CIANJUR, [KC].- Hati-hati terhadap orang yang belum dikenal dan meminta tolong. Bisa jadi itu hanya sebuah modus untuk menjalankan aksi kejahatan. Demi mendapatkan apa yang diinginkan berbagai carapun dilakukan.
Seperti yang menimpa Felza Wahyudi Putri Romansyah (12) dan teman sekelasnya, Aulia Putri (12) siswi kelas enam SDN Gelar 1, Pamoyanan, Cianjur itu menjadi korban pencurian dengan modus hipnotis atau gendam oleh seseorang perempuan yang tidak pernah dikenal sebelumnya.
Akibatnya, dua buah handphone Galaxy Samsung Ace III milik Felza dan Oppo milik Aulia pun raib dibawa kabur oleh sang pelaku. Semua itu bermula ketika ia hendak menumpang angkot untuk mengikuti pelajaran tambahan di sekolahnya.
"Waktu itu sudah pulang dari sekolah untuk mengerjakan PR di rumah. Terus mau ke sekolah lagi untuk ikut pelajaran tambahan di sekolah. Makanya kami berdua menunggu angkot di sekitar SMPN 4 Jalan Adi Sucipta sekitar jam 14.00 WIB," jelas Felza, Senin (13/4/2015).
Tiba-tiba datang seorang perempuan yang sedang berkomunikasi dengan seseorang melalui telepon selularnya. Dalam pembicaraan tersebut, lanjut Felza, perempuan itu minta ditunjukkan arah ke Toserba Selamat, di Jalan Siliwangi, Sawahgede. "Dia lagi telponan sama temannya. Dia minta ditunjukkan arah ke Toserba Selamat tapi tidak tahu jalannya," kata putri dari Ketua PWI Cianjur Erin Darusalam itu.
Karena tidak mendapatkan petunjuk arah yang cukup, perempuan tersebut lantas meminta Felza dan Aulia untuk membantu mendapatkan arah ke Toserba Selamat. Kepada perempuan berkulit coklat dan berambut lurus sepundak serta diikiat itu, Felza menyarankan agar ia menumpang angkum trayek 04A.
Namun, perempuan yang mengaku baru lima hari di Cianjur dan berasal dari Depok itu memaksa keduanya untuk ikut mengantarkannya langsung ke Toserba Selamat. Anehnya, perempuan itu terus saja memaksa kedua gadis kecil itu untuk ikut mengantarkannya meski sudah berulang kali menolak dengan alasan harus mengikuti pelajaran tambahan di sekolahnya.
"Dia terus memaksa untuk diantar. Tapi tidak mau pakai angkot. Dia maunya naik becak. Alasannya karena panas," sambung dia.
Selanjutnya, dengan keadaan terpaksa dan tanpa menyimpan prasangka buruk lainnya, keduanya pun menuruti kemauan perempuan yang mengaku sedang menjalani PKL di Polres Cianjur dan akan menjadi calon polwan itu.
"Akhirnya naik becak ke Toserba Selamat," tutur Felza.
Dalam perjalanan di atas becak, perempuan itu mengaku sudah berkali-kali dibohongi orang dan harus kesasar berkali-kali karena diberikan petunjuk arah yang yang salah. Ia pun menyatakan, tujuannya ke Toserba Selamat adalah untuk membeli sejumlah pakaian untuk disumbangkan ke panti asuhan dan anak-anak yatim.
"Sampai di Toserba Selamat dia juga terus memaksa kami untuk ikut mengantar ke dalam. Alasannya untuk mencoba-coba baju yang akan dibelinya itu. Kami sudah menolak, tapi dia terus memaksa," terang Feliza lagi.
Kembali, keduanya pun menuruti permintaan perempuan bertubuh sedikit gemuk dan memiliki tinggi badan sekitar 160an sentimeter itu. Di dalam toko tersebut, keduanya pun diminta untuk mencoba sejumlah pakaian di dalam kamar pas.
Di sela-sela memilih-milih baju, perempuan yang memiliki jerawat di sekitar tengah kedua alisnya itu meminta kedua gadis lugu itu untuk tidak menyimpan handphone di saku. Alasannya, radiasi dari handphone tersebut bisa menyebabkan berbagai penyakit. "Dia bilang hapenya dititipkan saja ke dia. Terus kami disuruh mencoba-coba pakaian di kamar pas," kata dia.
Namun, setelah kedua gadis lugu itu keluar dari kamar pas, mereka tidak lagi mendapati perempuan tersebut. Keduanya pun lantas mecarinya ke seluruh sudut pertokoan itu tapi tetap tidak menemukannya. Sadar telah dipermainkan, ditipu dan dicuri gadget miliknya, keduanya pun langsung melaporkan ke security setempat.
"Securitynya malah bilang kalau sebelumnya ada, kalau tidak salah, lima kejadian yang sama. Ada yang hilang hapenya, laptopnya dan macam-macam. Semua korbannya juga anak sekolah," ungkap Feliza.
Karena sebelumnya perempuan tersebut mengaku sedang PKL di Mapolres lama di jalan Suroso (sebelah Pasar Induk Cianjur, red), kedua gadis itu pun langsung menyusul ke kantor tersebut. Dari situ, mereka mendapatkan keterangan bahwa tidak ada perempuan dengan ciri-ciri tersebut dan tidak ada PKL di Mapolres Cianjur. "Terus kami diantar ke Polres Cianjur yang baru untuk laporan," ucap dia.
Ayah Feliza yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Cianjur, Erin Darussalam cukup menyesalkan kejadian yang menimpa anaknya itu. "Saya minta kepada petugas kepolisian untuk menindaklanjuti hal ini dan mancari pelakunya. Apalagi yang diincar adalah anak-anak sekolah. Keselamatan memang yang utama, tapi trauma anak ini yang cukup saya khawatirkan," ujar Erin.
Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti menyatakan, akan menindaklanjuti kasus tersebut, mengingat berdasarkan keterangan dari pihak security Toserba Selamat bahwa selama ini telah terjadi sejumlah kasus serupa dengan korban yang juga masih anak-anak sekolah.
"Kami sudah arahkan Satreskrim untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut dan mencari pelakunya," ujar Dedy
Selanjutnya, ia pun mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orangtua agar tidak sembarangan memberikan handphone atau gadget canggih atau benda-benda berharga lainnya yang bisa menarik perhatian dan memancing terjadinya tindak kejahatan.
"Orangtua kalau bisa jangan memberikan gadget yang canggih dan mahal dulu kalau memang belum cukup umur. Jangan sampai hal itu malah akan menarik perhatian. Orangtua dan guru juga harus ikut memberikan pengertian kepada anaknya agar jangan mudah percaya dengan orang yang tidak dikenal agar tidak menjadi korban kejahatan dengan modus serupa," himbau kapolres yang dalam waktu dekat akan menduduki jabatan barunya di Polres Cimahi itu [KC-02]**.

















Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.