CIANJUR, [KC].- Presiden Regional Indonesia State of Iraq and Syria (ISIS) asal Kabupaten Cianjur H. Chep Hernawan kembali membuat sensasi. Setelah mengaku sebagi presiden ISIS, Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis) itu menyatakan menanggalkan seluruh jabatan dan kegiatan yang terkait ISIS di Indonesia, Kamis (14/8).
Pengunduran dirinya sebagai Presiden Regional Indonesia ISIS itu disampaikan dihadapan Kapolres Cianjur AKBP Dedi Kusuma Bakti dan sejumlah awak media di Mapolres Cianjur jalan KH. Abdullah bin Nuh. H. Chep sebelumnya telah melakukan klarifikasi kepada pihak kepolisian terkait dengan ISIS yang dipimpinnya.
"Ini murni keinginan saya,tidak ada tekanan dari siapapun, hanya saran-saran dari teman-teman seperjuangan dari NKRI dan diluar negeri, lebih baik kita menanggalkan pimpinan ISIS di regional Indonesia. ISIS itu hanya jadi komitmen untuk pergerakan diwilayah Iraq dan sam Suriah," kata H. Chep dihadapan awak media.
Bos barang bekas itu menyatakan, di Indonesia tidak ada pergerakan- pergerakan atas nama ISIS, cuma masalahnya media media barat media mana itu sehingga ada seperti pergaerakan yang bernama ISIS itu. Pihaknya mengaku pernah dilantik pada 16 Maret 2014 lalu, namun pada bulan Mei sudah diminta seperjuangan agar menanggalkan ISIS karena diluar negeri juga sudah tida ada.
Ketika disinggung keberadaanya di Cilacap Jawa Tengah yang membuatnya sempat diamankan oleh pihak kepolisian, ia mengaku ke Cilacap dalam rangka silaturahmi dengan Abu Bakar Baasyir. "Beliau itu posisinya sebagai dewan suro Garis dan itu sangat wajar hanya silaturahim, selain itu juga kepada kami melihat temanteman yang terlibat kasus lain di Nusa Kambangan," katanya.
Dia juga mengakui, mundurnya dia dari jabatan ISIS di INonesia diketahui oleh Abu Bakar Baasyir. "beliau tahu saya mundur, dia juga memberikan saran untuk itu, ibarat gayung bersambut saja," katanya.
Pihaknya juga membantah kabar yang menyebut telah merekrut ribuan anggota ISIS di Idonesia. Dia beralasan karena selama dipimpinya ISIS pergerakan di indonesia belum ada aktivitas, karena ISIS belum memiliki anggaran dasar, isis Indonesia belum memiliki pengurus.
Pihaknya juga tidak mempedulikan kalau sikapnya tersebut dibilang mencari sensasi dan memperkeruh situasi. "ilahkan saja kalau ada anggapan itu, mau memperkeruh suasana silahkan saja, bisa saja saya bilang ini merupakan pengalihan isu dari apa namanya kebiadapan Israel terhadap Gaza seperti itu, bisa saja agar diwarung-warung tidak lagi membicarakannya, bisa saja ini pengalhan masalah MK juga," kata pria pendukung pasangan calon Presiden Prabowo-Hatta itu.
Pihaknya juga membantah kalau selama ini sudah di baiat menjadi Presiden Regional Indonesia ISIS. Yang ada hanya secara aklamasi dia ditunjuk menjadi pimpinan di Indonesia. "Saya nggak dibaiat, saya tidak pernah dibaiat, tidak pernah hanya teman pergerakan di Indonesia mendeklarasikan dengan memberikan bendera ISIS kepada saya, tidak ada pembaiatan, secara aklamasi itu," tegasnya.
Mundurnya dari jabatan pimpinan ISIS di Indonesia H. Chep menjamin
tidak akan ada lagi organisasi ISIS di Indonesia yang idiologinya berseberangan dengan UUD 1945 dan Pancasila serta merongrong keutuhan NKRI.
"Saya jamin itu tidak ada lagi yang seperti itu. Kedepan, insya allah tidak ada lagi muncul ISIS di Indonesia, saya berjanji insya allah tidak ada ISIS lagi, saya menjamin. Konsep yang diberikan kepada saya adalah NKRI harga mati yang bersyariah," tegasnya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.