CIANJUR, [KC].- Nasib 64 Fasilitator Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) di Kabupaten Cianjur tidak jelas. Hal itu setelah mereka habis kontrak kerja per 31 Desember 2014 dan belum ada kepastian kelanjutannya dari pemerintah pusat.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Budhi Rahayu Toyib membenarkan ketidak jelasan kontrak kerja para fasilitator PNPM-MP yang bertugas di 29 kecamatan diwilayah Kabupaten Cianjur itu. "Sampai saat ini belum ada kejelasan, setelah pemerintah menghentikan kucuran anggaran PNPM. Kita masih menunggu informasi dari pemerintah pusat, apakah dilanjut kontrak atau putus kontrak," kata Budhi, didampingi Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dandi Kristanto, Rabu (7/1/2014).

Meski belum ada kejelasan nasib para fasilitator, Budhi menegaskan, mereka tetap harus bertanggungjawab menyampaikan laporan akhir pekerjaanya. "Mereka itu selama ini mendampingi pelaksanaan program PNPM dimasing-masing wilayahnya. Berarti harus juga memberikan laporan atas pekerjaanya," tegasnya.

Pelaksanaan program PNPM-MP tersebut saat ini dirasakan banyak manfaatnya bagi masyarakat. Tidak hanya untuk pembangunan fisik infrstruktur, tapi bantuan PNPM itu juga ada bagian pemberdayaan ekonomi masyarakatnya melalui simpan pinjam.

"Sejak adanya PNPM-MP ini sudah banyak infrastruktur yang terbangun, juga roda perekonomian masyarakat ditingkat desa terus berkembang melalui bantuan simpan pinjam. Tentu kesuksesan itu tidak terlepas dari peran fasilitator yang ada. Kita berharap segera ada kejelasan nasib mereka," kata Budhi [KC-02]**.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.