RASA PENASARAN inilah yang mendasari ratusan istri-istri pejabat yang tergabung dalam Yayasan Warna Warni Indonesia bersikeras ingin mendatangi situs megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur. Ratusan ibu-ibu itu, Selasa (2/12/2014) akhirnya berhasil mencapai puncak Gunung Padang dengan waktu tempuh sekitar setengah jam perjalanan.

Dengan penuh semangat, dan saling bahu membahu, mereka menapaki satu persatu sekitar 300 anak tangga menuju Teras 3 Situs Megalitikum Gunung Padang. Begitu berhasil sampai ke puncak, terlihat raut keceriaan mereka, meski terlihat juga kelelahan mendera mereka.

Para ibu-ibu itu terlihat langsung mengeluarkan berbagai macam alat untuk mengabadikan momen berfoto di situs Gunung Padang. Ada yang membawa kamera DSLR, ada juga yang menggunakan kamera telepon pintar. Malahan ada yang sengaja membawa tongsis. Mereka wara-wiri mengambil moment terbaik untuk berfoto bersama.

"Sebetulnya rencana ke situs Gunung Padang ini sudah lama, tapi baru kali ini bisa kesampaian," kata Ingrid Kansil, salah satu rombongan ibu-ibu yang terlihat kelelahan sesaat sampai di puncak situs Gunung Padang.

Sebagaimana diketahui, Yayasan Warna Warni Indonesia merupakan komunitas istri pejabat yang satu di antaranya memfokuskan diri pada pelestarian cagar budaya. Yayasan Warna Warni sendiri diketuai Krisnina Maharani, yakni istri Akbar Tanjung.

Diinisiasi Inggrid Kansil, ibu-ibu istri pejabat yang berjumlah hampir 125 orang itu bisa menikmati keindahan Situs Megalitikum Gunung Padang. Sebelum tiba di Gunung Padang, mereka sempat berkunjung ke Sukabumi. Tujuannya dalam rangka touring melihat berbagai budaya dan cagar alam.

"Situs Gunung Padang itu salah satu potensi pariwisata di Cianjur yang mesti dikembangkan lagi. Bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga semua pihak agar bisa ikut mempromosikan potensi wisata Gunung Padang," tutur Inggrid.

Inggrid mengaku potensi wisata, khususnya di Cianjur tak kalah dengan tempat wisata lainnya di dunia. Salah satunya dia pernah berkunjung ke Jepang untuk melihat taman bunga yang digembar-gemborkan sangat menarik.

"Saya penasaran ketika ada promosi taman bunga yang ada di Jepang. Ternyata pas ke sana, potensinya tak se-wah yang dipromosikan. Malahan di Cianjur sendiri lebih bagus, seperti di Kebun Raya Cibodas atau di Taman Bunga Nusantara," terangnya.

Ketua Yayasan Warna Warni Indonesia, Krisnina Maharani atau lebih dikenal Nina Akbar Tandjung, mengaku potensi yang dimiliki Situs Gunung Padang sangat luar biasa. Dia berharap agar potensi yang ada saat ini bisa didukung sarana dan prasarana lainnya akan bisa lebih berkembang sebagai tempat wista yang layak dikunjungi.

"Misalnya nanti harus ada papan-papan informasi agar wisatawan mengetahui persis sejarah Situs Gunung Padang ini," kata Nina.

Menurutnya, potensi wisata jika dikembangkan tentunya bisa berdampak terhadap berbagai sektor, terutama dalam mengangkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat. "Tinggal terus dipoles saja agar lebih bisa menarik wisatawan," tuturnya.

Dia pun berharap agar jika nanti dilakukan lagi restorasi, agar memerhatikan kondisi di situs. Artinya, jangan sampai upaya restorasi bisa menyebabkan bencana, seperti longsor. "Termasuk juga benda-benda cagar budayanya agar jangan sampai rusak," tandas Nina [KC-02/bb]**.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.