CIANJUR, [KC].- Banyaknya para calon anggota legislatif (Caleg) pada Pemilihan Umum Anggota PDR, DPD dan DPRD tahun 2014 yang memasak alat peraga kampanye (APK) dengan cara memaku atau mengikut di pohon mencerminkan bahwa yang bersangkutan bukanlah figur wakil rakyat.

Demikian ditegaskan oleh aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi)wilayah Bopunjur (Bogor-Puncak-Cianjur), Eko Wiwid Arengga. Pihaknya mendesak agar penyelenggara Pemilu baik KPU maupun Panwaslu tegas menyikapi fenomena yang terjadi seperti itu.

"Saya rasa hampir semua caleg pernah memaku dan mengikat APKnya di pohon untuk kepentingan kampanyenya. Namun KPU dan Panwaslu terkesan mendiamkan atau tidak bertindak. Ini tentu tidak bisa dibiarkan," kata eko.

Sayangnya kata eko, apa yang "dijual" para Caleg dalam menarik simpati masyarakat itu sangat kontradiktif dengan tindakannya. Tidak sedikit caleg mengusung slogan dan promosi yang baik, bahkan slogan-slogan itu diambil dari redaksi ayat-ayat kitab suci, buku filsafat, buku cendiakawan dan lainnya.

"Saya rasa para caleg itu mengerti dan memahami, tapi kenapa mereka malah merusak alam dengan menganiaya pohon. Padahal pohon-pohon itu milik publik, bukan milik caleg," tegas Eko [KC-02/f]***.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.