CIANJUR, [KC].- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Kabupaten Cianjur Asep Achmad Suhara saat berhasil dihubungi mengungkapkan bahwa pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cibogo Desa Wangunsari Kecamatan Naringgul Cianjur selatan tersebut sudah terjadi sejak tahun 2013 silam. Saat itu sudah dilakukan berbagai upaya pencegahan.

"Itu kondisi lahannya memang labil. Waktu itu kami sudah minta kepada masyarakat agar jangan membuat sawah basah, karena bisa memicu terjadinya pergerakan tanah. Tapi rupanya masyarakat tidak mengindahkan, tetap saja membuat sawah basah. Seharusnya lahan dijadikan ladang atau sawah kering," kata Asep.

Meski rentan terjadi pergerakan tanah, Asep mengaku bahwa lokasi kampung tersebut tidak direkomendasikan untuk direlokasi. "Waktu pemeriksaan lokasi saat itu memang tidak ada rekomendasi untuk direlokasi. Tapi kalau saat ini kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk dijadikan hunian, kita akan koordinasi dengan pihak terkait," katanya.

Pihaknya mengaku sudah menerjunkan tim dari BPBD untuk melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak pergerakan tanah. "Tim sudah terjun, kita masih menunggu hasilnya, kalau laporan sementara dari pemerintah desa setempat warga sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman," tegas Asep [KC-02]**.



Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.