CIANJUR [KC],- Rais 'Aam Jam’iyyah Ahlith Thoriqah Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (Jatman), Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Sabtu (8/11) Malam hadir pada acara Pengajian Akbar  yang diselenggarakan oleh Yayasan Cindev berkerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Cianjur, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia Kabupaten Cianjur, dan Yayasan Cianjur membangun. 

Ketua Panitia, Irvan Helmi Khadafi menyampaikan bahwa kehadiran Maulana Habib Luthfi Bin Yahya mampu menyedot ribuan jamaah dari pondok pesantren , DKM, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ormas Islam, Organisasi kepemudaan dan masyarakat umum,  semua tumplek hadir di Masjid Agung Cianjur.

Dalam sambutannya Ketua Yayasan Cindev, Ir.H.Doddy Imron Cholid,MS menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi antara Yayasan Cindev dengan masyarakat Cianjur, keberadaan Cindev  akan terus konsisten memberikan pelayanan-pelayanan yang dibutuhkan  masyarakat Cianjur " belum lama ini Yayasan Cindev juga telah membantu proses pembebasan tanah bagi masyarakat petani kurang mampu, pemberian pengobatan gratis, serta kegiatan keagamaan dan sosial lainnya.

Pada acara yang bertema “Bersinergi dan Berbagi Untuk Kemaslahatan Ummat” tersebut, Habib Luthfi memberi banyak wejangan kepada para jamaah. Ia membukanya dengan penjelasan hakikat berdzikir. “Apa yang disebut dzikir cukup dengan menyebut kalimat Laa ilaaha illa Allah?” tanya Habib Luthfi.

Kemudian ia menjelaskan, bahwa kalimat tahlil, tasbih dan sebagainya itu merupakan cara latihan untuk merasakan kehadiran Allah. Bahkan bukan hanya lisan yang bisa dilatih untuk merasakan Allah. “Mata kita bisa dilatih untuk berdzkir, tangan kita bisa dilatih untuk dzkir, semua anggota badan kita bisa dilatih untuk berdzikir,” tegas sang Mursyid.

Ia juga mengajak kepada para hadirin, untuk merenungkan makna yang terkandung dalam surah At-Tariq. Bahwa semua perintah Allah dan sunah Nabi itu mengandung banyak makna.

“Kalau berpahala jelas, tapi apa makna dibalik itu?” tanyanya.

Ia mencontohkan kenapa umat Islam disuruh masuk ke kamar mandi menggunakan kaki kiri dahulu, makan dengan tangan kanan, bahwa semua itu ada kandungan rahasia tersendiri. Sayangnya, menurutnya, banyak yang lupa untuk mempelajarinya. “Kita banyak membahas khilafiyah, sehingga akhirnya kita lupa untuk mempelajari hal-hal seperti ilmu pengetahuan dan teknologi,” papar ulama asal Pekalongan itu.

Pada akhir ceramah, ia kembali memberi wejangan tentang berdzikir. “Bumbu berdzikir yakni mahabbah (rasa kecintaan). Cinta kepada Allah berarti juga mesti cinta Nabi. Kadar bobot iman seseorang tergantung kecintaan kepada Nabinya,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut  Sekretaris Umum MUI Kab. Cianjur H.Ahmad Yani, S.Ip,.M.Si, Ketua Tanfidziyah NU Kab. Cianjur KH Choirul Anam, MZD,  Ketua Dewan Masjid Indonesia Kab. Cianjur H. Yosep Umar, Ketua DPD BKPRMI Kab. Cianjur Muhammad Soleh,S.Pd.M.Pd, Pimpinan Pesantren Al-Ittihad KH. Kamali Abdul Ghani. [KC.01]**** 

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.