CIANJUR, [KC].- Masyarakat Cianjur yang buta aksara terbilang masih cukup tinggi. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur terus berupaya untuk menuntaskan dengan meluncurkan berbagai program salah satunya melalui Keaksaraan Fungsional (KF).

Kepala Disdik Kab. Cianjur Cecep S Alamsyah melalui Kepala Seksi Dikmas Kelembagaan dan Kursus Deni Rusman Yusuf, mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus berupaya mendorong berbagai komponen untuk aktif menuntaskan buta aksara di Cianjur.

"Saat ini kita terus berupaya agar buta aksara di Cianjur ini bisa tuntas atau paripurna. Tapi tentunya secara bertahap, ini tidak mudah, perlu kerjasama yang baik dari segala komponen dan harus bergerak," kata Deni saat ditemui diruang kerjanya, Senin (8/9).
Menurut Deni, hingga saat ini jumlah warga Cianjur yang buta aksara masih mencapai 28.789 orang. Dari jumlah tersebut terbagi dalam empat kreteria usia yaitu uisa 15-24 tahun, 25-44 tahun, usia 45-59 tahun dan usia 60 tahun keatas.
"Untuk masyarakat yang buta aksara diatas usia 60 tahun jumlahnya mencapai 35 persen, sisanya 65 persen masyarakat yang berusia 15-24 tahun, 25-44 tahun, dan usia 45-59 tahun," katanya.
Untuk menuntaskan buta aksara di Cianjur pihaknya menargetkan tahun 2024 bisa paripurna atau tuntas. Untuk itu pihaknya tengah menyiapkan formulasi agar masyarakat yang buta aksara bisa ikut berbagai program.
"Formulanya kita siapkan bantuan modal usaha sambil belajar. Masyarakat yang buta aksara dirumah, bisa tertarik belajar, karena bisa sambil berusaha. Program ini sudah kita laksanakan, dan hasilnya cukup bagus," kata Deni.
Bagi warga masyarakat yang buta aksara dan ikut program hingga tuntas akan diberikan Sukma (Surat Keterangan Melek Aksara). "Kita setiap tahun menargetkan 2000 masyarakat yang buta aksara bisa tuntas dan mendapatkan Sukma. Dengan demikian tahun 2024 bisa tuntas atau paripurna," katanya.
Dari tahun ke tahun kata Deni, jumlah masyarakat yang buta aksara trennya mengalami penurunan. Atas dasar itulah pemerintah pusat pda tahun 2009 menyematkan penghargaan kepada Pemkab Cianjur. "Tahun 2009 silam kita berhasil mendapatkan penghargaan Anugrah Aksara Utama, karena kita dianggap mampu menekan terjadinya buta aksara. Kita tinggal selangkah lagi bisa paripurna. Mudah-mudahan itu terwujud," harapnya.

Cugenang tertinggi buta aksara
Dari 32 kecamatan yang ada di Kabupaten Cianjur, Kecamatan Cugenang tertinggi masyarakatnya yang buta aksara. Berdasarkan data yang ada di Disdik Kabupaten Cianjur, jumlahnya mencapai 984 orang. Sedangkan wilayah kecamatan yang paling sedikit jumlah buta aksaranya adalah Kecamatan Campaka Mulya sebanyak 8 orang.


"Cugenang itu menjadi perhatian khusus kita, angkanya masih tinggi. Kita berupaya mendorong PKBMnya untuk selalu aktif. Selain masyarakat sekitar juga harus saling membantu, agar masyarakat yang buta aksara itu mau belajar, minimalnya bisa baca tulis lancar," harapnya [KC-02]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!









Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.