CIANJUR, [KC].- Aksi tawuran pelajar di Cianjur sepertinya masih saja terus terjadi. Meski berbagai upaya untuk menyadarkan para pelajar itu telah dilakukan. Kali ini aksi tawuran pelajar tersebut menelan korban seorang sopir truk puso, Abidin (38). Truk yang dikemudikannya dibajak puluhan pelajar saat akan pulang ke Karawang setelah mengantar pupuk di gudang Pupuk Pasir Hayam Cianjur.

Beruntung sopir truk puso Nopol B 9568 NG itu bisa meloloskan diri dari ancaman pelajar salah satu sekolah swasta ternama di Cianjur itu dengan membelokkan kendaraanya ke sebuah areal gudang di Jalan Raya Bandung tepatnya di Kampung Cikolotok Desa Sukamantri, Kecamatan Karangtengah.

Menyadari truk yang ditumpanginya berbelok ke areal gudang, puluhan pelajar itu berhamburan sambil mengacungkan senjata tajam seperti samurai, dan parang. Warga sekitar yang mengetahui adanya tawuran
pelajar berupaya membubarkan dengan peralatan seadanya. Puluhan pelajar yang mendapatkan perlawanan warga tersebut berlarian masuk perkampungan penduduk. Tidak lama berselang beberapa aparat kepolisian
tiba dilokasi kejadian.

"Setibanya disetopan lampu merah Pasir Hayam, para pelajar itu menghentikan kendaraan saya ditengah jalan sambil mengacungkan senjata tajam. Kawatir terjadi yang tidak diinginkan saya berhenti dan mereka
berhamburan naik keatas truk dan menyuruh saya untuk menjalankan kendaraan," kata Abidin warga Kampung Karangwang Timur, Kabupaten Karawang yang masih terlihat gemetar.

Dibawah ancaman pelajar, Abidin berupaya tenang sambil menjalankan truk yang dikemudikannya. Setibanya di Jalan Raya Bandung, Abidin melihat komplek pergudangan. Tanpa pikir panjang ia membelokkan truk yang dikemudikannya ke arel gudang hingga membuat para pelajar itu berhamburan turun dari kendaraan.

"Para pelajar itu memaksa saya terus menjalankan truk, tapi saya melihat ada areal pergudangan saya nekat saja membelokkan kendaraan. Kalau tidak mungkin saya masih disandera para pelajar itu," ungkapnya.

Seorang warga yang turut membubarkan aksi para pelajar sempat merasa takut, karena para pelajar membawa berbagai senjata tajam. "Saya sempat takut juga, mereka mengacung-ngacungkan senjata tajam, tapi melihat warga jumlahnya bertambah banyak mereka akhirnya melarikan diri," kata Andi (49) seorang warga.

Andi sempat menyaksikan sejumlah pelajar yang melarikan diri itu berdarah-darah dibagian mukanya. "Ada beberapa yang terluka, mukanya berdarah. Kemungkinan kena lemparan batu atau benda lainya. Tapi tidak
sempat ada yang ditangkap warga, mereka keburu lari kencang saat melihat jumlah warga yang mengejarnya banyak," katanya [KC-02]**.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.