CIANJUR, [KC].- Sebanyak 210 pekerja anak di Kabupaten Cianjur akan dikembalikan ke bangku sekolah. Mereka akan diberikan motivasi selama satu bulan di shelter sebelum dikembalikan ke bangku pendidikan.

Para pekerja anak itu diambil dari berbagai wilayah di Kabupaten Cianjur. Mereka merupakan anak yang putus sekolah dan tidak sekolah lantaran kurang mampu alasan ekonomi. Para pekerja anak yang akan diberikan motivasi di shelter itu maksimal berusia 17 tahun.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur H. Sumitra mengatakan, pengembalian para pekerja anak ke bangku sekolah itu merupakan salah satu bagian dari Program Pengurangan Pekerja Anak pendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) yang diluncurkan Kementerian Tenaga Kerja RI.

"Kegiatan PPA-PKH ini sudah kesekian kalinya kita terima dari Kementerian Tenaga Kerja RI. Tahun ini kita mendapatkan kuota 210 anak sama seperti pada tahun lalu yang akan terbagi dalam tujuh shelter dan masing-masing shelter sebanyak 30 anak," kata H. Sumitra saat ditemui, Rabu (9/4/2014).

Para pekerja anak itu kata Sumitra nantinya akan masuk dalam shelter selama satu bulan. Selama satu bulan itu, para pekerja anak akan dididik dan diberi motivasi agar bisa kembali kebangku sekolah. Sehingga setelah mentalnya benar-benar siap, baru dikembalikan ke sekolah.

"Tidak gampang membangkitkan pekerja anak itu agar bisa kembali sekolah. Mereka sudah terbiasa dengan pekerjaanya, tiba-tiba harus kembali kebangku sekolah. Ini perlu adaptasi dan perlu tenaga-tenaga pendidik yang handal untuk memberikan motivasi," katanya.

Untuk membangkitkan kembali motivasi para pekerja anak itu, pihaknya telah merekrut sebanyak 21 pendamping yang memiliki berbagai latar belakang ke ilmuan. Mereka nantinya selama satu bulan akan tinggal di shelter mendampingi para pekerja anak.

"Pendamping itu bisa diibaratkan orang tua para pekerja anak, seluruh kebutuhan anak para pendampinglah yang nantinya akan melayani. Pendamping ini juga sebagai guru bagi para pekerja anak itu," katanya.

Selain pendamping, nantinya juga ada tenaga tutor yang akan memberikan materi belajar bagi para pekerja anak. Tutor inilah yang memiliki peran untuk mendorong agar para pekerja anak ini bisa kembali ke sekolah.

"Pendamping maupun tutor yang kami rekrut merupakan mereka yang sudah berpengalaman dalam mendampingi anak. Sehingga hasilnya kita harapkan bisa maksimal, dan para pekerja anak itu bisa kembali ke bangku sekolah. Harapan untuk mengurangi pekerja anak bisa terwujud," tegasnya  [KC-02]***.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.