CIANJUR, [KC].- Sejumlah oknum petugas ditengarai menerima setoran dari sejumlah galian pasir ilegal yang berada diwilayah Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur. Hal itu dimungkinkan jika melihat penambangan ilegal itu masih terus berlangsung dan jumlahnya semakin bertambah.

Berdasarkan penuturan salah seorang pengelola galian yang minta tidak disebutkan namanya, setidaknya mereka mengakui menyetorkan sejumlah uang setiap awal bulan kepada beberapa oknum petugas dilingkungan kecamatan Sukaluyu. Dari setiap galian mengeluarkan uang kepada masing-masing oknum petugas sebesar Rp 500 ribu.

"Ada enam galian yang memberikan uang setiap bulannya. Kami sudah siapkan uang itu dan dimasukkan kedalam amplop untuk masing-masing petugas. Besarnya kita ukur rata-rata Rp 500 ribu," kata seorang koordinator pengelola galian yang minta tidak disebutkan namanya.

Pemberian sejumlah uang kepada oknum petugas tersebut sudah berlangsung cukup lama. Awalnya nilainya mencapai Rp 700 ribu per bulan per petugas. Namun karena kondisi galian semakin sepi seiring semakin menjamurnya galian liar, iuran ilegal itu turun menjadi Rp 500 ribu.

"Sekarang kondisinya sepi, banyak yang membuka galian baru. Otomatis pendapatan mengalami penurunan," kata pengelola galian yang menyebut dalam sehari hanya mampu menjual pasir sekitar 40-50 truk engkel itu.

Menanggapi adanya sejumlah oknum petugas yang menerima iuran ilegal setiap bulan dari galian pasir Ilegal itu, pihak Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur akan terjun langsung untuk mengecek kebenarannya. Kalau sampai ditemukan ada oknum petugas yang menerima iuran ilegal akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Ini kabar yang tidak enak buat kami, kalau sampai benar, ini tidak bisa didiamkan. Tapi kami yakin tidak ada petugas kami yang mencoba bermain-main dengan galian pasir di Sukaluyu. Kami akan melakukan investigasi, untuk mengungkap oknum petugas yang menerima setoran itu, bisa saja oknum petugas dari instansi lain," kata Kepala Dinas PSDAP Kabupaten Cianjur, Doddi Permadi didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pertambangan Iman Budiman, Kamis (26/3/2015).

Pihaknya akan segera menurunkan petugasnya mengecek kebenaran kabar penerimaan iuran ilegal. "Tentu kami harus hati-hati, karena ini melibatkan kepentingan orang banyak. Tidak jarang bisa saja terjadi gesekan yang tidak kita inginkan," paparnya.

Jika ditemukan ada anggotanya yang terlibat menerima iuran ilegal itu, tentu akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. "Jelas ada sanksinya tergantung kesalahannya. Tapi semua itu harus dibuktikan dulu kebenarannya sebelum menjatuhkan sanksi. Kita segera terjun melakukan investigasi," tegasnya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.