CIANJUR, [KC].- Antusiasme masyarakat Cianjur yang ingin menjadi transmigran terbilang cukup tinggi. Setidaknya hingga saat ini tercatat 73 Kepala Keluarga (KK) masuk dalam daftar tunggu. Padahal tahun ini diperkirakan Kab. Cianjur hanya mendapatkan kuota sekitar 10 KK dari Provinsi Jawa Barat.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kab. Cianjur H. Sumitra didampingi Kepala Bidang (Kabid) Transmigrasi Nana Suryana mengatakan, pada tahun 2014 ini diperkirakan akan mendapatkan kuota transmigrasi sebanyak 10 KK atau sebanyak 40 jiwa. Rencananya akan diberangkatkan ke wilayah Sulawesi Tenggara.
"Yang sudah pastinya kita hanya dapat jatah untuk 5 KK, tapi beberapa hari lalu dari provinsi telpon menambah 5 KK lagi, sehingga menjadi 10 KK. Itupun jumlah pastinya akan ketahuan pada sekitar bulan Nopember atau Desember mendatang," kata Sumitra saat ditemui di kantornya, Jum'at (4/7).
Belum pastinya pemberangkatan, pihaknya belum berani melakukan penjajagan ke lokasi yang akan menjadi tempat transmigrasi. Penjajagan tersebut baru akan dilakukan setelah kepastian pemberangkatannya jelas.
"Kita akan penjajagan atau survei ke lokasi transmigrasi yang akan dituju. Saat ini belum kita lakukan, karena kepastianya juga belum kami dapatkan. Kalau kita mendahului, ternyata nanti dialihkan atau tidak jadi, kita sendiri yang akan merugi. Karena semua itu baru rencana dan belum dipastikan," katanya.
Meski baru rencana, diakui Sumitra, antusiasme masyarakat yang ingin bertransmigrasi cukup tinggi. Terbukti hingga saat ini sudah ada 73 KK yang mendaftarkan diri. 66 KK merupakan sisa tahun 2013 lalu, dan 7 KK merupakan yang sudah menyatakan bersedia. "Tahun ini baru 2 KK yang sudah mendaftarkan diri secara administrasi, yang 5 KK baru sebatas siap berangkat," kata Sumitra.
Untuk menentukan para calon transmigrasi yang akan diberangkatkan, mereka semua akan diferivikasi. Terutama mengenai kelayakan atau tidaknya. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap calon transmigrasi.
"Tidak serta merta masyarakat yang mau transmigrasi kita berangkatkan. Mereka harus memenuhi syarat yang telah ditentukan seperti bisa membaca dan menulis, selama disini (Cianjur) pekerjaan sulit, kita cek apakah rumah tidak layak huni dan makan saja minta ke orang lain, ini baru kita akan berangkatkan," tegasnya.
Selama berada di lokasi transmigrasi, kata Sumitra, selama satu tahun akan diberikan jatah hidup (jadup) dari pemerintah setempat. "Baru kalau mereka sudah dianggap berhasil baru akan dihentikan jadupnya. Hingga saat ini para transmigran asal Cianjur semuanya masih betah dan tidak ada laporan yang kembali," jelasnya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.