibebaskan dari hukuman pancung yang mengancamnya,” kata Calon Anggota DPRD Jawa Barat nomor urut 7 dari Partai Demokrat, H Irvan Rivano Muchtar, disela kegiatan kampanye.

Dikatakan Irvan, berdasarkan informasi Satinah akan dihukum pancung pada 3 April 2014. Sedangkan masih ada cara menyelamatkan warga Dusun Mrunten, Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Jawa Tengah tersebut dengan cara melunasi diyat (tebusan), Rp 21 miliar. “Kami sebisa mungkin akan ikut berpastisipasi untuk memberikan bantuan kepada keluarga Satinah, agar terbebas dari hukuman pancung,” tegasnya.

Sementara itu, dalam acara kampanye terbuka Partai Demokrat itu, dihadiri para calon anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Cianjur. Mereka adalah Sjarifuddin Hasan yang juga Menteri Koperasi dan UKM, Deni Santiko Caleg DPRD Dapil V, Deni Aditiya Caleg DPRD Dapil I, Endi Cahyadi Caleg DPRD Dapil I. Selain itu, Ketua DPC Demokrat, Tjetjep Muchtar Soleh yang juga Bupati Cianjur, Sekretaris DPC Gatot Subroto yang juga Ketua DPRD Cianjur.

Ketua DPC Demokrat Kabupaten Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh mengatakan, Partai Demokrat selalu memberi bukti bukan janji. Semua bukti yang dilaksanakana Partai Demokrat untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya Kabupaten Cianjur. Sedangkan bukti yang telah dilaksanakan Partai Demokrat, di antaranya pelayanan Jamkesmas, Jamkesda, SKTM, Program Keluarga Harapan (PKH), Rutilahu, Kube, program Rp 10 juta per RT , perbaikan infrastruktur dan lainnya.

“Program-program ini tentunya sangat dirasakan masyarakat. Karena itu, untuk meningkatkan kembali program tersebut, kami mengajak kepada masyarakat Cianjur untuk memilih partai besutan SBY,” tegasnya [KC-02]***.
GEKBRONG, [KC].- BANYAK jalan menuju roma, demikianlah pribahasa yang sepertinya tepat disangkakan kepada Eka Sastra. Sebagai salah satu upaya untuk menarik simpati dukungan pada massa pencoblosan Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD tahun 2014 tanggal 9 April mendatang, Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Golkar untuk DPR RI Daerah Pemilihan III (Kabupaten Cianjur-Kota Bogor) ini menggelar lomba memasak nasi liwet.

Nirwan Sopian selaku salah satu pembina Baraya Eka Sastra mengatakan, lomba nasi liwet tersebut dilakukan tidak lain sebagai upaya mendekakan diri kepada masyarakat. Beberapa tempat telah dilakukan, diantaranya diwilayah Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur.

"Kita telah menggelar lomba nasi liwet di Kecamatan Gekbrong dan Ciranjang dengan jumlah peserta sebanyak 10 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang," kata Nirwan baru-baru ini.

Menurut Nirwan, digelarnya perlombaan memasak nasi liwet tersebut bukan bentuk hura-hura, melainkan salah satu upaya untuk mempertahankan kebudayaan khas orang Sunda. "Lomba ini bukan  hura-hura, tapi salah satu bentuk perhatian dari kita dan sebagai salah satu upaya dalam mempertahankan tradisi atau budaya orang Sunda khususnya di Cianjur," ungkapnya.

Lomba masak nasi liwet sebagai salah satu cara atau media untuk mendekatkan sosok Eka Sastra dengan masyarakat sekitar selaku pendukungnya tentang pencalonannya dalam Pileg 2014.

"Saya kira bentuk sosialisasi seperti ini dirasa cukup efektif. Selain memiliki ciri khas tersendiri juga lebih terasa kekeluargaannya," jelas Nirwan.

Dia pun menuturkan bila perlombaan memasak nasi liwet tersebut bukan kali pertama diadakan, sebelumnya juga sudah beberapa kali diselenggarakan hal serupa dengan tempat yang berbeda-beda [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Menteri Koperasi dan UKM RI, Sjarifuddin Hasan meresmikan penggunaan pasar hasil revitalisasi pasar tradisional Cilaku, Selasa (25/3/2014). Pasar Cilaku merupakan salah satu pasar tradisional hasil revitalisasi yang pembangunannya dilakukan melalui Koperasi PER Adil Sentosa.

"Saya berharap, melalui diluncurkannya program strategis Kementerian Koperasi dan UKM RI khususnya revitalisasi pasar tradisional di Kecamatan Cilaku ini dengan kondisi pasar tradisional yang bersih, tidak becek dan nyaman para pedagang pasar tradisional  cilaku  dan juga masyarakat Cilaku selaku konsumennya sama-sama diuntungkan," harap Sjarif.

Selain itu keberadaan pasar tradisonal Cilaku diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Cilaku. "Masyarakat Cilaku selaku konsumen pasar tradisional Cilaku  dapat terpenuhi seluruh kebutuhannya," harapnya.

Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh, mengungkapkan, sebagai kabupaten yang memiliki komitmen terhadap pembangunan ekonomi serta dalam rangka mewujudkan salah satu misi meningkatkan daya beli masyarakat, Pemerintah Kabupaten Cianjur telah menyusun berbagai program untuk meningkatkan daya beli masyarakat diantaranya yaitu program revitalisasi pasar tradisional, program pembinaan pedagang informal, program pembinaan dan pengembangan KUKM dan serta program ketahanan pangan.

"Apa yang diberikan Kementerian Koperasi sangat kami apresiasi, terutama dalam merevitalisasi sarana dan prasarana pasar tradisional Cilaku, sehingga kondisi pasar tradisional  Cilaku menjadi pasar yang bersih, sehat, nyaman dan indah," kata Tjetjep [KC-02]***.
CIPANAS, [KC].- Lebih nikmat apabila kita menerima sesuatu hasil dari kucuran keringat kita sendiri dengan cara selalu berikhtiar dalam menggapai hidup dan kehidupan. Bekerja lebih semangat, dengan gigih dan selalu bersyukur atas apapun yang kita terima walaupun dengan segala keterbatasan fisik.

Demikian diungkapkan Wakil Bupati Cianjur H. Suranto disela kegiatan sosial pemasangan kaki palsu yang diselenggarakan oleh PC NU Cianjur di Hotel Palace Cipanas Jalan Raya Cipanas Desa/Kecamatan Cipanas, Selasa (25/3/2014)

"Dengan pemberian kaki palsu gratis, akhirnya dapat memberikan yang terbaik untuk saudara-saudara kita yang kurang mampu yang saat ini telah mendapatkan kaki palsu sebagai bentuk lembaran baru dalam menggapai segala maksud dan tujuan yang selama ini saudara kita tidak dapat beraktivitas karena kekurangan anggota tubuhnya," kata Suranto.

Dikatakan Suranto, Pemerintah Kabupaten Cianjur tidak mampu memberikan semua kewajiban kepada warganya, karena itu perlu dukungan seperti halnya dukungan dari NU Cianjur. Solusi yang diberikan Lembaga Kesehatan PC Nadlatul Ulama Cianjur diharapkan menjadi tanggungjawab sosial yang perlu didukung bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang kurang mampu juga sedang mengalami kesusahan.

Ketua Lembaga Kesehatan NU Cianjur dr. Hj. Mien Suranto, menjelaskan bahwa agenda program PC NU Cianjur sampai saat ini telah melaksanakan beberapa program kegiatan pelayanan gratis untuk warga masyarakat kurang mampu. Tujuannya tidak lain, bagaimana warga masyarakat dapat merasakan langsung pelayanan serta dukungan NU untuk warga masyarakat kurang mampu dalam membangun kemandirian, motivasi untuk hidup lebih baik  serta memberikan yang terbaik untuk masyarakat secara gratis.

"Menolong saudara-saudara kita yang sangat memerlukan uluran tangan tidak perlu melihat dari mana mereka tinggal namun lebih kepada hati yang tulus ikhlas dalam menjalaninya," kata dr. Mien.

Ketua PC NU Cianjur KH. Khoiurl Anam MZD, mengungkapkan, nilai kepedulian yang dicurahkan NU Cianjur dibuktikan dengan 50 orang yang saat ini menerima kaki palsu secara gratis. Ini direspon sangat baik oleh yayasan Tuna Daksa Indonesia juga pada saat ini penyelenggaraan pemasangan kaki palsu dilaksanakan di Palace Hotel.
"Ini menjadi simbol responsif bahwa kepedulian tidak hanya dilakukan oleh perseorangan saja namun pengusaha juga salah satunya HOtel Palace," katanya.

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa responsif warga masyarakat begitu baik, dengan berdatangan ke kantor NU beberapa minggu yang lalu. Warga masyarakat yang membutuhkan kaki palsu tidak hanya datang dari wilayah Cianjur saja, namun mereka datang dari berbagai daerah diantaranya dari Sukabumi, Bogor, Purwakarta, Bandung Barat.

Selly (2 tahun) warga kampung Jebrod Cilaku  yang tidak mempunyai kedua kaki karena mengalami sebuah kecelakaan yang menimpanya saat dia berusia dua bulan sehingga harus diamputasi. Ia datang dengan didampingi kakek juga neneknya dengan semangat mengikuti pengukuran kaki palsu. Kakek nenk tersebut berharap cucu kesayangannya dapat berjalan normal layaknya anak-anak bisa bersekolah dan bermain walau dengan menggunakan dua buah kaki palsu [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Niatan Wakil Bupati Cianjur yang ingin mundur dari jabatannya menuai kritik. Salah satunya datang dari Ketua DPD KNPI Kabupaten Cianjur, Yuce Awan S. Ia menganggap bahwa niat Suranto itu merupakan hal yang cengeng.

"Kalau Suranto ingin mundur, ya mundurlah. Jangan cengeng, seolah-olah ingin dikasihani," kata Yuce saat dialog publik membangun negeri dengan tema “Quovadis Wakil Bupati Cianjur Suranto antara ada dan tiada”, di aula DPD KNPI Jalan Ir. H. Djuanda Panembong Gelanggang Generasi Muda (GGM), Cianjur, Selasa (25/3/2014).

Dialog publik yang digagas DPD KNPI Cianjur, menghadirkan tiga nara sumber masing-masing , perwakilan Majlis Ulama Indonesia (MUI), KH Deni Ramdani, Budayawan Cianjur, Abah Ruskawan, dan Ketua DPD KNPI, Yuce Awan, S,ST. Sedangkan peserta acara dialog, dari perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP), Organisasi Masyarakat (Ormas), pelajar, santri, mahasiswa dan umum.

Menurut Yuce, ketidak harmonisan antara bupati dan wakil sudah lama. DPD KNPI  hanya bisa melihat saja fenomena tersebut, tanpa bisa menyikapi secara langsung. "Kami melaksanakan dialog ini untuk bisa menghasilkan hasil-hasil gagasan supaya Cianjur menjadi nyaman," katanya.

Sementara itu, Budayawan Cianjur, Abah Ruskawan memaparkan, kalau bupati Cianjur mundur dari jabatannya pemerintahan cianjur pasti akan stagnan, sedangkan kalau wakil bupati Cianjur mundur pemerintahan Cianjur tidak akan stagnan. "Artinya kalau wakil bupati mau mundur, ya mundurlah. Kalau mau tetap menjadi wakil bupati, bekerjalah dengan baik," tegas Abah.

Terpisah, salah seorang peserta dari perwakiln Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cianjur, Wildan Efendi mengatakan tidak jauh beda. Menurutnya,  acara yang digelar DPD KNPI sudah sangat strategis.  Artinya kemajuan Cianjur adalah tanggungjawab bersama, sehingga ketika terjadi ketidak harmonisan maka jangan dipolitisi.  Sehingga menjadi drama yang tak kunjung berakhir, yang pada akhirnya terkesan isu ini menjadi isu yang dipolitisi oleh kalangan tertentu untuk momentum 2015 mendatang.

"Wakil bupati ketika memang sudah tidak nyaman dengan keberadaan duet hari ini, maka harus dibuktikan secara gentel untuk bisa mundur tanpa memberikan efek yang membuat rakyat bingung,  jika memang mau islah, ya ishlahlah dengan baik," tandasnya.

Sedangkan hasil dialog publik ini nantinya akan membuat rekomendasi yang akan ditujukan kepada bupati dan wakil bupati Cianjur. [KC-02/da]***.
 
CIANJUR, [KC].- Entin Sutini binti Kasino Matro (26) Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Cikangkung RT 02/01 Desa Sukajadi Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur minta dipulangkan ke Indonesia setelah lima tahun bekerja menjadi TKW di Amman. Migran worker tersebut menghubungi keluarganya setelah masa tinggalnya habis dan berpindah majikan.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur H. Sumitra melalui Kasi Binas Usaha Ketenagakerjaan Ahmad Ubaedillah mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan adanya TKW asal dari Cianjur yang ingin dipulangkan berdasarkan laporan dari Pemerintahan Desa Sukajadi Kecamatan Karangtengah.
Dalam laporan tertulisnya itu dijelaskan bahwa TKW atas nama Entin Sutini binti Kasino Matro (26) telah bekerja diluar negeri selama lima tahun tanpa mendapatkan gajinya. TKW tersebut berangkat melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang kini sudah gulung tikar pada tahun 2009 silam.
"Dalam perjanjian kerjanya yang ditandatangani TKW tersebut bekerja di Jordan dengan majikan bernama Sulthan Faishal Alfaiz dengan alamat Amman. Namun tidak diketahui persis berapa lama ia bekerja dimajikannya itu. Karena saat ini sudah pindah majikan dengan alamat yang berbeda," kata Ubaidillah saat ditemui dikantornya, Selasa (25/3).
Meski sudah pindah majikan, namun komunikasi TKW itu dengan pihak keluarga lancar. Hanya saja tidak diketahui persis keberadaanya. "Kalau komunikasinya dengan keluarga lancar, sepertinya TKW dan majikannya saat ini sama-sama ketakutan, sehingga tidak berani mempublish didepan umum. Majikannya ketakutan karena ada TKW yang dokumennya habis dan TW takut keluar karena kawatir ditangkap polisi," katanya.
Atas dasar pengaduan itulah pihaknya akan berupaya memulangkan TKW yang over stay itu ke kampung halamannya. Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah mengirim surat ke Kementerian Luar Negeri.
"Kami sudah layangkan surat resmi ke Kemenlu, kami minta agar difasilitasi agar TKW itu bisa dipulangkan ke Indonesia. Kalau mendengar cerita keluargnya memang kasihan, karena sudah lima tahun bekerja dan belum mendapatkan haknya. Mudah-mudahan Kemenlu bisa membantu memulangkanya," katanya.

Pihaknya menduga masih ada TKW lainya yang mengalami nasib tidak jauh berbeda dengan yang menimpa
Entin Sutini binti Kasino Matro (26). "Saya rasa masih ada Enetin-Entin lainya yang seperti itu, hanya kita tidak ada datanya, ini hanya salah satunya saja TKW asal Cianjur yang bernasib kurang beruntung," kata Ubaedillah [KC-02]***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!






CIANJUR, [KC].- Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (PTPH) Kabupaten Cianjur terus mendorong agar para petani beralih menggunakan pupuk organik. Selain hasil pertanian yang cenderung lebih bagus, penggunaan pupuk organik juga tidak banyak berdampak pada kesehatan para petani.
Kepala Bidang Penyuluhan Dinas PTPH Kabupaten Cianjur Zulkarnain mengatakan, Kementerian Pertanian saat ini juga menginginkan para petani go organik. Bahkan untuk mendorong hal tersebut Kementerian Pertanian memberikan bantuan kepada para petani yang mengelola pupuk organik.

"Dengan sistem organik itu banyak juga kelebihannya, seperti tanahnya
lebih subur, produknya tidak mengandung zat kimia yang berbahaya. Kalau bukan organik kita menimbun zat kimia yg berbahaya," kata Zulkarnaen saat ditemui disela kegiatan pelatihan di Jalan Prof. Moch Yamin, Selasa (25/3).

Dikatakan Zulkarnaen, saat ini banyak petani yang cenderung lebih memilih pupuk non organik. Untuk itulah perlu waktu untuk mensosialisasikan kepada para petani. "Saat ini kan jarang petani yang menggunakan organik, makanya pupuk organik diserahkan ke masyarakat. Secara bertahap kita ingin menjadi petani organik, ini tidak bisa dipaksakan," tandasnya.
Pengalihan un organik ke organik membutuhkan waktu. Untuk perbaikan lahan dibutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 tahun. "Secara bertahap bisa dilaksanakan, tahun pertama bisa dilakukan dengan penggunaan 10 persen organik dan 90 persen un organik dan begitu seterusnya. Secara berjenjang terus dilakukan akhirnya bisa secara menyeluruh beralih ke organik," katanya.
Teknologi penggunaan pupuk organik, dari segi produksi bisa bertahap. Semua itu terjadi akibat pemulihan kondisi tanah yang sudah lama menggunakan terdampak akibat penggunaan pupuk un organik. "Yang jelas bedanya juga tidak jauh, secara bertahap akan lebih baik. Terutama hasilnya, dari segi kwalitas lebih sehat artiya kadar zat kimianya berkurang, diganti organik, mudah dicerna dalam tubuh dan tidak menimbulkan efek negatif," tegas Zulkarnaen.

Pihaknya juga membantah, jika penggunaan pupuk organik usia tanam lebih panjang. Justru dengan organik kondisi tanaman bisa lebih kuat. "Cuma memerlukan waktu untuk mengganti pertanian ini butuh waktu, tidak bisa mendadak, kalau mendadak produksi akan menurun jauh. Harus secara bertahap. Sejak tahun 2010 kita terus lakukan sosialisasi kepada para petani," paparnya [KC-02]***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!





CIANJUR, [KC].- Setelah berhasil mengungkap identitas mayat wanita tanpa kepala yang ditemukan di Kampung Sela, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Minggu (16/3) lalu, jajaran Polres Cianjur juga berhasil menemukan potongan kepala mayat wanita yang merupakan warga negara asing (WNI) itu. Potongan kepala tersebut ditemukan oleh petugas diantara tumpukan sampah di daerah Cileungsi Kabupaten Bogor.
Sebelum menemukan potongan kepala, petugas juga berhasil menangkap yang diduga pelaku pemenggal kepala tersebut berinisial A. Kini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan intensif oleh petugas.
Menurut penuturan petugas kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur, Soni, potongan kepala itu tiba di kamar mayat sekitar pukul 03.00 WIB. Potongan kepala itu diantar langsung oleh aparat kepolisian dari Polres Cianjur. "Waktu kami terima potongan kepala itu kondisinya sudah terbungkus kantong plastik hitam," ujar Soni saat dihubungi, Selasa (25/3).
Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti, dihubungi terpisah mengatakan, penemuan potongan kepala yang diduga potongan kepala Mrs K itu setelah melakukan pengembangan dari diketahuinya identitas mayat perempuan tanpa kepala tersebut. Berdasarkan pendalaman perkaranya akhirnya mengarah pada terduga pelakunya.
"Dari hasil pengakuan itu akhirnya kami sisir, awalnya sempat kesulitan mencarinya karena potongan kepala itu menggelinding ke arah bawah dari tempat sampah sehingga kami harus turun ke bawah. Akhirnya kita berhasil temukan. Saat ditemukan kondisinya terbungkus tas plastik. Kondisi kepala masih utuh tapi sudah terdapat belatungnya," kata Dedy.
Pihaknya juga menegaskan telah mengamankan terduga pelaku yang tega memenggal kepala Mrs K. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, terduga pelaku mengenali Mrs K cukup dekat dan kenal sudah cukup lama. Bahkan terduga pelaku ini pernah bekerja satu atap dengan wanita yang merupakan WNA asal Korea Selatan.

"Pelaku telah kami amankan, inisialnya A. Saat itu juga kami langsung bawa pelaku kerumah Mrs K di daerah Bekasi untuk melakukan pra rekontruksi. Ini untuk meyakinkan terduga pelaku terlibat dalam kasus pembunuhan yang mengakibatkan tewasnya Mrs K," katanya [KC-02/tm]***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!





CIANJUR,[KC],- Sesuai jadwal dari Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur, tadi pagi (25/03)  Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  berkampanye di Daerah Kampanye 2 yang meliputi Kecamatan Cugenang, Pacet, Cipanas, Sukaresmi dan Cikalongkulon. Adapun lokasi kampanye  di pusatkan dilapangan Mariwati Kecamatan Sukaresmi.

“Kami hadir putihkan Cipanas dan sekitarnya dengan empat ribu  massa untuk hadir mengikuti Kampanye Rapat Umum Terbuka dilapangan Mariwati,” kata ketua Bapilu DPD PKS Cianjur Asep Riyatman,SH ketika ditemui di lokasi kampanye tadi siang. Dan kami telah mengintruksikan kepada kader , simpatisan dan masyarakat umum untuk mengikuti aturan-aturan yang berlaku seperti tidak membawa anak dibawah umur untuk ikut kampanye dan juga mematuhi peraturan lalulintas dan menggunakan helm pada waktu berkendaraan.

Asep menambahkan bahwa Rapat Umum yang dilaksanakan berupa apel siaga yang  dihadiri langsung oleh Ketua DPD PKS Cianjur Teguh Agung NM dan juga Juru Kampanye Nasional H.Ecky Awal Mucharam serta juru kampanye tingkat Provinsi Sadar Muslihat,SH .(KC.03)***
CIANJUR, [KC].- Kabar akan adanya quota tambahan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kategori dua (K2) dibantah mentah-mentah oleh Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi. Kabar tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Ditegaskan Cecep, belakangan ini pihaknya sering kali didatangi sekelompok masyarakat termasuk para guru dan keluarganya yang mempertanyakan adanya informasi tentang bakal adanya quota tambahan bagi CPNS katagori dua. Padahal informasi itu tidak benar adanya.

"Ini informasi yang menyesatkan, tidak ada quota tambahan CPNS bagi kategori dua. Kami minta ini disosialisasikan kepada masyarakat bahwa tidak ada quota tambahan," kata Cecep, Senin (24/3/2014).

Dikatakan Cecep, jumlah pegawai honorer untuk katagori dua di Kabupaten Cianjur ada sekitar 5.357 orang. Dari jumlah tersebut 1.142 orang sudah dinyatakan lulus. Dari jumlah yang lulus sebanyak itu,  dua orang mengundurkan diri dan dua orang lagi dikomplen masyarakat, sehingga yang melakukan pemberkasan sebanyak 1.138 orang.

Cecep juga mengakui, belakangan ini juga beredar isu bahwa pada Mei atau Juni yang akan datang akan ada testing CPNS bagi umum. Namun hingga saat ini pihaknya belum memperoleh informasi dari pusat terkait rencana tersebut.

"Sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi itu dari pusat. Barangkali ini baru sebatas isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tapi kami berharap isu yang ini benar adanya. Yang pasti, hingga saat ini kami belum memperoleh informasi yang resmi atas adanya isu tersebut,” kata Cecep [KC-02]***.

CIANJUR, [KC].- Kaur Pemerintahan Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang Sudita (56) mengatakan, pihaknya mengakui telah menerima pengaduan dari warga yang tempatnya terkena dampak dari pembangunan tower sutet. Dia mengaku sudah menyampaikan pengaduan warga tersebut kepada petugas PLN.

"Kalau berdasarkan data, ada sekitar 68 warga yang terkena dampak pembangunan tower sutet itu. Sebagian besar diantaranya telah menerima kompensasi dari PLN dengan besaran bervariasi," kata Sudita, Minggu (23/3/2014).

Dikatakan Sudita, pihak PLN berjanji akan melakukan pendataan kembali terhadap warga yang lahannya terkena dampak dari pembangunan tower sutet. "Kapan akan melakukan pendataan kembali, saya tidak tahu, yang jelas setelah saya sampaikan pengaduan warga PLN bilang akan melakukan pendataan kembali," jelasnya.

Sebelumnya Sejumlah warga diareal yang terkena dampak pembangunan Saluran Udara Ekstra Tinggi (Sutet) di Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur menganggap kompensasi yang diberikan pihak PT. PLN tidak manusiawi. Bahkan PLN dianggap tidak berdasarkan fakta dilapangan ketika memberikan kompensasi.

Seperti yang dirasakan M. Dodo (49) warga Kampung Kedung Hilir RT 01/RW 03 Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang. Dia mengaku meski rumahnya berada paling dekat dengan tiang tower sutet, namun pihak PLN hanya memberikan kompensasi sebesar Rp 55 ribu. Kondisi tersebut berbeda jauh dengan yang diterima tetangganya yang justru lokasinya lebih jauh dari tiang tower sutet.

"Yang benar saja, masa rumah tetangga sebelah kanan saya yang lokasinya lebih jauh degan tiang tower sutet malah mendapatkan kompensasi Rp 12 juta. Itu dasarnya apa, saya sebagai warga tidak mengerti," kata Dodo saat ditemui dirumahnya, Minggu (23/3/2014).

Pihaknya juga sudah mengadukan persoalan yang dialaminya ke perangkat Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang. Namun hingga saat ini belum ada informasi tindak lanjutnya. "Saya tidak tahu apakah disampaikan ke PLN atau tidak, tapi yang mengalami seperti saya ini banyak. Saya hanya minta keadilan, karena apa yang saya alami sangat tidak adil," katanya. [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Sejumlah warga diareal yang terkena dampak pembangunan Saluran Udara Ekstra Tinggi (Sutet) di Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur menganggap kompensasi yang diberikan pihak PT. PLN tidak manusiawi. Bahkan PLN dianggap tidak berdasarkan fakta dilapangan ketika memberikan kompensasi.

Seperti yang dirasakan M. Dodo (49) warga Kampung Kedung Hilir RT 01/RW 03 Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang. Dia mengaku meski rumahnya berada paling dekat dengan tiang tower sutet, namun pihak PLN hanya memberikan kompensasi sebesar Rp 55 ribu. Kondisi tersebut berbeda jauh dengan yang diterima tetangganya yang justru lokasinya lebih jauh dari tiang tower sutet.

"Yang benar saja, masa rumah tetangga sebelah kanan saya yang lokasinya lebih jauh degan tiang tower sutet malah mendapatkan kompensasi Rp 12 juta. Itu dasarnya apa, saya sebagai warga tidak mengerti," kata Dodo saat ditemui dirumahnya, Minggu (23/3/2014).

Pihaknya juga sudah mengadukan persoalan yang dialaminya ke perangkat Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang. Namun hingga saat ini belum ada informasi tindak lanjutnya. "Saya tidak tahu apakah disampaikan ke PLN atau tidak, tapi yang mengalami seperti saya ini banyak. Saya hanya minta keadilan, karena apa yang saya alami sangat tidak adil," katanya.

Hal yang sama juga dialami oleh Jajuli (54) warga lainya. Dia mengaku malah tidak dapat sepeserpun kompensasi dari PLN. Padahal pekarangan rumahnya terbilang paling dekat dengan saluran sutet dibandingkan dengan tetangganya yang mendapatkan Rp 12 juta.

"Memang sangat tidak adil dan manusiawi, apakah PLN itu tidak melakukan pengecekan dilapangan saat menerima data. Rumah saya yang jelas-jelas dekat dengan sutet malah gak masuk pendataan, justru yang lebih jauh dari saya malah dapat, ini tidak adil," kata Jajuli.[KC-02].***

CIANJUR, [KC].- Sejumlah orang mendatangi ruang pemulasaran jenazah RSUD Cianjur untuk memastikan apakah mayat tanpa kepala berkulit putih yang ditemukan di Kampung Sela RT 01/RW 02 Desa Mekarsari Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu merupakan anggota keluarganya atau bukan. Bahkan ada diantaranya merupakan warga Korea.

Hal itu dibenarkan Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti saat dihubungi "KC" Minggu (23/3/2014). Dikatakan Dedy, tidak hanya warga Korea yang datang, tapi ada juga warga Indonesia yang datang unyuk melihat memastikan apakah mayat tanpa kepala itu anggota keluarganya atau bukan.

"Sejauh ini belum ada kepastian siapa mayat tanpa kepala itu. Kalau ada yang datang mengaku keluarganya itu memang ada, tapi tidak semudah itu. Semunaya harus dibuktikan dengan hasil test DNA. Saat ini kami masih menunggu hasilnya," kata Dedy.

Diberitakan sebelumnya, Warga masyarakat Kampung Sela RT 01/RW 02 Desa Mekarsari Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur gempar,  menyusul ditemukannya sosok mayat tanpa busana tanpa kepala di semak-semak lokasi tanah Yayasan Misi Islam Kaafah di kampung tersebut, Minggu (16/3/2014).

Mayat tanpa kepala berjenis kelamin perempuan tersebut saat ditemukan dalam kondisi terlentang. Diperkirakan baru berusia sekitar 20 tahun. Adapun ciri lainya selain berkulit putih, pada lengan sebelah kiri terdapat tato dengan tulisan tidak Jelas.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, penemuan mayat tanpa kepala itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Ruhyat (32). Waktu itu sekitar pukul 16.30 WIB saat ia tengah mencari rumput tiba-tiba melihat sosok yang mencurigakan. Saat didekati ternyata mayat tanpa busana dengan tanpa kepala.

Penemuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pengurus yayasan yang terus melaporkan ke pihak kepolisian. Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan langsung mendatangi tempat kejadian. Pihak kepolisian sempat mencari potongan kepala korban, namun belum juga ditemukan.

Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, mayat yang diduga korban mutilasi itu dibawa ke RSUD Cianjur untuk dilakukan outopsi. "Untuk penyidikan lebih lanjut, mayat perempuan dibawa ke RSUD Cianjur untuk di outopsi," kata Kapolsek Cikalongkulon AKP Kusmayadi melalui Kasi Humas Aiptu Suyatman. [KC-02].***

CIANJUR,(KC),-  Kapolres Cianjur, Ajun Komisaris Besar Deddy Kusuma Bakti mengimbau agar semua pengunjung memperhatikan semua tanda larangan dan pengumuman yang ada di Pantai Jayanti.

Termasuk, kata Deddy, adalah larangan berenang. pasalnya, Jayanti dikenal dengan ombaknya yang tinggi."Kami mengimbau dengan kejadian ini seluruh pengunjung Pantai Jayanti, baik pelajar atau pengunjung lainnya untuk tidak melanggar peringatan dilarang berenang. Hal itu, semata-mata untuk keselamatan para pengunjung karena Pantai Jayanti ini ombaknya tergolong besar," tuturnya.

Sementara itu, Salah seorang nelayan Jayanti, Rahmat (52) gelombang di Pantai Jayanti memang tergolong tinggi. Dalam keadaan normal, ketinggian gelombang bisa mencapai 2-3 meter."Memang sih cukup berbahaya juga jika tak berhati-hati. Apalagi dalam kondisi cuaca ekstrem seperti ini," katanya.

Rahmat mengatakan, nelayan saja jika dalam kondisi gelombang pasang tidak akan melaut apalagi sampai berenang di laut. "Bahkan, tahun kemarin gelombang pasang dan ombak tinggi terjadi dalam waktu lama. Dalam setahun, sekitar 8 bulan gelombang tinggi, dan sisanya baru cuaca baik hingga bisa diarungi," ucapnya.

Rahmat dan beberapa rakannya pun selalu memberitahu kepada masyarakat termasuk para pengunjung untuk selalu berhati-hati jika bermain di pesisir Pantai Jayanti mengingat gelombang pasang bisa terjadi tanpa diprediksi.

"Apalagi di Jayanti ini tipe laut yang banyak karang dan terlalu menjorok ke dalam. Bukan seperti tipe pantai dengan gelombang tenang. Makanya harus hati-hati," ujarnya.(KC.03/PRLM)***
CIANJUR, [KC].- Mobil tim sukses Caleg DPR RI Daerah Pemilihan III (Kab. Cianjur-Kota Bogor) Sri Hidayati dilempar batu oleh massa seusai menghadiri kegiatan sosialisasi di Kampung Legok RT 02/RW 09 Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, Sabtu (22/3/2014). Akibatnya bodi mobil bagian belakang mengalami kerusakan.
Peristiwa tersebut bermula saat sedikitnya 393 warga masyarakat disekitar Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang menghadiri kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan disebuah bangunan gudang peralatan pesta milik Nura Salon. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi IV Bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Sri Hidayati.
Dalam kesempatan tersebut Sri Hidayati menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa setiap saat mendatangi warga diwilayah Dapil. Pihaknya juga menyampaikan telah mendirikan sebuah lembaga di Rancagoong Kecamatan Cilaku namanya Laras (Lembaga Rumah Aspirasi) Sri Hidayati. Lembaga tersebut diharapkan bisa lebih dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Belum juga kegiatan selesai, ratusan warga yang ada diluar gudang sudah mulai merangsek kedalam. Setelah kegiatan selesai dan Anggota DPR RI yang kembali mencalonkan diri dalam Pileg 2014 itu meninggalkan lokasi kegiatan, kericuhan semakin menjadi. Warga yang kebanyakan ibu-ibu itu berebutan ingin masuk kedalam gudang berharap mau dikasih barang dan uang.

Namun karena tidak ada keputusan, banyal warga yang kecewa dan berteriak-teriak. Ada diantaranya yang mengumpat dan mengancam tidak akan memilih pada Pileg mendatang. Kericuhan semakin menjadi saat kendaraan Dhaihatsu Grand Max Nopol F 8018 WV yang ditumpangi tim Sri Hidyati keluar dari parkiran mobil masjid Al Ikhlas tidak jauh dari lokasi kegiatan.

Mobilpun menjadi pelampiasan warga yang kesal. Ada diantara warga yang sempat memukul bodi mobil dengan tangan. Bahkan ada diantaranya yang melempar mobil dengan batu hingga membuat bodi mobil bagian belakang mengalami kerusakan. Melihat itu seorang penumpang mobil turun dari kendaraan, tapi salah seorang warga meminta untuk masuk kembali dan melanjutkan perjalanan untuk menghindari keributan. Akhirnya wargapun pulang kerumahnya masing-masing dengan rasa kecewa. [KC-02]***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!




CIANJUR, [KC].- Cuaca ekstrim menghambat proses pencarian terhadap dua orang pelajar MAN 1 Bandung yang terseret ombak di perairan Pantai Jayanti, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Kamis (20/3). Hingga Jum'at (21/3) tim search and rescue (SAR) gabungan belum berhasil menemukan dua orang pelajar yang diketahui bernama Nurul Huda (18) dan Asep Hoerudin (17).

Kapolsek Cidaun, AKP Oni Haeroni, mengatakan, cuaca yang kurang bersahabat mempengaruhi pencarian terhadap dua pelajar yang terseret ombak. Hujan deras sejak pukul 08.00 pagi, menghambat pencarian terhadap korban. Selain hujan gelombang laut yang tinggi juga menghalangi nelayan untuk turun kelaut membantu mencari korban.

"Kita baru bisa melakukan pencarian dengan menyisir sepanjang pantai sekitar pukul 11.00 WIB setelah hujan reda. Selain itu kita juga melakukan pemantauan ke laut dengan menggunakan teropong," kata Oni saat dihubungi melalui ponselnya, Jum'at (21/3).

Hingga pukul 15.00 WIB, kedua pelajar yang terseret ganasnya ombak laut selatan itu belum berhasil ditemukan. Tim SAR masih terus melakukan pencarian. Sementara keluarga korban sudah berdatangan ke pesisir pantai Cidaun menantikan hasil dari upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan. Demikian juga rekan korban sudah mulai berdatangan ke lokasi kejadian.
"Saat ini sejumlah rekan korban sudah ada di pantai, bahkan Kepala Sekolah MAN 1 Bandung juga sudah tiba. Mereka ingin mengetahui hasil dari pencarian yang kami lakukan terhadap korban," katanya.
Dijelaskan Oni, peristiwa yang menimpa dua orang pelajar tersebut bermula saat 12 pelajar MAN 1 Bandung menghabiskan waktu liburnya dengan mendatangi pantai Jayanti di Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur. Para pelajar itu sebagian bermain bola dipesisir pantai dan lima pelajar lainya memilih bermain air di Muara Karang Pantai Jayanti.
"Tidak lama berselang, disaat pelajar itu tengah bermain air tiba-tiba ombak besar datang dan menerjang lima pelajar yang tengah asik. Tiga pelajar berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan kedua korban terbawa arus dan hilang ditelan ombak," katanya.
Kedua korban yang ditelan ombak tersebut kata Oni, sempat berteriak minta tolong ke arah teman-temannya. Namun mereka tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa menyaksikan kedua korban hilang ditelan ombak.

"Kerban terseret ketengah laut dan hilang tenggelam, karena di pinggir karang itu memang kondisinya dalam sampai ke dasar laut," ujar Oni seraya menambhakan pencarian terhadap jorban akan dilakukan sampai enam hari kedepan [KC-02/tm]***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!






CIANJUR, [KC].- Kapolres Cianjur Dedy Kusuma Bakti mengatakan, jajarannya akan bertindak tegas terhadap aksi kejahatan di jalanan yang mengancam keselamatan warga. Tembak ditempat akan diberlakukan jika kedapatan melakukan aksinya.

"Kami tegas terhadap aksi pelaku street crime. Apalagi kalau bawa senjata tajam, sudah bisa ditembak ditempat. Apalagi jika pelaku kejahatan terutama pelaku kejahatan jalanan mengancam nyawa masyarakat dan petugas dan kalau diperlukan memang perintahnya seperti itu," ujar Dedy.

Untuk menekan terjadinya aksi kejahatan jalanan, Polres Cianjur pun meningkatkan patroli di jama-jam rawan. "Kami juga telah bekerja sama dengan stakeholder untuk memutus rangkaian kejahatan jalanan yang dilakukan pelajar. Kami pantau lokasi dan sentra berkumpulnya masyarakat," ujar Dedy. [KC-02]***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Berandal bermotor kembali berulah, seorang warga Sharul Gunawan (16), warga Kampung Cipadang, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur, Kamis (20/3/2014) yang tengah duduk-duduk bersama temanya dibacok oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor di jalan raya Cibeber Kampung Pasirkelapa Desa Mayak Kecamatan Cibeber.

Akibatnya korban menderita luka parah dibagian kepalanya dan harus dilarikan ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan penanganan medis. Korbanpun harus menerima 15 jahitan akibat lukanya yang serius.

Menurut Kapolsek Cibeber Kompol Pardianto, peristiwa yang menimpa korban pegawai tambal ban itu terjadi saat korban sekitar pukul 21.30 WIB tengah bersama dua orang temannya nongkrong didekat tambal ban. Tiba-tiba datang dua orang yang berboncengan sepeda motor berhenti. Seorang diantaranya bersenjatakan golok turun dari motor dan tanpa basa basi menghampiri korban dan membacoknya.

Setelah berhasil melukai korbannya, pelaku langsung kabur dengan sepeda motornya. Teman korban sempat berupaya mengejar, namun tidak berhasil dan memilih kembali untuk menolong rekanya yang bersimbah darah. Korbanpun dilarikan ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan penanganan medis.

"Kita sudah memeriksa tiga orang saksi yang merupakan teman korban dan penjual nasi goreng yang diduga mengetahui kejadiannya. Saat ini kami masih melakukan pendalaman," kata Pardiyanto saat dihubungi, Jum'at (21/3/2014).

Pihaknya juga mengaku belum mengetahui persis motif pelaku yang tiba-tiba membacok korban. Pardiyanto juga membantah kalau pelaku merupakan bagian dari geng motor. "Kalau geng motor itu biasanya banyakan, ini hanya satu motor yang ditumpangi berdua. Kita masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya," tegasnya. [KC-02]***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Dian Wisdianawati, Calon Anggota Legislatif Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) III  dari PDI Perjuangan nyaris terbentur pohon kelapa setelah kendaraan yang ditumpanginya terjerembab parit di Kampung Padaruum Desa Cirumput Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, Kamis (20/3). Dian yang duduk di jok belakang sebelah kiri dalam kondisi kaca kendaraan terbuka tersebut berhasil menghindar dengan menarik tubuhnya kesebelah kanan.

Menurut keterangan saksi mata, saat itu rombongan iring-iringan caleg PDIP nomor urut 3 itu baru saja memanfaatkan jadwal kampanye rapat umum untuk Daerah Kampanye II (Cugenang, Pacet, Cipanas, Sukaresmi dan Cikalongkulon) mendatangi sejumlah warga yang berada dipinggir jalan. Rombongan yang dikawal sejumlah aparat kepolisian itu melaju setelah menempuh perjalanan dari Desa Sukamanah-Gasol-Benjot-Talaga dan Cirumput.

Setelah menyambangi warga di pertigaan Cirumput, kendaraan minibus Nopol F 1162 WJ yang dikemudikan bersama rombongan lainya melanjutkan perjalanan mengarah ke wilayah Desa Sukajaya. Hanya saja saat melintas dimedan yang sempit dengan kondisi infrastruktur jalan yang rusak, tiba-tiba kendaraan yang ditumpangi Caleg PDI Perjuangan itu sulit dikendalikan dan akhirnya terporosok kedalam parit.

"Mobil sih jalannya pelan, karena jalannya sempit dan kurang bagus. Tapi tiba-tiba terjerembab dan nyaris menghantam pohon kelapa yang ada dipinggir jalan sebelum terjerembab," kata Endang Sopyandi (34) seorang saksi mata di lokasi kejadian.

Butuh waktu beberapa saat untuk menarik kendaraan yang terjerembab. Beruntung kendaraan ranger kepolisian yang mengawalnya bisa dimanfaatkan untuk menarik kendaraan. Dibantu beberapa warga akhirnya kendaraan tersebut berhasil dievakuasi. Namun kondisi ban kendaraan sebelah kanan mendadak kempes dan harus diganti. Setelah itu kendaraan kembali bisa digunakan dan blusukan gaya caleg permpuan tersebut kembali dilakukan [KC-02]***.















CIANJUR, [KC].- Camat Cugenang DG mangkir dari undangan klarifikasi yang dilakukan Panwaslu Kabupaten Cianjur terkait dugaan kampanye yang dilakukan camat selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS). Karena tidak hadir, Panwas akan kembali melayangkan surat undangan klarifikasi kedua kalinya.

"Seharusnya Selasa (18/3) yang bersangkutan memenuhi undangan kami, tapi tanpa alasan yang bersangkutan tidak hadir. Kami akan menjadwalkan kembali undangan klarifikasi kepada yang bersangkutan," kata Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur, Saepul Anwar, ketika ditemui disela kegiatan pembinaan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) di Bale Desa Cipendawa Kecamatan Pacet, Rabu (19/3).

Dikatakan Saepul, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap tiga orang PNS yang diduga telah melakukan kampanye terhadap salah satu calon anggota legislatif tertentu. Ketiganya sudah dilayangkan undangan klarifikasi menindak lanjuti adanya laporan yang diterima Panwaslu Cianjur.

"Sudah kita undang untuk klarifikasi, tapi ternyata tidak semuanya hadir, diantaranya Camat Cugenang. Kita masih dalami dan masih dalam penyelidikan. Kita akan terus kembangkan perkaranya. Apalagi ini dilakukan oleh PNS yang seharusnya tidak boleh terlibat langsung menjadi tim sukses atau mensukseskan salah satu caleg," tegasnya.

Pihaknya bertekad, akan menindak lanjuti dugaan kampanye yang dilakukan PNS ini hingga ke pengadilan. Tentunya jika semuanya sudah memenuhi unsur pelangaran normatif atau pidana. "Sejauh ini baru dimintai keterangan terkait laporan keterlibatan mereka," kata Saepul [KC-02]***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, (KC).- Sebanyak 9.272 calon mitra Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) yang disiapkan untuk membantu tugas PPL pada hari pelaksanaan pencoblosan Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPR pada 9 April 2014 gagal diberdayakan. Salah satu alasanya tidak disetujuinya anggaran untuk mitra PPL dari Kementerian Keuangan.

Divis Pengawasan Panwaslu Kabupaten Cianjur Yuyun Yunardi membenarkan hal itu, meski pihaknya telah merekap hasil dari data yang disampaikan Panwaslu Kecamatan mengenai calon mitra PPL. Dalam perjalanannya ternyata rencana tersebut belum bisa direalisasikan.

"Dengan berat hati harus disampaikan, hasil dari rapat koordinasi di Bawaslu RI, rencana mitra PPL yang akan ditugaskan membantu PPL pada hari pencoblosan tersebut gagal total. SEmua itu akibat anggaran yang diajukan ditolak oleh kementerian keuangan," tegas Yuyun disela kegiatan pembinaan PPL di Bale Desa Cipendawa Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, Rabu (19/3/2014).

Dengan gagalnya penempatan mitra PPL, pihaknya masih berharap adanya relawan yang diharapkan bisa membantu tugas pengawasan. Hanya saja untuk relawan Panwas tidak memiliki kewenangan untuk meminta laporan. Hanya saja Panwas masih akan memberikan identitas, bagi para relawan.

"Yang namanya relawan itu tidak ada honornya, sehingga tidak ada kewajiban untuk melaporkan kepada panwas tugasnya. Tapi Panwas akan memberikan I'd Card, buku panduan dan juga sertifikat dari Bawaslu," kata Yuyun [KC-02]***.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR,(KC),- Calon Wakil Presiden dari Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo (HT) didamping Calon Legislatif DPR RI Partai Hanura, Erik Satrya Wardhana, berkunjung ke Pasar Sukanagara, Kabupaten Cianjur,  Selasa (18/3/2014). HT menyempatkan diri mendengar keluhan para pedagang.

Para pedagang umumnya mengeluhkan kondisi pasar dan omzet. Mereka ingin pasar tradisional tidak kalah bersaing dengan pasar modern. Untuk itu, para pedagang menilai, pembenahan dan peremajaan infrastruktur dan fasilitas pasar sangat penting sehingga masyarakat betah berbelanja ke pasar tradisional.

Selain itu, mereka juga meminta jalan akses dari Kota Cianjur menuju Sukanegara diperbaiki, sehingga pendistribusian bahan pokok dan kebutuhan lainnya tidak terganggu.

Sementara itu, HT menuturkan, kondisi masih banyak masyarakat miskin dan hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan. Untuk itu ia akan berupaya mewujudkan perubahan agar masyarakat lebih sejahtera.

Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Hanura itu, daerah Cianjur kaya dengan dengan sumber daya alam. Seharusnya masyarakat di sana bisa merasakan hasilnya.

Ia pun sangat setuju dengan pembangunan infrastruktur agar roda perekonomian masyarakat terus menggelinding.(KC.03/RG)***