CIANJUR, [KC].- Program Perelek Pendidikan yang sempat digaungkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu, ternyata saat ini seperti mati suri. Program yang diharapkan bisa menjadi subsidi silang dan membantu pelajar yang tidak mampu itu saat ini tidak jelas kelanjutannya.

Pada awalnya, Perelek Pendidikan itu seperti membangkitkan partisipasi pelajar dan pendidik untuk selalu menyisihkan dana dengan tujuan membantu para pelajar yang kurang mampu. Bahkan ditingkat pelajar disejumlah sekolah sempat menjadi keharusan menyumbang setiap hari untuk Perelek Pendidikan.

Namun meski sempat berjalan, program tersebut tidak jelas akhirnya. Sejumlah dana yang terhimpun belum bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya. Sementara kebiasaan yang sempat berjalan untuk menyumbang dana, saat ini sudah tidak terlihat seiring dengan pergantian beberapa pucuk pimpinan di lingkungan Disdik Cianjur.

Tidak berjalannya Perelek Pendidikan diakui oleh Sekretarsi Disdik Cianjur, H. Jum'ati. Ia tidak menampik kalau program tersebut tidak jelas hasilnya. Bahkan sampai saat ini ia tidak pernah tahu bagaimana hasil dari program yang pernah berjalan.

"Memang tidak berjalan, saya sendiri juga tidak tahu seperti apa hasilnya. Tidak ada serah terima dari pimpinan sebelumnya, bagaimana hasilnya dan seperti apa kelanjutannya. Pokoknya sampai saat ini tidak berjalan lagi," kata Jum'ati saat dihubungi Rabu (1/4/2015).

Diakui Jum'ati, program Perelek Pendidikan itu sempat berjalan disekolah-sekolah yang ada di Cianjur. Sejumlah sekolah pernah menempatkan kotak amal untuk Perelek Pendidikan. Namun hasil dari semua yang telah berjalan tidak diketahui akhirnya.

"Tidak jelas saja, kalau jelas berarti ada laporan tingkat keberhasilan sejauh mana, kalaupun gagal apa kendalanya. Ini sama sekali tidak ada, tiba-tiba berhenti begitu saja tidak jelas ujungnya. Ini harus dipertanggungjawabkan, apalagi ada kaitan penggalan dana. Dana yang terhimpun itu dikemanakan dan digunakan apa saja itu harus jelas," katanya.

Untuk itu pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap Perelek Pendidikan yang dicetuskan diwaktu sebelum kepemimpinannya. "Ini kan tidak jelas periodisasinya. Kita harus lakukan evluasi, kalau itu dianggap masih relefan dan dianggap baik bisa dilanjutkan, tapi kalau ternyata dianggap tidak berhasil harus jelas dihentikan," tegasnya.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur RA. Ridwan mengungkapkan, Perelek Pendidikan harus jelas muaranya. Perelek Pendidikan bisa menjadi anak tangga berfikir untuk bisa lebih berfikir. Kalau tanpa konsep, Perelek Pendidikan tidak akan sampai pada tujuan akhir.

"Yang jelas mengenai Perelek Pendidikan perlu evaluasi bersama dan inovasi. Setelah itu rumusan diharapkan lebih produktif, lebih memacu pencepatan jangan sampai ada yang drop out (DO) dengan konsep awal Perelek. Kita evaluasi kekurangannya kita buat agar lebih produktif," kata RA. Ridwan saat ditemui terpisah.

Masalah Perelek Pendidikan kata Ridwan, perlu duduk bersama, karena variabelnya banyak. "Harus duduk bersama, Disdik, Dewan Pendidikan, DPRD dan lainya yang terkait, jangan ada kesan Disdik itu takut kalau duduk bersama. Koordinasi itu penting karena bagian dari manajemen," tegasnya.

Semua pihak lanjut Ridwan jangan takut dievaluasi mengenai Perlek Pendidikan. Demi kepentingan bersama evaluasi harus dilakukan. "Kalau tidak dievaluasi mau tahu bagaimana tingkat keberhasilannya. Ini harus dilakukan dan harus ada inovasi jika ingin berhasil," paparnya [KC-02]***.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.