CIANJUR,[KC],- SEJAK dua tahun terakhir, ada yang berbeda didalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Cianjur pada saat bulan ramadhan. Perbedaan itu jelas terlihat dibandingkan lapas-lapas lainya yang ada di Jawa Barat bahkan mungkin lapas di Indonesia.
Ya, semua itu tidak lain setelah adanya kegiatan Pondok Pesantren (Pontren) di dalam Lapas yang khusus diperuntukkan bagi warga binaan. Sejak ada pesantren kebanyakan warga binaan merasa di "manusiakan". Yang tadinya didalam Lapas itu penuh dengan bayangan ketidak nyamanan, kekerasan dan kesemena-menaan, kini di Lapas Cianjur terbantahkan.
Para warga binaan tersebut diberikan pendidikan khusus keagamaan, layaknya dilingkungan pesantren. Menyambut datangnya bulan ramadhan, kegiatan pontren yang diberi nama Attaubah itu semakin intens. Berbagai kegiatan keagamaan seperti tadarus alquran, latihan dakwah, yang semuanya dilakukan oleh warga binaan itu mudah dijumpai di dalam masjid Lapas.
Kepala Lapas Cianjur, Tri Saptono Sambuji mengungkapkan, dulu sembelum ada Pontren, kegiatan keagamaan seperti taraweh di lingkungan Lapas hanya diikuti oleh sedikit jamaah. Namun setelah adanya Pontren, kegiatan keagamaan semakin meluas dengan melibatkan warga binaan.
"Apalagi pada bulan ramadhan seperti ini, para santri warga binaan ini semakin aktif melakukan aktifitas keagamaan. Ada penambahan waktu pada malam hari. Untuk taraweh dan tadarus, saya berani mengeluarkan 400 orang, mereka sadar dan bisa menjaga diri," kata Tri saat dihubungi Minggu (6/7).
Pihaknya mengakui, semenjak adanya Pontren didalam Lapas, kebiasaan warga binaan berubah 180 derajat. Dicontohkan Tri, sebelum ada Pontren, saat dilakukan pengecekan kedalam ruangan banyak tercium aroma asap rokok. Setelah adanya Pontren, siang dan sore sama sekali tidak tercium asap rokok.
"Saya lihat di kantin sudah tidak ada yang beli rokok. Dikamar juga sudah tidak ada. Ini menunjukkan bahwa warga binaan itu pada menjalankan ibadah puasa dan ini merupakan salah satu akibat adanya kegiatan Pontren didalam Lapas," kata Tri.
Keberadaan Pontren Attaubah didalam Lapas, dirasakan Tri banyak membawa dampak positifnya. Terutama dalam pembangunan mental para warga binaan. Sebagai salah satu tolak ukurnya, setelah ada pesantren sudah tidak ada yang berantem. "Kalau ada masalah paling hutang piutang. Itupun diselesaikan secara musyawarah. Dampak kegiatan Pontren ini, kami sangat terbantu sekali, mereka sudah pada sadar dan saling menjaga keamanan," katanya.
Tri juga mengaku, saat ini para petugas tidak lagi merasa kawatir terjadi tindakan kerusuhan mengingat penghuni lapas sudah over kapasitas. Saat ini Lapas dihuni sekitar 747 orang, sementara idialnya dihuni sekitar 400 orang.
"Memang kita over kapasitas, sebenarnya perasaan kawatir itu ada saja. Tapi saat melihat kondisi warga binaan setelah ikut program Pontren, rasa kekawatiran itu dengan sendirinya hilang. Kami yakin sejak ikut pontren, warga binaan akan lebih baik lagi," paparnya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.