CIANJUR, [KC].- Kegiatan pramuka para siswa SMK Al Fatma di kolam Solemat Bumi Perkemahan (Buper) Mandala Kitri Cibodas yang menewaskan Rahmi Apriliani (16) siswi Kelas X PB3 itu ternyata tidak memiliki ijin dari pihak pengelola Buper. Mereka hanya mendapatkan ijin untuk kegiatan kempingnya saja selama dua malam.
"Kalau penggunaan kolam Solemat, kami tidak memberikan ijin. Mereka tanpa sepengetahuan kami melakukan aktivitas kegiatan di kolam tersebut," kata Kepala Buper Mandala Kitri Cibodas, Juli Selamat saat dihubungi, Minggu (29/3/2015).
Dikatakan Juli, jika kegitan di kolam Solemat yang dilakukan oleh para pelajar itu mendapatkan ijin, pasti ada petugasnya yang mendampingi. Karena kolam tersebut memiliki kedalaman satu hingga empat meter. Sehingga sangat berbahaya bagi siapa saja yang tidak mengetahui kondisi kolam.
"Penggunaan kolam Solemat itu harus sepengetahuan kami, karena harus ada petugas yang mendampingi, itu standarnya. Tapi apa yang dilakukan para pelajar ini tidak dilakukan, mereka melakukan kegiatan di kolam tanpa sepengetahuan kami. Kalau ada petugas pasti dijelaskan apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan," kata Juli.
Kondisi air yang dingin dan tanpa adanya pemenasan sebelum terjun ke kolam Solemat diduga menjadi salah satu penyebab tenggelamnya seorang pelajar tersebut. "Ini bukan air biasa di seperti dikolam renang umum. Airnya sangat dingin, anggota SAR saja yang terbiasa belum tentu sanggup berenang lebih lama, apalagi ini pelajar yang tidak banyak mengetahui kondisi kolam," paparnya.
Mengambil hikmat terjadinya kecelakaan tenggelamnya seorang pelajar itu, pihak pengelola Buper Mandala Kitri berencana akan menutup kolam Solemat yang merupakan peninggalan jaman Belanda itu. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya peristiwa serupa yang bisa saja terjadi.
"Kami putuskan akan segera mengosongkan kolam, airnya akan kami keringkan dan kolam akan kami tutup. Jangan sampai peristiwa serupa terjadi, cukuplah ini menjadi pelajaran kami semua. Memang kolam itu sering dipakai untuk latihan SAR, namun demi keamanan semua kami putuskan akan ditutup," tegas Juli.
Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar SMK Al Fatma Cianjur tewas didalam kolam Solemat diareal Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas Desa Cimacan Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Sabtu (28/3/2015). Pelajar yang bernama Rahmi Apriliani (16) itu tenggelam saat mengikuti kegiatan pelantikan calon penegak Pramuka.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, tewasnya pelajar SMK itu bermula saat pelatih pramuka Sigit memerintahkan kepada para pelajar untuk berbaris. Jika dalam berbaris ada yang berisik, konsekwensi harus berbaris didepan kolam. Kebetulan diantara mereka ada yang berisik dan berimbas kepada pelajar lainnya.
Puluhan pelajar itu terpaksa harus berbaris didepan kolam. Saat berbaris itulah tiba-tiba para pelajar diintruksikan untuk menjebur ke kolam. Ada diantara pelajar yang sempat bilang tidak bisa berenang namun tetap saja disuruh mencebur ke kolam.
"Ada beberapa teman yang bilang tidak bisa berenang, tapi disuruh tetap mencebur ke kolam. Setelah itu pada naik kembali. Namun setelah berhitung, ternyata korban tidak ada. Beberapa teman pelajar kembali turun kekolam dan mencarinya," kata Dadang Burhanudin (16) teman sekelas korban saat ditemui di Mapolsek Pacet. [KC-02]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!










Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.