Penulis : Nida N Athfyanti
Mahasiswi UPI Prodi IPSE
Masyarakat Indonesia terdiri dari banyak jiwa, pulau, suku, dan bahasa. Merupakan hal yang sulit jika masyarakat Indonesia berbicara dalam banyak bahasa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti bahasa adalah “sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota satu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri; 2 percakapan (perkataan) yang baik; tingkah laku yang baik; sopan santun; baik budi”. Maksud KBBI, bahasa adalah sesuatu yang bebas, sukarela (arbitrer), asalkan sopan dan dapat digunakan untuk berinteraksi. Untuk itulah bahasa Indonesia dibuat agar berjuta-juta masyarakat bisa berinteraksi satu sama lain tanpa memikirkan perbedaan tempat asal, suku, dan bahasa. Bahasa merupakan sesuatu hal yang dinamis, bisa berubah akan pemikiran yang kritis dan tidak egois. Bahasa bisa digunakan untuk berpendapat dengan lisan maupun tulisan. Cara menyampaikan satu pemikiran kepada orang lain juga bisa dengan menggunakan bahasa. Undang-undang tidak melarang siapapun untuk berbicara maupun berpendapat dengan sopan dengan bahasa yang baik dan benar. Ide dan pendapat yang cerdas belum bisa diakui jika penggunaan bahasanya tidak baik dan benar. Begitu pun dengan para scientists terkenal di dunia, tanpa bahasa ilmu tidak akan bisa menyebar ke seluruh penjuru dunia. Mungkin apa itu buku tidak akan diketahui jika tidak ada bahasa di dunia atau bahkan seluruh manusia hanya akan menjadi seperti kucing-kucing yang mengeong tanpa berucap kata.
Abad ke 21 adalah abad yang modern, penuh dengan teknologi, kecanggihan dan bersifat global. Suatu informasi/berita pada masa kini akan sangat mudah untuk tersebar hanya dengan satu tombol search di internet. Bukan hanya bahasa Indonesia yang bisa digunakan tetapi juga bahasa asing lainnya. Teknologi sudah melejit pesat, tidak ada perbedaan antara yang muda dengan yang dewasa. Semua terlihat sama dari sudut pandang teknologi. Begitupun bahasa, pada zaman teknologi ini bahasa apapun bisa kita akses dengan mudah, kita lihat contohnya dari film-film barat yang masuk ke pasar-pasar perfilman Indonesia, bahkan film Indonesia masih kalah terjual daripada film asing. Masyarakat; balita, remaja, dewasa, dan tua, tidak mempunyai perbedaan dalam penggunaan bahasa asing. Bahkan banyak kita lihat anak-anak balita yang berbicara menggunakan bahasa asing. Di era ini, tidak ada batas memandang antara satu dengan yang lainnya; transparansi bahasa membuat kita mudah memahami segala masalah-masalah dunia. 
Struktur bahasa Indonesia yang berbeda dengan bahasa Inggris yang berbeda membuat masyarakat kebingungan dalam penggunaan bahasa. Melihat cara pandang dan berpikir bangsa Indonesia, perbedaan struktur antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris membuat masyarakat Indonesia sulit untuk mempelajarinya.  Banyak juga yang berpendapat, penggunaan bahasa Inggris hanya membuat jati diri bangsa terkikis. Namun, jati diri bangsa tidak bisa hanya dilihat dari penggunaan bahasa asing, justru penggunaan bahasa asing pada masa globalisasi seperti sekarang adalah penting untuk mengukur jati diri. Jika tidak, bangsa Indonesia akan tertinggal jauh dari negara-negara lain yang sudah mulai membuka diri dan berpikir positif terhadap penggunaan bahasa asing tanpa menghilangkan bahasa negaranya sendiri. Kebanyakan mahasiswa atau pelajar yang mempelajari bahasa Inggris pun tetap menggunakan bahasa Indonesia. 
Daerah Cianjur merupakan salah satu daerah yang masyarakatnya berasal dari keluarga terpelajar. Tidak sedikit masyarakat Cianjur yang mempunyai bakat dan kecerdasan yang tinggi. Kekayaan sumber daya manusia dan alam Cianjur pun sangat banyak. Hal ini seharusnya bisa dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah Cianjur untuk menghasilkan pendapatan yang tinggi dengan mengenalkan kekayaan Cianjur kepada masyarakat daerah lain serta turis-turis asing. Oleh karena itu, cara pandang masyarakat Indonesia khususnya Cianjur terhadap bahasa asing seharusnya bisa diperbaiki sehingga masyarakat bisa memperkenalkan Cianjur bukan hanya kepada Indonesia tetapi juga kepada dunia, karena penggunaan bahasa Indonesia maupun bahasa asing bergantung kepada bagaimana kebutuhan dan siapa lawan bicaranya, sebagaimana fungsi dari bahasa tersebut yakni digunakan untuk berkomunikasi agar terjadi interaksi dalam penyampaian pendapat antara satu pihak dengan pihak lainnya.

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.