CIANJUR, [KC],- Salah satu komoditas yang harganya pada saat ini mengalami fluktuasi adalah cabai keriting yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu salah satunya adalah cuaca. Seperti yang diungkapkan oleh Menteri Pertanian Suswono di Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Cianjur, kemarin bahwa banyak petani cabai yang sedang mengalami kesulitan akibat harga jual cabai keriting yang fluktuatif.

Seperti yang dialami oleh para petani yang tergabung dalam Gapoktan Multi Tani Jayagiri, pada saat ini sedang mengalami kerugian akibat turunnya harga jual cabai keriting sehingga mengalami kerugian akibat biaya produksi yang lebih tinggi dari harga jual. Harga jual cabai keriting didaerah tersebut sekitar Rp3 ribu padahal biaya produksi yang dibutuhkan sebesar Rp6 ribu.

Padahal jika diltinjau di pasar Cipanas, harga cabe keriting pada tingkat grosir berada di angka Rp8-9 ribu. Dengan jarak wilayah yang tidak terlalu jauh yaitu sekitar 30 kilometer terjadi selisih harga yang cukup besar sekitar 3 kali lipat. Hal inilah yang mendorong pemerintah untuk menstabilkan harga sehingga petani yang ada di Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Cianjur,tidak mengalami kerugian yang besar.

Terkait dengan harga cabai keriting yang menurun ini Gapoktan Multi Tani Jayagiri berharap pemerintah dapat menstabilkan harga sehingga menjadi lebih baik terlebih lagi pada saat ini merupakan bulan puasa dan menjelang lebaran yang seharusnya harga cabai keriting menjadi naik bukan malah sebaliknya.

Menurut Mentan Suswono salah satu faktor menurunnya harga cabai keriting di wilayah tersebut karena terjadi panen raya secara serempak sehingga para petani tidak melakukan antisipasi secara tepat. Hal ini desebabkan banyak petani yang sudah memperkirakan harga cabai akan naik pada saat puasa dan menjelang lebaran sehingga mereka memproduksi cabai secara besar-besaran, ini membuat produksi komoditas melonjak dan harganya jatuh.

Suswono juga berencana untuk mengupayakan terjadi kerja sama antara petani dengan sejumlah perusahaan produsen yang menggunakan cabai sebagai bahan baku utamanya. Dengan begitu stok cabai yang berlebhi tetap dapat dimanfaatkan tanpa harus ada yang terbuang. Melalui kerja sama itu juga harus tercipta harga yang kesepakatan sesuai kontrak sehingga tidak terjadi harga yang fluktuatif.

Namun begitu jika telah terjadi kesepakatan kerja sama antara petani dengan perusahaan makan keduanya harus disiplin dalam mematuhi kesepakatan kerja sama. Hal tersebut untuk menghindari keadaan pada saat harga sedang bagus di pasar, petani malah menyuplai ke pasar bukannya ke perusahaan. Atau sebaliknya pada saat harga jatuh perusahaan justru membeli komoditas tersebut di pasar, bukan kepada para petani.

Komoditas cabai memag menjadi salah satu komoditas yang akan banyak dicari dan dibutuhkan oleh masyarakat pada saat puasa ataupun menjelang lebaran, oleh karena itu pemerintah harus melakukan operasi pasar untuk dapat menstablikan harga cabe di pasar sehingga tidak memberatkan para konsumen. Selain itu juga stabilias harga di pasar dapat menolong para petani cabe yang mengalami kerugian akibat fluktuasi harga yang terjadi akibat panen raya secara serempak.[KC.05/beritadaerah/eni a]***
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.