CIANJUR, [KC].- Bantuan Gubernur (Bangub) senilai Rp 100 juta per desadalam pelaksanaanya harus diawasi oleh semua pihak. Hal itu untuk menghindari terjadinya penyimpangan pemanfaatan bantuan yang terjadi dilapangan.
"Kami siap diawasi, bahkan kalau perlu diaudit tentang pelaksanaan bangub yang kami terima. Ini satu bukti komitmen kami selaku aparat ditingkat desa untuk selalu menerapkan bantuan baik yang bersumber dari APBD Provinsi, kabupaten maupun pusat tepat sasaran sesuai dengan yang ditetapkan, kata Kepala Desa Cirumput Kecamatan Cugenang, Kab. Cianjur, Beni Irawan saat dihubungi, Minggu (14/9).
Dikatakan Beni, bangub yang diterima masing-masing desa itu sangat bermanfaat bagi masyarakat. Karena dalam pelaksanaanya diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur desa. Adanya bangub tersebut juga bisa mendorong swadaya masyarakat.
"Bangub ini sangat besar manfaatnya, terutama bagi peningkatan perekonomian masyarakat. Adanya bangub, kami bisa memperbaiki jalan yang tadinya seperti kubangan, sehingga membuat mobilisasi kendaraan pengangkut hasil panen seperti padi dan sayuran bisa lancar," kata Beni yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa (Apdesi) Kecamatan Cugenang itu.
Beni mengharapkan, bangub yang diterima oleh masing-masing desa itu agar dang 'bermain' dalam penerimaan bantuan tersebut. "Saya ingin bantuan ini diterapkan sesuai dengan aturan, jangan sampai ada yang berani coba-coba bermain dilapangan," kata Beni yang mengaku bangub di desanya tengah dilaksanakan untuk pembangunan Jalan Cirumput-Padaruum, sepanpanjang 200 meter dan pembangunan tembok penahan tanah.
Kepala Badan Pemerintahan Masyarakat Desa (BPMD) Kab. Cianjur Budhi Rahayu Toyib mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan data persis berapa jumlah desa yang telah mencairkan dana bangub. Namun berdasarkan informasi yang diterimanya, sudah banyak desa yang mencairkan.
"Kalau data berapa jumlah pastinya kita belum ada, karena dalam pencairan ini desa belum ada yang melaporkan kepada kami. Hanya saja saat ususlan memang kami yang memberikan pengantar ke provinsi, itupun tidak semua desa, ada yang diantaranya langsung mengajukan ke provinsi," kata Budi saat dihubungi terpisah.
Budi menegaskan, meski tidak ada desa yang melaporkan setelah pencairan, pihaknya tetap pro aktif meminta data tersebut ke masing-masing desa. "Kami sudah surati camat, kami minta data laporan realisasi bangub diwilayhnya masing-masing. Ini juga untuk memudahkan kita dalam melakukan pemantauan," katanya [KC-02]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!







Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.