CIANJUR, [KC].-  Sebanyak 11 kecamatan di Kabupaten Cianjur terindikasi rentan terjadi rawan pangan. Kebanyakan daerah yang rentan rawan pangen berada diwilayah Cianjur bagian selatan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur Sudrajat Laksana, mengatakan,  berdasarkan data hasil dari penelitian Badan Ketahanan Pangan Nasional yang dilansir 11 kecamatan diwilayah Cianjur terindikator rawan pangan.

Daerah yang rentan rwan pangan, Badan ketahanan Pangan Nasional pernah melansir melati dari 11 indikator rawan pangan th 2011 ada 11 kecamatan, kebanyakan di kecamatan selatan. "Datanya memang seperti itu, ada 11 wilayah kecamatan yang rentan terjadi rawan pangan, " kata Sudrajat saat ditemui diruang kerjanya, Senin (3/3/2014).

Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan 11 langkah-langkah untuk menghindari terjadinya rawan pangan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan petensi pangan lokal. "Kita juga sedang merintis lumbung pangan masyarakat. Bahkan sudah ada program pemerintah, kita juga berharap adanya swadaya masyarakat," katanya.

Pihaknya juga mengaku telah menyiapkan 100 ton beras cadangan pangan untuk mengatasi terjadinya rawan pangan. "Kalu benar sampai terjadi rawan pangan kita akan keluarkan beras cadangan pangan untuk mengatasi sementara," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh, membantah jika ada wilayah Cianjur mengalami rawan pangan. Kalaupun ada hanya masyarakat yang mengalami rawan daya beli. Itupun akibat warga yang belum bisa memanage keuangannya.

"Ada beberapa masyarakat yang belum beruntung ekonominya, namun sepertinya lebih memilih mencukupi kebutuhan yang bukan kebutuhan pokok, seperti halnya merokok, padahal untuk membeli makan saja susah, tapi kalau merokok harus bisa," kata Tjetjep.

Meski begitu, pihaknya tetap mengintruksikan dinas terkait untuk selalu turun kelapangan terutama kebeberapa wilayah yang rentan terjadi rawan daya beli. Itu perlu dilakukan agar masyarakat yang rentan bisa didorong untuk bisa kembali berusaha.

"Kita harapkan masyarakat yang masih terjadi rentan daya beli bisa lebih meningkat ekonominya. Sehingga tidak ada lagi masyarakat Cianjur yang kekurangan gizi akibat rentan daya beli," paparnya  [KC-02]***.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.