CIANJUR, [KC].- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur akan segera memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) terkait tidak jelasnya kelanjutan program Perelek Pendidikan yang sempat menggaung di Cianjur. Saat ini program tersebut ibarat mati suri dan tidak pertanggungjawabannya.
Ketua Komisi IV DPRD Cianjur, H. Sapturo mengungkapkan, Dinas Pendidikan harus bertanggungjawab apa yang telah dilakukan termasuk mengenai Perelek Pendidikan. Karena sampai saat ini program tersebut dianggap berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Terkesan program itu dilaksanakan sarat dengan muatan kepentingan.
"Kalau yang namanya program itu harus jelas muaranya sejauh mana. Ini sepertinya tidak seperti itu, hanya pada awal-awalnya saja bergerak, tapi ditengah jalan tiba-tiba berhenti dan menghilang. Ini program apa, berarti banyak hal yang perlu dibenahi dan harus dipertangggungjawabkan," kata H. Sapturo saat dihubungi Kamis (2/5/2015).
Dikatakan Sapturo, Perelek Pendidikan intinya membantu anak-anak yang tidak mampu agar dilingkungan sekolah itu jadi mampu setelah dikoordinasikan oleh komite dan sekolah. "Andaikan sekarang tidak bergaung ini juga yang menjadi masalah buat kami, karena apa?, apakah dengan tidak adanya Perelek Pendidikan akan didanai dari dana Bos sudah cukup belum. Syukur kalau sudah cukup, kalau sudah cukup pertanggungjawabannya tentang Perelek Pendidikan bagaimana, kita awasi distribusinya sampai kesana," kata Sapturo.
Harus mencari satu kesempatan untuk berkomonikasi dengan Dinas Pendidikan untuk menanyakan hal itu. "Esensinya bagus Perelek Pendidikan itu, saya melihat tanggungjawab pendidikan itu ada di pemerintah masyarakat dan orang tua. Perelek Pendidikan ini bagian dari tanggungjawab pendidikan yang harus dibangun oleh orang tua dan masyarkat," ungkapnya.
Kalau ternyata lanjut Saputoro, Perelek Pendidikan hanya menghimpun dana tanpa ada kejelasan, lebih baik dihentikan. "Tidak hanya cukup dihentikan, tapi yang sudah berjalan harus diaudit dipertanggungjawabkan penggunaanya. Karena menyangkut dana masyarakat harus betul-betul sampai kepada masyarakat," tegas politisi dari Partai Golkar itu.
Sampai saat ini Perelek Pendidikan tidak bisa diamati karena sudah terhenti dan tidak jelas kelanjutannya. Saputor mengungkapkan, pertanggungjawabannya harus diperjelas dulu apakah dilanjutkan atau tidak. Kalau dilanjutkan regulasinya harus jelas, bahwa Perelek Pendidikan itu bukan intruksi, tapi membangun kebersamaan.
"Ketika membangun kebersamaan antara penanggungjawab pendidikan selama ini kepala sekolah paling bawah kemudian kacadin kemudian kepala dinas kabupaten itu harus melibatkan peran serta masyarakat dan dibicarakan. Artinya jangan sampai seperti ini terkesan katanya Perelek Pendidikan tapi dipaksa harus bayar kalau tidak? ini yang tidak boleh," jelasnya.
Dalam relatif singkat Komisi IV akan mengundang Disdik dalam hal ini Kepala Disdik untuk meminta penjelasan mengenai Perelek Pendidikan. "Kita akan jadwalkan undang Disdik dalam waktu dekat ini untuk mengetahui kelanjutan dan pertanggungjawabannya," kata pria yang juga pensiunan pendidik di lingkungan Disdik Cianjur itu.
Diberitakan, Program Perelek Pendidikan yang sempat digaungkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu, ternyata saat ini seperti mati suri. Program yang diharapkan bisa menjadi subsidi silang dan membantu pelajar yang tidak mampu itu saat ini tidak jelas kelanjutannya.
Pada awalnya, Perelek Pendidikan itu seperti membangkitkan partisipasi pelajar dan pendidik untuk selalu menyisihkan dana dengan tujuan membantu para pelajar yang kurang mampu. Bahkan di tingkat pelajar di sejumlah sekolah sempat menjadi keharusan menyumbang setiap hari untuk Perelek Pendidikan.
Namun meski sempat berjalan, program tersebut tidak jelas akhirnya. Sejumlah dana yang terhimpun belum bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya. Sementara kebiasaan yang sempat berjalan untuk menyumbang dana, saat ini sudah tidak terlihat seiring dengan pergantian beberapa pucuk pimpinan di lingkungan Disdik Cianjur.
Tidak berjalannya Perelek Pendidikan diakui oleh Sekretarsi Disdik Cianjur, H. Jum'ati. Ia tidak menampik kalau program tersebut tidak jelas hasilnya. Bahkan sampai saat ini ia tidak pernah tahu bagaimana hasil dari program yang pernah berjalan.
"Memang tidak berjalan, saya sendiri juga tidak tahu seperti apa hasilnya. Tidak ada serah terima dari pimpinan sebelumnya, bagaimana hasilnya dan seperti apa kelanjutannya. Pokoknya sampai saat ini tidak berjalan lagi," kata Jum'ati saat dihubungi Rabu (1/4/2015).
Diakui Jum'ati, program Perelek Pendidikan itu sempat berjalan disekolah-sekolah yang ada di Cianjur. Sejumlah sekolah pernah menempatkan kotak amal untuk Perelek Pendidikan. Namun hasil dari semua yang telah berjalan tidak diketahui akhirnya.
"Tidak jelas saja, kalau jelas berarti ada laporan tingkat keberhasilan sejauh mana, kalaupun gagal apa kendalanya. Ini sama sekali tidak ada, tiba-tiba berhenti begitu saja tidak jelas ujungnya. Ini harus dipertanggungjawabkan, apalagi ada kaitan penggalan dana. Dana yang terhimpun itu dikemanakan dan digunakan apa saja itu harus jelas," ujarnya [KC-02]**.



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!













Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.