CIANJUR, [KC].- Tidak ada hasil yang fenomenal selama dua priode kepemimpinan Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh. Baik itu mengenai infrastruktur, kesehatan, pendidikan maupun hal lainya yang terkait dengan visi dan misi yang selama ini di usungnya.
Hal itu terungkap dalam diskusi publik yang dilaksanakan sejumlah gabungan organisasi masyarakat yang digelar di sebuah villa di Cibodas Desa Cimacan Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Sabtu (4/4/2015). Selain itu masalah alih fungsi lahan juga menjadi sorotan utama. Banyaknya lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi "ladang beton" menjadi salah satu hal yang fenomenal untuk urusan kegagalan.
"Banyaknya alih fungsi lahan pertanian menjadi pabrik-pabrik, ini tidak jelas. Kesejahteraan para petani dan lainnya tidak kelihat karakter. Cianjur kedepan perlu pendekatan infrastruktur dan budaya. Meski ada penghargaan, tapi itu harus lihat wujud nyatanya," kata Presedium KAHMI Jawa Barat, Aldwin Rahadian M saat ditemui disela diskusi, Sabtu (4/4/2015).
Menurut pria yang lebih akrab disapa kang Oki itu, masyarakat Cianjur membutuhkan wujud nyata hasil dari sebuah pembangunan. Perlu adanya transparansi pengelolaan pemerintah Cianjur. "Syarat utama untuk mengembalikan APBD sebesar-besarnya kepada masyarakat harus adanya transparansi," tegas Oki.
Kedepan pihaknya berharap Cianjur punya terobosan seperti halnya daerah Bandung yang memiliki dan bisa melakukan peningkatan indek pembangunan dan punya karakter sebagai basis kota kreatif. "Bogor juga bisa melakukan, Cianjur harus bisa sejajar, karena didalmnya ada potensi alam luar biasa. Cianjur sebagai penopang ibu kota, secara kreatif dan potensi masyarakat bisa kemudian di berikan untuk berkembang," paparnya.
Tidak hanya itu, Cianjur bagaimana harus bisa sebagai basis kedulatan pangan yang mampu mensejahterakan petani. "Seharusnya yang dibangun itu agro industri untuk ketahanan pangan, bukan malah merusak lahan pertanian," tegasnya.

Ketika disinggung mengenai RPJMD Cianjur yang telah keluar dari visi dan misinya, pihaknya tidak bisa melakukan penilainya. Hanya saja menegaskan bahwa ia tidak bisa melihat hasil nyata yang dijanjikan oleh bupati. "Manajamen yang dibangun menurut saya tidak bisa menjawab apa yang sudah dijanjikan," katanya.
Penggagas diskusi mengenai pemimpin Cianjur kedepan, Faisal Ginting, mengungkapkan, diskusi tersebut merupakan salah satu bentuk silaturahmi dalam rangka kepedulian terhadap pemimpin Cianjur kedepan. Bukan hanya sekedar hajatan rutin setiap lima tahunan, tapi harus mempu membawa kemajuan untuk lima tahun kedepan.
"Ini langkah awal, kedepan kita ajuga akan mengundang para calon yang akan maju dalam Pilkada untuk melihat sejauh mana visi dan misinya untuk membangun Cianjur kedepan. Kita semua rindu suasana Cianjur yang maju. Menciptakan peradaban yang baru, membangun Cianjur dalam tradisi lima tahunan," tegas Faisal [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!





Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.