CIANJUR, [KC],- Widda Fauziyah (4), warga kampung Jambudipa Desa Sukaratu Kecamatan Gekbrong, Cianjur, tidak dapat menikmati indahnya masa anak-anak karena tertutup rasa sakit  di sekitar matanya yang semakin lama semakin membesar, menurut keterangan dokter widda di vonis menderita tumor ganas.

Akibat penyakit tersebut, putri dari pasangan bapak hamid dan ibu Neni yang tergolong tidak mampu itu terus merasakan sakit disekitar matanya yang bengkak tersebut dan menghabiskan waktunya di tempat tidur, .
Menurut hamid awalnya penyakit ini bermula dari bintik putih disekitar pinggir matanya namun semakin lama mata sebelah kanan yang  memerah dan membengkak , widda jadi sering menangis karena rasa sakitnya, kemudian kami membawa anak kami ke pusat pelayanan kesahatan masyarakat (Puskesmas) terdekat namun tidak ada perubahan yang berarti.

Rupanya, penyakit yang menyerang mata kanan widda tersebut, tidak juga kunjung sembuh dan beberapa bulan  terakhir ini malah mulai membesar, di mana besar benjolan sama seperti buah mangga besar.

“Tidak hanya membesar, di sekitar sini (mata) sangat perih dan terus menerus sakit disekitar mata,” ujar hamid, Rabu (30/7)

"Karena keterbatan dana yang kami  miliki sebagai seorang buruh tani, maka kemudian kami mengikuti program BPJS  dengan harapan anak kami dapat  memperoleh pengobatan yang intensif  di rumah sakit, setelah terdaftar kami bawa anak kami ke RSUD Cianjur dan RS Cicendo namun mereka angkat tangan dengan alasan tidak memiliki peralatan yang  memadai" Ujar hamid.

“Kalaupun harus dioperasi, jelas kondisi kami tidak mampu. Dapat uang dari mana untuk membiayai selama dioperasi,” ungkap hamid, yang sehari-hari hanya sebagai buruh tani lepas tersebut.

Kini, hamid hanya bisa berharap ada uluran tangan dari kalangan dermawan dan pemerintah setempat. Paling tidak ada bantuan untuk tindakan medis lebih lanjut, sehingga anaknya bisa kembali bermain dengan normal  dan tidak lagi malu pada temannya, akibat penyakit yang diderita selama tiga bulan belakangan ini. “Melalui teman-teman semua, saya berharap bisa diberitakan sehingga ada yang mau membantu meringankan beban penderitaan kami,” harapnya.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke rumah penderita  tersebut. Pengurus Paguyuban Paduli Cianjur , Retno, menyatakan akan melakukan Advokasi dan koordinasi lebih lanjut dengan berbagai lembaga dan  instansi terkait, terutama dinas kesehatan setempat.

“Itu tidak lain bertujuan agar segera mendapat penanganan lebih lanjut. Bila sudah terdaftar sebagai peserta BPJS wajib mendapatkan hak-hak pengobatan hingga selesai, juga diharap untuk dipriortitaskan dalam penangan medis. Anda lihat sendiri, untuk bertahan hidup saja harus jadi buruh tani. Apalagi untuk biaya berobat, jelas sangat kesulitan sehingga wajib untuk dibantu, untuk itu bagi siapapun yang ingin berbagi dan memberikan sumbangan untuk meringankan beban keluarga bisa disampaikan melalui media online ini di 089698682683 atau keluarga langsung di 085861620600 ” terangnya. [KC.01]***
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

1 comments:

  1. Subhanallloh.setiap penyakit pasti ada obatnya.setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Semoga Alloh memberikemudahan dan memberi kesehatan untukmu nak. Aamiin.

    BalasHapus

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.