CIANJUR, [KC].- Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Cianjur meminta Pemkab Cianjur melakukan pengawasan terhadap harga suku cadang kendaraan mengingat seringkali harga dipermainkan oleh pedagang. Sehingga dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan pengusaha angkutan.
Ketua Organda Kabupaten Cianjur Dede Supyanudin mengatakan, kondisi pengusaha angkutan saat ini sangat dilematis. Mahalnya suku cadang kendaraan akibat naiknya harga BBM berpengaruh pada operasional kendaraan.
"Sungguh dilematis, kalau tidak dibeli tapi butuh, tapi kalau dibeli harganya mahal tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh. Mau bagaimana lagi, pengusaha mau untung, yang ada malah merugi," kata Dede saat dihubungi, Rabu (11/3/2015).
Mahalnya suku cadang kendaraan itu tidak terlepas dari permainan pedagang suku cadang. Mereka seringkali berdalih, kenaikan BBM mengakibatkan harga semakin melambung. Akibatnya kemampuan para pengusaha untuk membeli suku cadang kendaraan itu terbatas.
"Jelas saja berpengaruh besar terhadap pengusaha angkutan. Belum lagi kondisi infrastruktur jalan yang kurang memadai membuat suku cadang kendaraan cepat rusak. Kalau kondisi normalnya bisa beberapa bulan, ini kadang hanya hitungan hari saja sudah rusak," katanya.
Untuk itu pihaknya mendesak kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk melakukan pengawasan terhadap para pedagang suku cadang di Cianjur. Diharapkan dengan adanya pengawasan, para pedagang tidak memainkan harga suku cadang.
"Kalau ada gejolak sembako pasti semunya turun, kami para pengusaha angkutan juga menginginkan peran pemerintah dalam melakukan pengawasan harga suku cadang kendaraan. Jangan sampai seperti saat ini, harganya dimainkan oleh pengusaha," kata Dede.
Pihaknya juga meminta Pemkab Cianjur memberikan perhatian terhadap nasib para pengusaha angkutan yang terdampak akibat mahalnya suku cadang. Pemkab diharapkan bisa membantu memberikan subsidi silang atas mahalnya harga suku cadang.
"Tidak harus memberikan dalam bentuk uang, bisa saja khusus untuk suku cadang angkutan ada dispensasi atau harga khusus. Ini tentu sangat membantu para pengusaha angkutan yang saat ini kondisinya terancam bangkrut," tegas Dede.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Kabupaten Cianjur, Judi Adi Nugroho saat dikonfirmasi mengenai keinginan pengusaha angkutan belum bisa memberikan komentar banyak. Dikatakan Judi, semua pengawasan terhadap suatu produk barang itu ada regulasinya.
"Itu sebuah masukan positif, tentu saja ini akan kami tindak lanjuti. Kalau pengawasan suku cadang memang belum ada berbeda dengan sembako yang sudah barang tentu masuk bersubsidi. Kita hanya bisa menghimbau kepada pengusaha agar memberlakukan harga khusus kepada pengusaha angkutan atau mungkin organda sendiri yang harus menjalin kerjasam dengan pengusaha suku cadang," tegasnya. [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!









Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.