CIANJUR, [KC].- Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya masyarakat transmigrasi lokal (translok) korban kerusuhan yang bermukim di blok koleberes dan camaul Kec. Cikadu mendapatkan sertifikat tanah yang ditempatinya secara geratis. Sertifikat tersebut diberikan oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab. Cianjur.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kab. Cianjur H. Sumitra didampingi Kabid Transmigrasi Nana Suryana mengatakan, jumlah translok yang ada di tiga lokasi yakni blok camaul, koleberes dan Sukasari Kec. Cikadu mencapai 1.130 Kepala Keluarga (KK). Mereka rata-rata per KK mendapatkan lahan pekarangan antara 500 meter persegi hingga 600 meter persegi.
"Sampai saat ini dari 1.130 KK yang sudah menerima sertifikat baru 180 KK. Mereka berada di blok camaul dan koleberes. Sisanya masih dalam proses di BPN Cianjur," kata Sumitra saat dihubungi Minggu (6/7).
Meski masih banyak warga translok yang belum mendapatkan sertifikat tanah, kata Sumitra, semua warga sudah diproses di BPN. Secara bertahap akan diberikan kepada seluruh warga translok. "Ditargetkan tahun 2014 ini semuanya bisa selesai, sertifikat tanah itu bisa sampai ketangan warga," katanya.
Pemberian sertifikat tanah tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada warganya. Apalagi mereka sebelumnya pernah mengalami kesulitan ekonomi pasca menempati lokasi permukiman barunya.
"Warga translok itu awalnya banyak yang sukses didaerahnya. Mereka jadi kurang beruntung lantaran seluruh asetnya dijarah saat terjadi kerusuhan. Banyak diantaranya yang menjadi korban kekerasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM)," katanya.
Setelah bermukim lebih dari 10 tahun di lokasi translok, kondisi ekonominya saat ini sudah jauh membaik. Banyak diantaranya yang sudah sukses. "Sekarang sudah jauh membaik, mereka sudah seperti layaknya kebanyakan masyarakat, sudah memiliki usaha dan berpenghasilan," jelasnya.
Seorang warga translok yang berasal dari wilayah Kec. Cikalongkulon dan tidak mau disebut namanya mengaku sudah merasa betah tinggal dilokasi translok. Yang kini jauh sudah berubah. Awalnya dia mengaku sangat sulit dikehidupan barunya.
"Saya pada awalnya sangat sulit, untuk makan saja harus mengandalkan jatah hidup (jadup). Padahal saya di Aceh punya lahan yang luas, tapi karena di jarah oleh GAM saat itu makanya bisa sampai disini. Tapi sekarang kondisinya jauh sudah membaik. Apalagi pemerintah memberikan sertifikat tanah pekarangan yang kami diami," tegasnya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.